
BAB 29 LAVCO
"Mengapa tak memakai piyama saja? Bukankah itu juga baju tidur?" tanya Rocco.
"Ini pesta Reese dan dia yang menentukan dresscode-nya. Keluarlah, aku akan mencari bajuku," jawab Lavia.
"Jam berapa kau berangkat?" tanya Rocco.
"Satu jam lagi," jawab Lavia sambil mengedarkan matanya ke seluruh sudut kamarnya.
Lavia kembali mencari baju itu di lemari dengan lebih teliti.
Mata Rocco tak sengaja melihat ke arah ranjang dan melihat sesuatu yang berwarna merah di bawah bantal.
Rocco berjalan menuju ranjang dan membuka bantal itu.
Rocco mengambil baju sutra merah menyala itu dan melihatnya dengan seksama.
"Apakah ini baju yang kau maksud?" tanya Rocco.
Lavia menoleh ke arah Rocco dan melihat Rocco memegang bajunya.
"YA ITU!" sahut Lavia senang.
Lavia berjalan ke arah Rocco dan mengambil baju itu dari tangan Rocco.
"Kau serius akan memakai baju itu ke pesta Reese?" tanya Rocco sekali lagi.
"Ya, ada masalah? Kau tak perlu ikut campur, Tuan. Ini adalah urusan wanita," jawab Lavia dan menuju kamar mandi.
"Lavia, lebih baik kau mengganti baju itu di rumah Reese saja," ucap Rocco dari luar pintu kamar mandi.
__ADS_1
Lavia tak menjawab dari dalam.
"Lavia, itu adalah baju tak beradab. Bagaimana jika coat-mu tiba-tiba terbuka dan orang-orang melihatnya?" Kata Rocco lagi.
Lavia masih tak menjawab.
CEKLEK
Lavia keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan baju tipis nan seksi itu.
'Shiiitt!!' umpat Rocco dalam hatinya.
"Tak terlalu terbuka, bukan?" Ucap Lavia dengan santainya dan berjalan melewati Rocco.
"Kau sadar apa yang kau lakukan, Lavia?" tanya Rocco.
Lavia membuka lemarinya dan mengambil coat berwarna hitam.
"Apa yang kulakukan?" tanya Lavia dengan entengnya sembari memakai coat-nya.
Lavia kemudian berlari dan menaiki ranjangnya untuk menghindari Rocco.
Rocco mengejarnya.
"ROCCO, STOP!! AKU HANYA MEMAKAI SEPERTI INI SAJA!!" Teriak Lavia dan keluar dari kamarnya.
"BUKA BAJU LAKNAT ITU ATAU AKU YANG AKAN MEMBUKANYA!!" sahut Rocco yang masih mengejar Lavia.
Lavia berteriak karena dikejar oleh Rocco.
"BIBI!!! HELP MEEE!!" teriak Lavia menuju ke arah laundry room.
__ADS_1
Rosa keluar dari ruangan laundry dan melihat Lavia yang dikejar oleh Rocco.
"Ada apa ini?" tanya Rosa pada Rocco.
Lavia bersembunyi di balik tubuh tambun Rosa.
"Rocco mau membuka bajuku," jawab Lavia.
"Apa?? Apa maksudmu, Tuan Rocco? Apakah aku perlu melaporkan hal ini pada Nyonya Velvet?" sahut Rosa.
"Lavia, ganti bajumu sekarang juga," kata Rocco.
"Tidak, ini adalah peraturan dari pesta itu," jawab Lavia.
"Bibi, coba lihat baju yang ada di balik coat-nya," ucap Rocco pada Rosa.
"Tak ada yang aneh dari bajuku, Bi," sahut Lavia.
Rosa melihat ke arah Lavia.
"Baiklah, akan kutunjukkan pada bibi kalau bibi tak percaya," kata Lavia dan membuka coat-nya.
"Oh my God. Nona akan ke mana memakai baju itu?" tanya Rosa dengan mulut yang masih menganga.
Rocco kembali melihat pemandangan seksi yang ada di depan matanya itu.
"Pesta bujang temanku yang akan menikah. Bukankah itu hal yang wajar? Ini adalah tradisi yang lucu, Bi. Mungkin di jaman bibi, tradisi ini belum ada," kata Lavia.
Lalu Rosa melangkah ke samping.
"Silahkan meneruskan tugas anda, Tuan Rocco," ucap Rosa.
__ADS_1
"What?? Bibi??" Sahut Lavia yang kaget melihat reaksi bibi Rosa.
Rocco menangkap Lavia dan mengangkatnya di bahu lebarnya kemudian membawa Lavia ke kamarnya kembali.