FROM ROOMMATE TO SOULMATE

FROM ROOMMATE TO SOULMATE
Bab 38


__ADS_3

LAVCO 38


"Ada apa, Rocco?" tanya Velvet ketika Lavia bersembunyi di belakang tubuhnya.


"Tidak ada, Mom. Aku tak bisa ikut makan malam di sini karena ada janji dengan temanku," jawab Rocco yang berdiri di depan sang ibu.


"Begitu?? Baiklah," jawab Velvet.


"Bye," ucap Lavia tersenyum dari balik bahu Velvet.


"Sampai ketemu lagi," sahut Rocco tersenyum penuh misteri pada Lavia.


Lavia tak menanggapinya dan hanya melihat ke arah Rocco saja.


"Jangan pulang terlalu malam, Rocco," ucap Velvet.


"Oke," jawab Rocco dan mencium kedua pipi Velvet.


Lalu Rocco berbalik pergi dari mansion orang tuanya.


*


Lavia hanya makan malam bersama Velvet dan Damon saja malam ini.


Velvet senang melihat Lavia yang sudah tampak berubah ceria dan bahagia.

__ADS_1


Velvet dan Lavia membicarakan apa pun dan Lavia menikmati hal itu karena dia tak pernah memiliki moment dengan ibunya sejak dulu.


Velvet pun tak membicarakan tentang Alesa pada Lavia karena itu seakan membuka luka lama dalam hidup Lavia.


*


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan Lavia sudah berada di kamar tamu karena malam ini Lavia tidur di mansion Velvet.


Lavia tak tahu apakah Rocco sudah pulang atau belum.


Malam ini Lavia tak bisa tidur, padahal dia cukup lelah setelah seharian bekerja hari ini.


Drrrtttt ... Drrrtttt ...


Lavia membuka pesan itu dan itu adalah pesan dari Sammy.


Sammy ingin bertemu dengannya dan sudah tahu tentang kebenaran bahwa Becca adalah anak Fred dan bukan anak ayahnya.


Lavia tak serta merta menyetujui hal itu. Dia masih berpikir ulang untuk bertemu dengan Sammy karena hubungan mereka tak pernah baik sejak dulu.


Lavia tahu bahwa mungkin Sammy ingin membahas masalah hartanya dan meminta bagiannya.


Lavia tak membalas pesan itu dan menaruh ponselnya kembali.


Lalu ponsel itu kembali berbunyi dan kali ini Sammy langsung meneleponnya.

__ADS_1


Lavia tak mengangkatnya lama tapi teleponnya tetap tak berhenti bergetar.


Hingga akhirnya Lavia mengangkatnya.


"Apa lagi? Urusan kita sudah selesai, bukan?" ucap Lavia.


"Urusan kita belum selesai. Bisakah kita bertemu? Setidaknya untuk meluruskan masalah ini. Kau akan menjadi istri Rocco dan tak akan kekuraangan apa pun," kata Sammy.


"Cih, kau ingin meminta bagian dari adikmu ini? Adik yang tak pernah kau akui?" sahut Lavia.


"Hentikan masalah ini, Lavia. Biar bagaimana pun kita sedarah," kata Sammy.


"Woooww ... Kau ingin diakui sebagai kakak ipar Rocco sepertinya," sahut Lavia sinis.


"Mengapa kau baru mengakuiku setelah aku berhubungan dengan Rocco? Atau kah karena Becca bukan adik kandungmu? Menyedihkan sekali ibumu. Dia tak lebih baik dari ibuku ternyata," lanjut Lavia.


"Lavia!!! Jangan menghina ibuku!" Bentak Sammy kesal.


"Maka dari itu, tak usah meneleponku lagi atau ingin bertemu denganku. Hidup kita berbeda, Sammy. Kau semakin miskin dan aku semakin kaya. Mungkin ini karma dari orang tuamu," kata Lavia.


"Kau pikir aku akan mengakuimu? Cih, aku sudah terlalu membencimu, Sammy. Aku bahkan membenci ibu kandungku. Dan kau memintaku untuk bertemu? Kau mengemis padaku sekarang? Menggelikan," lanjut Lavia yang semakin membuat Sammy meradang.


"Kau akan menyesal mengatakan hal ini padaku, Lavia," kata Sammy.


"Kau mengancamku? Aku suka diancam dan aku sangat siap menghadapimu, Kakakku yang brengseek," sahut Lavia dan menutup sambungan telepon itu.

__ADS_1


__ADS_2