Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 12


__ADS_3

Setelah Dion dan Arga pergi,tak berapa lama Cecilia pun datang.


"Alice ,maaf aku lama." sahut Cecilia.


"Tidak apa-apa Cil,ayo kita kembali ketoko." jawab Alice tersenyum tipis.


Cecilia pun mengajak Alice pergi meninggalkan kantor tersebut,tapu sesaat Cecilia merasa heran.Melihat banyak orang memperhatikan mereka sambil berbisik dan menunjuk kearah Alice.


"Alice,kenapa semua orang melihat kita??Tidak ada yang aneh dengan kita kan??"tanya Cecilia yang penasaran.


"Tidak Cil,mungkin karna melihat ku yang buta." jawab Alice yang terpaksa berbohong karna tidak ingin menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya tadi.


"Oh..tapi tidak seharusnya kau diperhatikan,karna kau bukan menjadi pusat perhatian mereka??." ujar Cecilia yang menganggap aneh dengan pandangan mereka yang terus memperhatikan Alice.


"Biarkan saja..Lebih baik kita cepat kembali ketoko saja." kata Alice terus mengalihkan pertanyaan Cecilia.

__ADS_1


"Hemm.. kau benar." ujar Cecilia mengikuti perkataan Alice.


Dan akhirnya Alice dan Cecilia pun kembali ke toko.


Sementara Dion yang sudah tiba diruang kerja,langsung menghempaskan tubuhnya di sofa secara kasar.


Arga yang melihat hanya menggelengkan kepala.


"Kenapa kau menarik ku tadi??aku belum selesai bicara gadis miskin itu..!!" tanya Dion masih dalam perasaannya yang sangat emosi dan menatap tajam kearah Arga.Karna menganggap Arga sudah menghalangi dirinya untuk meluapkan seluruh amarahnya pada Alice.


Dion langsung mendengus kesal.


"Tahu apa kau tentang gadis miskin itu??kenapa kau percaya kalau dia buta??kau tidak tahu,sudah banyak orang menggunakan taktik sampah itu hanya demi memanfaatkan orang lain untuk dikasihani." ucap Dion masih memandang rendah Alice.


Arga sesaat memilih diam.

__ADS_1


"Itu cuma taktik dia,dia bersandiwara agar bisa mencari simpatik orang-orang seperti aku..dan itu sangat membuatku muak..!!" timpal Dion lagi masih meluapkan emosinya.


"Tapi bro,kan tidak semua orang seperti itu..ku lihat gadis itu sangat polos dan benar-benar buta..aku bisa melihat dari sorot matanya..apa kau tidak bisa membedakan dari mata orang yang normal dengan buta??dan gadis itu terlihat memang buta..bukan pura-pura." ujar Arga masih terus memberi nasehat pada Dion.


"Tolong lah,bersikap dewasa..kau seorang CEO,pemilik perusahaan besar ini..jangan selalu menunjukkan sikap arogan dengan kekuasaan yang kau miliki..kalau kau ingin menjadi panutan atau contoh yang baik untuk orang-orang yang mengagumimu,seharusnya kau menunjukkan sikap bijaksana dan berperasaan..bukan seperti tadi,kau sudah berlebihan..Apa lagi kau menghina seorang gadis buta..itu bukan cerminan yang mencontohkan sebagai pimpinan perusahaan yang baik.." kata Arga panjang lebar dan mencoba menyadarkan Dion.


Bukannya menerima nasehat Arga,Dion justru beranjak bangkit dan mengusir Arga untuk keluar dari ruangannya.


"Kau pulang lah,saat ini aku tidak butuh nasehatmu..Kalian semua sudah membuatku sangat muak.." ujar Dion langsung menutup pintu ruangannya.


Melihat sikap Dion yang masih arogan dan egois,Arga kembali menggelengkan kepalanya.


"Kenapa aku bisa punya teman seperti dia..Kurasa dulu aku sudah gila punya teman seperti dia..Ck.."gerutu Arga bicara sendiri.


Arga pun meninggalkan perusahaan Dion.sementara Dion memilih memejamkan matanya sesaat diatas sofa panjangnya.

__ADS_1


__ADS_2