Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 16


__ADS_3

Saat Ken memasuki ruangannya,Dion sesaat memperhatikan Ken dengan menyipitkan pandangannya.


"Anda siapa??kenapa anda mengaku sebagai saudaraku??apa kita saling kenal??" tanya Dion penasaran.


"Bukan..maaf,kalau kedatangan ku menganggu waktu anda." jawab Ken dengan nada serius.


"Lalu apa tujuan anda kesini?" tanya Dion lagi.


"Tempo hari ada dua orang gadis mengantarkan pesanan kue pada staffmu yang memesannya ditoko mereka.Dan salah satu gadis itu,hanya niat ingin menemani temannya..Tapi dengan tidak memiliki niat apa pun kenapa gadis itu justru mendapatkan perlakuan kejam dari kantor ini,dia dibentak dan juga dihina.aku memang tidak tahu siapa orang yang sudah melakukan hal itu.tapi feeling ku mengatakan jika anda lah yang melakukan hal itu pada gadis yang tidak lain adalah karyawan ku sendiri.." ungkap Ken panjang lebar.


Dion seketika melirik tajam kearah Ken.Seolah ia paham apa yang dibahasnya.Mengingat gadis buta yang sudah membuatnya jengkel,kini datang seseorang yang mengaku menjadi pahlawan gadis bernama Alice.


"Kenapa kau merasa itu adalah aku??apakah kau tidak tahu siapa aku??" tanya Dion.


Ken hanya tersenyum sambil mengeluarkan ponsel dari kantongnya.Ken menunjukkan sebuah video pada Dion.


Video yang ternyata menunjukkan saat Dion menghina Alice dari salah satu pengguna media sosial.


"Mungkin anda lupa,anda orang yang dipandang seharusnya menjaga sikap tapi tanpa sadar anda menunjukkan sikap anda sebenarnya..Memperlakukan gadis buta yang tidak tahu apa-apa dan menuduhnya bahwa kebutaan yang dimilikinya adalah kebohongan." kata Ken mengungkapkan dengan kata-kata yang tajam.


Dion masih melirik tajam sambil meremukkan kertas tisu yang ada dihadapannya.


"Disini aku bukan ingin menuntutmu atau menasehatimu..Tapi aku cuma ingin memberitahu mu,bahwa kebutaan yang dimiliki gadis itu bukan lah sebuah kebohongan..Dia memang tidak setara dengan kehidupan anda..tapi kekurangan yang dimilikinya tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja keras tanpa menyusahkan siapa pun..Jadi tolong jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luar atau kekurangan yang dia miliki..Karna semua manusia itu sama,hanya bagaimana cara kita memperlakukannya saja..Permisi.." ucap Ken panjang lebar dan langsung pergi meninggalkan ruangan Dion begitu saja.


Dion yang merasa seperti diremehkan,langsung meluapkan kekesalannya dengan membuang apa yang ada dihadapannya.


"Brengsek..!!berani sekali dia datang dan mencoba menceramahiku..Aku akan buat perhitungan dengan kalian berdua.."gerutu Dion dengan kesal.


...****************...


Alice seperti biasa duduk sambil menunggu pelanggan yang datang.dan Cecilia tampak sedang bingung.


"Alice,kenapa pak Ken masih belum datang ya??bukankah biasanya dia selalu lebih dulu sudah ditoko ya??" tanya Cecilia yang ternyata mencari sosok Ken.


"Mungkin ada urusan Cil." jawab Alice sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak berapa lama Ken pun datang memasuki tokonya.


"Hai ,selamat pagi." sapa Ken pada mereka berdua.


"Pagi pak Ken.." sahut Cecilia langsung tersenyum bersemangat.


"Nanti siang aku akan mentraktir kalian berdua makan siang..Jangan lupa ya.." ujar Ken langsung meninggalkan mereka menuju ruangannya.


"Asik..terima kasih pak Ken."jawab Cecilia kegirangan.


"Terima kasih pak." sambung Alice ikut senang.


...****************...


Ditempat lain,terlihat seorang wanita berusia 70tahun tengah menikmati sarapan paginya bersama sang suami yang berusia 75tahun.Mereka adalah kakek dan nenek Dion.Yang tinggal terpisah dengan Dion.


"William,besok adalah hari kematian anak kita..Apakah kau ingin mengundang Dion untuk makan malam bersama kita?" tanya Elisabeth sang istri.


"Kau atur saja..aku tidak mau menyuruhnya..bocah itu masih sulit untuk diatur." jawab William tetap menikmati sarapan paginya.


"Apakah sikapnya seperti itu karna perjodohan yang kita lakukan??"tanya Elisha yang tiba-tiba membahas perjodohan Dion.


"Mungkin karna sikapnya yang belum dewasa,dia masih terlalu manja..walaupun dia mengurus perusahaannya sendiri tapi sifatnya memang tidak mau diatur." ujar Elisha memihak Dion.


"Aku tidak masalah dengan sikapnya,asal tidak merugikan siapa pun..Terlebih dengan perusahaan peninggalan mendiang orang tuanya." ujar William.


"Dion tidak akan melakukan hal itu sayang..Dia tahu bagaimana mempertahankan sesuatu yang menjadi peninggalan hasil kerja keras orang tuanya.." ujar Elisha tetap mendukung Dion.


"Tapi kita juga tidak bisa mempercayakan sepenuhnya pada dia..Apa lagi ini berkaitan dengan kerja sama dengan orang tua Angela..aku khawatir,Dion memiliki tujuan lain karna menerima perjodohan ini tanpa menentangnya."


"Kita doakan saja yang terbaik,mudah-mudahan Dion tidak memiliki tujuan apa pun..Dan berjalan sesuai alurnya saja.."


"Yah..Mudah-mudahan saja." jawab William mengangguk.


...****************...

__ADS_1


Saat jam makan siang,Ken menepati janjinya mengajak Alice dan Cecilia makan siang bersama.Ken sengaja mengajak mereka makan disebuah restoran yang cukup merah.Yang letaknya disebuah pusat perbelanjaan.


Cecilia pun menuntun Alice untuk duduk,dan Ken pun membantu menarik kursinya.


Setelah mereka semua duduk,Ken pun membaca isi daftar menu yang akan ia pesan.


"Kalian ingin makan apa??" tanya Ken pada Alice dan Cecilia.


"Apa saja pak,semua juga kami pasti makan..Hahaha." jawab Cecilia sambil bergurau.


Alice yang hanya mendengar gurauan Cecilia,cuma tersenyum.karna Cecilia memang tipe gadis yang periang dan suka bercanda.


"Alice,kau bagaimana??" tanya Ken pada Alice.


"Saya juga apa saja pasti makan pak..bapak traktir seperti ini saja,kami sudah sangat senang."jawab Alice tetap tersenyum.


"Baik lah,kalau gitu biar saya tentukan kalian akan makan apa..Yang pasti kalian pasti akan puas.." ujar Ken juga ikut tersenyum.


Ken akhirnya memesan beberapa makanan yang enak untuk Alice dan Cecilia nikmati.


"Bapak tumben mengajak kami makan siang di restoran??mewah lagi..hehe." tanta Cecilia yang basa basi tapi juga penasaran.


Ken hanya tersenyum.


"Tidak apa-apa..aku cuma ingin sesekali mengajak kalian makan siang bersama..bukannya bagus jika atasan bisa makan bareng karyawannya??" jawab Ken dengan nada ramahnya.


"Bagus pak..bagus sekali malah..Sering-sering saja ya pak..Haha." jawab Cecilia yang bergurau lagi.Membuat suasana pun menjadi seru dan tidak kamu.Terlebih sikap Ken yang tidak membatasi dirinya sebagai atasan mereka.


Disela obrolan mereka,Alice berniat ingin ke toilet.


"Maaf,saya permisi ke toilet dulu pak." ujar Alice beranjak bangkit sambil mengarahkan tongkatnya.


"Aku temani ya Alice." sahut Cecilia.


"Tidak usah Cil..aku bisa sendiri." jawab Alice menolak bantuan Cecilia.

__ADS_1


"Apa kau yakin??ini kan bukan ditoko Alice,kau tidak tahu dimana toiletnya."ujar Cecilia yang khawatir pada Alice.


"Cecilia benar,biar kau ditemani Cecilia saja Alice." sahut Ken yang juga khawatir dengan kondisi Alice.


__ADS_2