FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 45


__ADS_3

LAVCO 45


"Aku ingin melakukannya. Sekarang," ucap Rocco lirih.


Lavia menatap mata Rocco dan kemudian mencium bibir pria itu.


Merasa mendapatkan lampu hijau, membuat Rocco bergerak cepat. Rocco mengangkat Lavia dan membawanya ke dalam kamar lalu mengunci pintunya.


Bibir mereka masih saling bertautan meskipun Rocco masih dalam posisi berjalan menuju ke arah ranjangnya.


Rocco merebahkan Lavia di atas ranjang dan membuka bajunya dengan cepat.


Nafas mereka sama sama memburu karena tak sabar ingin melakuka percintaan panas mereka untuk yang pertama kali.


"Hmmmppphhh ..." Lavia mendesah di dalam ******* bibir mereka.


Rocco berhasil membuka pakaian Lavia dan kemudian menciumi leher jenjang wanita itu.


Tangan Lavia mengangkat kaos Rocco dan membukanya. Tangan nakalnya meraba tubuh Rocco dan membuat gairah pria itu semakin memuncak.


Rocco membuka kait bra milik Lavia dan kemudian melemparnya ke sembarang arah ketika berhasil membukanya.


Rocco tak membuang buang waktu. Dia melumaat puncak dada Lavia hingga membuat tubuh Lavia menggeliaat nikmat.


"Ooohhh ..." desah Lavia sembari memegang bahu Rocco yang kokoh.

__ADS_1


Ciuman ciuman panas dari bibir dan lidah Rocco menguasai dada Lavia hingga membuat wanita itu semakin bergairah.


Rocco melanjutkan ciumannya menuju ke arah perut Lavia yang rata. Rocco kemudian mengusap pangkal paha Lavia dengan tangannya.


Lavia mendesah keras dan suara seksinya terdengar memenuhi kamar.


Rocco menatap netra indah Lavia yang berkabut gairah.


Rocco membuka celananya dan memulai adegan inti permainan ini.


Pria itu berusaha menembus milik Lavia yang masih sangat rapat itu.


Rocco mendorong tubuhnya hingga desahaan keduanya saling terdengar.


Rocco masih mendorong tubuhnya memasuki Lavia. Hingga akhirnya Rocco berhasil melakukannya dan Lavia memeluk erat leher Rocco.


"I love you," bisik Rocco di telinga Lavia sambil bergerak pelan di atas tubuh hangat itu.


"Hmm," sahut Lavia yang tubuhnya mengikuti gerak irama permainan Rocco yang pelan.


Lalu mereka kembali menautkan bibirnya dan berciuman panas. Gerakan pelan itu semakin lama semakin kencang.


Kaki Lavia bertumpu dan melingkar di punggung Rocco.


"Aaahhhhh ..." desah Rocco yang akhirnya bisa melampiaskan semua rasa cintanya pada Lavia.

__ADS_1


Lavia pun mencapai puncaknya bersama dengan Rocco.


"Kau mengeluarkannya di dalam?" Bisik Lavia yang masih bergerak perlahan di bawah tubuh Rocco.


"Hmm, tak masalah jika kau hamil, bukan?" Sahut Rocco pelan dan mengecup kening wanita cantik itu.


Lavia tak menjawab dan hanya memeluk erat Rocco.


"I love you," kata Lavia di telinga Rocco.


Rocco melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Lavia.


"I wish I was your blanket. I wish I was your pillow underneath your head. I want to be around you, and I want to be the lucky person who kisses you goodnight," jawab Rocco.


(Aku berharap bisa jadi selimut dan jadi bantal di bawah kepalamu. Aku ingin ada di sekitarmu. Aku ingin jadi orang yang beruntung yang menciummu sambil mengucapkan selamat tidur)


Lavia tersenyum dan menngecupi bibir Rocco.


"You are perfect, thank you for existing." Lavia mengusap pipi berjambang tipis itu dan menatap mata tajamnya.


(Kamu sempurna, terima kasih sudah ada)


Mereka menghabiskan malam sempurna itu dengan penuh cinta.


Pertahanan Lavia akhirnya runtuh karena tak bisa menahan hasrat yang juga begitu membara seperti yang dirasakan oleh Rocco.

__ADS_1


__ADS_2