
Lavco 39
Pagi menjelang dan Lavia sudah berada di taman menemani Velvet menyiapkan makan pagi yang akan diadakan di sana.
"Di mana Rocco, Bi? Biasanya dia akan jogging di pagi hari," tanya Lavia pada salah satu pelayan.
"Tuan Rocco tak pulang semalam," jawab pelayan itu.
"Rocco tak pulang?" tanya Velvet yang mendengar hal itu.
"Ya, Nyonya," jawab sang pelayan.
"Dia tak meneleponku atau mengirimiku pesan," kata Lavia.
"Aku akan meneleponnya dulu," kata Velvet yang kemudian menaruh piring di meja panjang itu.
Lavia hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatannya menata makanan.
'Ke mana dia?' Batin Lavia.
Beberapa menit kemudian, Velvet dan Damon datang bersama ke taman belakang.
Sedangkan Lavia duduk di kursinya.
"Rocco menginap di apartemen karena semalam berpesta dengan temannya," kata Velvet.
Lavia hanya mengangguk dan tersenyum saja.
__ADS_1
"Apakah untuk merayakan ulang tahunnya?" tanya Lavia.
"Mungkin saja. Meskipun sudah lewat, tapi teman temannya biasanya memberi dia pesta kejutan," jawab Velvet.
"Ayo kita makan," kata Damon.
Lalu mereka pun makan pagi bertiga di taman belakang.
*
Menjelang siang, Rocco belum juga datang ke mansion orang tuanya. Jadi Lavia memutuskan untuk pulang ke apartemen sendiri dengan diantar oleh supir tanpa menunggu Rocco datang.
Setibanya di apartemen, Lavia langsung naik ke unit apartemen Rocco.
Lavia masuk lift dan di saat itu juga, Maryla pun masuk ke dalam lift. Wanita itu membawa tas karton yang kemudian memberikannya pada Lavia.
"Jas Rocco tertinggal di club semalam, jadi aku ingin mengembalikannya," kata Maryla dengan senyum bangganya.
"Pulanglah, karena kau sudah memberikan ini padaku," kata Lavia.
"Ini apartemen Rocco dan bukan milikmu," sahut Maryla.
"Percuma kau ke sana karena aku tak akan membiarkanmu masuk," jawab Lavia.
TING ...
Pintu lift terbuka dan kemudian Lavia keluar dari lift.
__ADS_1
Maryla ikut keluar tapi Lavia mendorong keras tubuh Maryla hingga wanita itu tersungkur ke dalam lift lagi. Maryla menjerit dan mengumpat kasar pada Lavia.
Lavia memencet tombol lift itu agar tertutup.
"Sudah kubilang, jangan mencari masalah denganku," gumam Lavia geram.
Lalu Lavia berjalan kembali dan membuang tas karton yang berisi jas itu ke dalam tempat sampah.
"Kini dia milikku," ucap Lavia dengan nada posesifnya.
Lavia tak ingin yang sudah menjadi miliknya diambil oleh orang lain siapa pun itu.
Di sinilah terlihat kepribadian Lavia yang lama muncul kembali yaitu tak akan membiarkan apa yang dimilikinya direbut oleh orang lain dan dia akan mempertahankan hal itu.
Lavia masuk ke dalam apartemen dan melihat Rocco berada di dapur. Pria itu sedang tak memakai bajunya dan hanya memakai celana panjangnya yang berwarna abu abu.
Pria itu terlihat memakan buah apel dari kulkas.
"Hei, kau sudah pulang? Maaf, aku tak menjemputmu tadi," kata Rocco ketika melihat kedatangan Lavia.
Lavia tak berekspresi dan melihat Rocco.
"Ke mana kau semalam?" tanya Lavia.
"Bukankah aku sudah mengatakannya pada mommy?" Sahut Rocco yang kemudian mengangkat tubuh Lavia hingga duduk di meja marmer besar yang ada di tengah dapur.
Rocco mengunyah apel itu dan menatap lekat mata Lavia. Begitu pun dengan Lavia yang menatap instens mata tajam pria tampan itu.
__ADS_1
Lalu Lavia mencium bibir Rocco dan melumaatnya ketika Rocco sudah berhenti mengunyah apelnya.