FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 36


__ADS_3

Rocco Lavia 36


Dua hari berlalu ...


Lavia sudah tak seruangan lagi dengan Rocco di perusahaan.


Dan Lavia lah yang meminta hal itu karena dia benar-benar ingin fokus bekerja.


Lavia satu ruangan dengan Reese dan teman-temannya yang sudah dikenalnya sebelumnya.


Lavia sedang menata hidupnya ke arah yang lebih normal.


Memiliki banyak teman dan juga keluarga pengganti seperti keluarga Rocco membuat dirinya merasa hidup dan tak lagi kesepian.


CEKLEK ...


Pintu ruangan kantor Lavia dibuka oleh seseorang.


Kepala Divisi langsung berdiri ketika seseorang itu datang.


"Selamat datang, Nyonya," ucap Tuan Oliver.


Semua langsung melihat ke arah orang yang baru masuk ke ruangan mereka.


"Aunty??" ucap Lavia ketika melihat Velvet masuk ke ruangannya.


"Bukankah ini sudah waktunya makan siang?" tanya Velvet.


"Ya, kami sedikit sibuk karena nanti sore akan meeting," jawab Lavia.


"Apakah aunty mengganggumu, Sayang?" tanya Velvet.


"Tentu saja tidak," jawab Lavia tersenyum.


"Ayo ikut aunty makan siang. Rocco juga ikut," kata Velvet.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Lavia tersenyum.


Lalu Lavia mengambil tas nya dan kemudian Velvet menggandeng tangannya.


Mereka keluar dari ruangan itu bersama.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu, Sayang?" tanya Velvet.


"Pekerjaanku sangat baik dan lancar. Aku ingin mengajukan kenaikan gaji pada Rocco karena aku sering lembur," jawab Lavia tersenyum dan Velvet tertawa pelan.


Lalu mereka masuk ke dalam lift. Mereka hanya berdua di sana.


Velvet membuka salah satu cincinnya dan memberikannya pada Lavia.


Kemudian dia mengambil tangan Lavia dan memasangkannya pada jari manis Lavia.


Lavia melihat ke arah cincin itu dan kemudian melihat ke arah Velvet.


"Kau sudah seperti putriku sendiri. Jadi tak perlu sungkan," kata Velvet.


Lavia hanya mengangguk tanpa bicara.


TING ...


Pintu lift terbuka dan mereka keluar bersama ke lobby.


Rocco tampak sudah menunggu di sofa lobby.


Dia berdiri ketika melihat kedua wanita cantik itu berjalan ke arahnya.


"Kita makan siang di mana?" tanya Rocco.


"Di restoran sebelah saja karena mommy tak ingin mengganggu terlalu lama pekerjaan kalian," jawab Velvet.


"Baiklah, ayo," kata Rocco.

__ADS_1


Velvet masih menggandeng Lavia dan berjalan terlebih dulu.


"Hei, aku menjadi bodyguard di belakang?" protes Rocco.


"Lalu? Kau mau kugandeng juga, Rocco?" tanya Velvet tanpa melihat ke arah Rocco.


Lalu Rocco melepaskan tautan tangan Velvet dan Lavia lalu berdiri di tengah mereka.


Kemudian Rocco menggandeng tangan kedua wanita cantik itu.


Velvet tersenyum dan Lavia hanya melihat ke arah Rocco.


'Hanya mereka yang aku inginkan. Tak ada yang lain lagi,' batin Lavia yang akhirnya tersenyum melihat wajah tampan itu.


Mereka bertiga masuk ke sebuah restoran dan kemudian duduk di meja yang ada di dekat jendela raksasa besar.


"Daddy tak ikut makan siang bersama kita, Mom?" tanya Rocco.


"Tidak, daddy bertemu dengan uncle Dillon sekarang," jawab Velvet.


Lalu Velvet melihat ke arah Lavia setelah makan siang.


"Menginaplah di mansion aunty malam ini. Bukankah besok kau libur bekerja? Jadi temani aunty di mansion, oke?" ucap Velvet.


Lavia mengangguk dengan wajah sumringah.


"Kita berenang di danau besok," kata Rocco.


"Tidak, aku bersama aunty saja di mansion," jawab Lavia.


"Aku akan mengangkatmu dan menceburkanmu ke danau kalau begitu," sahut Rocco tersenyum miring.


"Jangan memaksanya, Rocco," ucap Velvet.


"Dia suka dipaksa, Mom. Benarkan?" sahut Rocco menggoda Lavia.

__ADS_1


Lavia hanya berdecak saja tanpa menjawab apa pun.


__ADS_2