Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 53


__ADS_3

Merasa tidak mood hatinya,Dion pun memilih untuk bergegas meninggalkan kantor.Setelah mengetahui siapa pelaku yang mencoba untuk membunuh dirinya,ia seakan tidak bisa konsentrasi pikirannya untuk bekerja Rasa amarah yang begitu ingin meluap,terbayang terus menerus dipikirannya.


Dion mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang.Ia berniat ingin pergi kesuatu tempat yang akan ditujunya.Seolah ia ingin bertemu dengan seseorang yang sudah direncanakannya.


Saat ia kembali terjebak macet ditengah keramaian jalan,tanpa sengaja ia melihat sosok Alice yang berada didalam tokonya.Dion baru menyadari jika mobilnya berhenti tepat didepan toko tempat Alice bekerja.Tepatnya ditengah keramaian jalan macet.


Dion pun tanpa sadar memperhatikan Alice dari jauh.terlihat Alice kembali menunjukkan senyuman yang lugu dan seperti tanpa beban.Walaupun dia memiliki keterbatasan penglihatan,tapi tidak membuat Alice harus terus terlihat murung tidak bersemangat.Biar pun Alice masih sulit melupakan apa yang sudah terjadi padanya beberapa saat lalu.Tidak membuat Alice harus terlihat pasrah dan menyerah.Alice tetap menunjukkan sikapnya yang bersemangat dan tidak pernah mengeluh.Agar tidak membuat orang-orang sekitarnya mengkhawatirkan dirinya,termasuk Cecilia dan Ken sendiri.


Aku masih tidak percaya kalau gadis buta itu yang sudah menyelamatkan nyawaku..'batin Dion yang tidak percaya.


Dion pun mengalihkan pandangannya dan tidak ingin melihat Alice.Karna ia tidak mau terbawa suasana hingga membuat dirinya menjadi simpatik pada Alice.

__ADS_1


Tiba di suatu tempat,Dion langsung menuju ketempat dimana orang yang ingin ia temui Tanpa memberi konfirmasi terlebih dulu pada seorang sekretaris,Dion langsung memasuki ruangan yang dianggapnya adalah orang yang akan dia temui.


Dia langsung memasuki ruangan itu dan menghampiri orang yang sudah didepan matanya.Tanpa bicara apa pun,Dion pun melayangkan sebuah pukulan keras ke ada wajah orang itu hingga jatuh tersungkur


Buk..Buk..


Dion terus memukuli wajah orang itu tanpa henti.Emosi yang yang kini memuncak di pikiran nya,tidak bisa membuat dia mengendalikan dirinya.Tatapan Dion pun begitu tajam dan menusuk.Tidak peduli apa yang sedang dia lakukan,baginya melampiaskan emosi dan dendamnya adalah suatu yang dia lakukan.


"Apa..Apaan kau ini??" tanya orang itu yang tidak lain adalah Vino,manta Angela yang sudah dicampakkan oleh Angela karna lebih memilih Dion.


Buk..Buk..

__ADS_1


Dion tetap terus menghajarnya dan menarik kerah kemeja Vino,menghempaskan tubuh Vino secara kasar.


Ia pun kembali terus menghajar Vino yang sudah terluka parah.


Melihat keadaan Vino yang sudah terluka parah,Dion pun mencoba mencekik leher Vino.Seperti orang yang sedang dirasuki,Dion mencekik leher Vino dengan sangat kuat,sampai membuat Vino sulit untuk melepas cengkraman tangan Dion dari lehernya.


"Apa kau sedang mencoba menantang ku??kau pikir aku akan mati begitu saja??setelah kau menyuruh orang-orang bodoh mu untuk membunuhku??Hah??bajingan..!!manusia sialan..!!!" teriak Dion semakin terus mencekik Vino yang hampir tidak berdaya.


Tapi saat Dion masih terus mencekik leher Vino,tiba-tiba saja beberapa keamanan pun masuk dan menarik paksa Dion.


Sang sekretaris yang merasa bingung melihat kedatangan Dion yang tiba-tiba masuk tanpa konfirmasi padanya.Langsung melapor kepada sang petugas keamanan.Terlebih saat ia juga mendengar suara keributan yang dilakukan Dion saat menghajar Vino

__ADS_1


__ADS_2