
Bab 13
Lavia duduk di tepi ranjang dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Mudah baginya untuk pergi dari sana sebenarnya, tapi dia sudah terlanjur membuat masalah dengan Rocco dan mau tak mau ia harus menghadapinya.
Lalu Lavia melihat belahan gaunnya yang sobek sampai memvuat pahanya terlihat.
"Ini semua karena gaun terkutuk ini," gumam Lavia kesal.
Lavia mengambil ponselnya dan menelepon sang paman.
"Halo, Paman," ucap Lavia dengan nada pelan.
"Ada apa, Sayang? Sepertinya kau sama sekali tak bersemangat," jawab Fred.
"Hmm, aku sedang terjebak dalam situasi gila," sahut Lavia.
"Sepertinya menarik," kata Fred.
"Sangat tidak menarik," jawab Lavia.
"Ceritakan pada paman. Mungkin paman bisa membantu," kata Fred.
"Ini semua karena Sammy. Ya, pria brengsek itu datang ke apartemen Rocco dan membuat keributan denganku. Ck, skip bagian itu karena bukan hal itu yang membuatku gila," ucap Lavia.
"Jadi Sammy ke sana mencarimu?" tanya Fred.
"Hmm, aku tak ingin membicarakannya dulu, Paman. Ini masalah Rocco. Aku berkelahi dengan Rocco tadi karena Sammy dan di saat kami berkelahi, keluarganya datang ketika posisi kami sedang berada di atas ranjang. Hal itu membuat kesalah pahaman di mata mereka. Mereka berpikir kami sedang melakukan sesuatu yang di luar batas meskipun sebenarnya mungkin itu tak masalah, bukan? Tapi mereka membesarkan masalah ini dan menginginkan kami menikah karena wartawan memergoki kami di hotel sebelum kami tiba di apartemen," kata Lavia menjelaskan panjang lebar.
"Tunggu ... Sepertinya ini sangat rumit. Tapi bukankah ini menguntungkan bagimu? Siapa yang tak mau menjadi menantu keluarga Robert? Kau akan menjadi salah satu menantu keluarga Robert dengan reputasi yang tak main-main, Lavia. Kurasa ini berkah untukmu," jawab Fred.
"What?? Berkah?? Paman sadar apa yang paman katakan?" sahut Lavia tak habis pikir dengan jawaban sang paman yang diluar ekspektasinya.
"Ada kesan menjebak di sini. Rocco salah satu putra Robert yang selalu dikelilingi wanita cantik dan cukup sering terlibat skandal dengan wanita. Mungkin itulah yang membuat keluarganya menjebaknya denganmu. Mereka ingin sang anak menikah dan menghentikan petualangannya meskipun sebenarnya Rocco bukanlah seorang playboy. Itu yang paman tahu dari beberapa berita di laman internet," ucap Fred.
"Mengapa paman lebih up to date daripada aku tentang berita ini?" sahut Lavia sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Fred tertawa.
"Mainkan peran barumu, Lavia. Kurasa tak ada ruginya kau menikah dengannya. Dia tampan dan kaya. Benar-benar tipe suami idaman, bukan? Kau bahkan bisa mendapatkan keuntungan besar jika menikah dengannya," ucap Fred.
"Dia teman Sammy, Paman. Rocco melindungi Sammy dan dia mencegahku agar tak menyerang Sammy. Dia teman musuhku," jawab Lavia.
__ADS_1
"Kau masih belum selesai dengan Sammy? Sudah paman bilang, lupakan hal itu dan fokuslah pada Rocco," kata Fred santai.
"Mengapa paman begitu melindungi Sammy dan Becca?" tanya Lavia.
"Karena paman ingin kalian berdamai dan menyelesaikan semua masalah orang tua kalian dengan tuntas tanpa ada dendam lagi," jawab Fred.
"Tapi aku tidak ingin selesai," jawab Lavia.
"Kau benar-benar keras kepala, Lavia," ucap Fred.
"Sudahlah, untuk sementara aku tak akan membahas hal ini. Masalahku dengan Rocco cukup membuat otakku panas sekarang. Bantu aku mencari solusinya, Paman," kata Lavia.
"Kau sudah mendengar pendapat paman tadi. Kau suka berbisnis dengan sesuatu yang menguntungkan, bukan? Maka ikuti permainan keluarga Robert," ucap Fred.
Lavia terdiam memikirkan apa yang diucapkan oleh Fred.
"Baiklah, aku akan memikirkannya," kata Lavia.
Lavia kemudian menutup panggilan teleponnya dengan Fred.
"Aku menikah dengan Rocco? Hmm, menarik juga. Yang akan kunikahi bukanlah orang sembarangan. Huufftt ... Apa yang sebenarnya kau inginkan, Lavia? Keinginanmu berubah-ubah dan kini kau menjadi plin plan seperti orang bodoh," gumam Lavia pada dirinya sendiri.
Lavia kemudian beranjak dari ranjang. Dia membuka kembali kopernya dan mengambil baju gantinya.
Malam sudah larut dan Lavia belum tertidur. Dia berjalan keluar kamar dan melihat ke arah pintu kamar Rocco.
"Menjadi istrimu? Why not?" gumam Lavia dan berjalan menuju dapur.
Lavia mencari makanan di kulkas dan tak menemukan apa pun. Dia merasa lapar karena tadi makan malam terlalu awal.
Lavia mengambil kentang dan daging tumbuk instan yang sudah tersedia di kulkas.
Wanita cantik itu membuat kentang tumbuk yang dicampur daging dan keju serta beberapa bahan lainnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Rocco yang tiba-tiba sudah ada di belakang Lavia.
"Oh my God. Kau mengagetkanku, Rocco," kata Lavia yang hampir melepaskan pisau yang ada di tangannya.
"Kau memasak di malam yang larut ini?" ucap Rocco.
"Aku lapar," jawab Lavia sedikit ketus.
Rocco memegang tangan Lavia dan mereka pun berdiri berhadapan.
__ADS_1
"Apa lagi?" tanya Lavia malas.
"Kita selesaikan ini," ucap Rocco.
Lavia masih diam tak menjawab.
"Besok konferensi pers dan kita jelaskan apa yang sebenarnya terjadi," kata Rocco.
"Aku tak mau mengikuti permainan orang tuaku. Mereka sengaja menjebak kita dan aku ingin kita bersama menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya di antara kita," lanjut Rocco.
Lavia hanya mengedikkan bahunya tanpa mengatakan apapun.
"Jawablah dan jangan hanya diam saja," kata Rocco.
"Aku masih memikirkannya," jawab Lavia.
"Apa maksudmu? Tak ada yang perlu kau pikirkan karena ini kerumitan yang tak perlu dibesar-besarkan," kata Rocco.
"Hmm," sahut Lavia dan melepas tangan Rocco.
"Aku lapar, jangan menggangguku karena aku ingin makan," kata Lavia.
"Baiklah, kita harus menyelesaikan masalah ini besok," kata Rocco dan kemudian pria itu kembali lagi ke kamarnya.
*
Keesokan siangnya, keluarga inti Rocco beserta Rocco dan Lavia sudah siap di depan wartawan yang sudah menunggu di depan lobby sebuah hotel di mana akan diadakan konsferensi pers tentang berita simpang siur tentang hubungan Rocco dan Lavia.
Wartawan mulai bertanya dan pertanyaan itu langsung mengarah pada Lavia.
"Sebenarnya, hubungan apa yang anda jalin dengan Tuan Rocco Robert, Nona?" tanya
"Halo, namaku Lavinia Xerxes. Dan ya, aku dan Rocco akan menikah. Mommy dan daddy sudah merestui hubungan kami," ucap Lavia singkat dan tersenyum cantik, yang tentu saja membuat Rocco terkejut dengan ucapan Lavia karena tidak sesuai dengan rencana mereka sebelumnya.
Velvet dan Damon tampak tersenyum dengan jawaban Lavia yang sangat singkat, jelas dan membuat riuh wartawan lain untuk bertanya kembali padanya.
Rocco mendekatkan wajahnya ke arah telinga Lavia.
"Kau serius dengan ucapanmu, Nona?" tanya Rocco berbisik.
Lavia tersenyum dan mengangguk dengan wajah yang masih melihat ke arah wartawan.
"Baiklah, kau yang memilih hal ini," bisik Rocco tajam.
__ADS_1
Lavia menoleh ke arah Rocco dan tersenyum manis.
"Hmm, aku akan sangat bahagia menjadi istrimu, Sayang. Kata orang, ini adalah sebuah berkah bagiku," jawab Lavia dengan senyum lebarnya yang penuh kepalsuan di mata Rocco.