
Keesokan harinya..
Linda masih terus menemani Alice di rumah sakit,sampai dokter mengijinkannya pulang.Sebab kondisi Alice masih harus dalam perawatan.
"Alice,bibi mau keluar sebentar..Apa kamu mau titip sesuatu??" tanya Linda pada Alice.
"Aku cuma ingin biskuit bibi." jawab Alice.
"Ya sudah,kamu tunggu sebentar ya..biar bibi belikan sekalian." ujar Linda.
"Iya bi." jawab Alice singkat.
Linda pun meninggalkan Alice sendirian dikamar perawatan.
Saat ia akan keluar dari lingkungan rumah sakit,tiba-tiba ia bertemu Dion.Yang datang langsing menghampirinya.
"Anda.-" seru Linda yang terkejut dengan kemunculan Dion dihadapannya.
Dion langsung mengangguk,seolah memberi hormat padanya.Semakin membuat Linda terkejut dan heran.
__ADS_1
"Maaf,aku mengganggu waktu mu." ujar Dion yang kali ini bicara dengan nada pelan.
"Ada keperluan apa lagi anda kesini??Apakah anda berniat ingin menyakiti keponakan saya lagi?atau anda berubah pikiran ingin meminta kembalikan uang anda,karna sudah membiayai perawatan Alice??" tanya Linda menebak dengan menuduh Dion.
Mendapatkan tuduhan yang tidak sesuai,membuat Dion hanya menarik nafas panjang.
"Apakah anda tidak bisa menilai seseorang tidak dari keburukannya saja??"tanya Dion seakan membalikkan serangan dari pertanyaan Linda.
Linda hanya memasang wajah datar.
"Aku kesini bukan seperti anda tuduhkan..Aku cuma ingin menjenguk keponakan mu itu tidak lebih." jawab Dion menjelaskan dengan tegas.
"Ini,berikan pada ponakanmu,kalau kau melarang ku tidak boleh bertemu dengannya,aku titipkan saja ini pada mu..selamat tinggal." kata Dion langsung menyerahkan sebuah bingkisan yang berisikan beberapa macam buah dan minuman herbal.Membuat Linda langsung memperhatikan isinya.
Dion pun langsung meninggalkan Linda,karna dia tidak dipercaya untuk bertemu dengan Alice.
"Tunggu." seru Linda pada Dion.
Dion pun langsung menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Kau hanya boleh bertemu dengannya 10menit,tidak lebih..Itu pun harus ada perawat yang menemani Alice..Dan aku akan memastikannya nanti jika kau sudah pergi..karna sekarang aku harus pergi..Berikan juga secara langsung pada Alice,kalau anda memang berniat hati ingin menjenguknya.." ujar Linda yang langsung memperbolehkan Dio untuk menemui Alice.Karna sesaat ia mempercayai niat baik Dion untuk menjenguk Alice.
Linda pun yang kini pergi meninggalkan Dion,sementara Dion hanya memandang kepergian Linda sambil menggelengkan kepalanya.
Dion pun membawa bingkisan tersebut kedalam untuk diberikan langsung pada Alice.Ntah apa yang di pikiran nya saat ini,sampai ia harus melakukan hal itu dengan menjenguk hanya karena ingin tahu keadaan Alice.
Sejak menolong Alice,Dion kini terus dibayangi pikirannya oleh Alice.Yang sudah jelas Alice sangat dibencinya.
Dion berjalan kearah lorong menuju kamar,dimana Alice dirawat.Tapi baru akan menuju lorong tersebut,tanpa sengaja ia melihat sosok seseorang yang tidak asing baginya.
Ia pun mencoba mengikutinya dari belakang tanpa orang itu tahu.Sampai ia berhenti dan melihat orang tersebut justru masuk ke kamar perawatan Alice sambil tersenyum.
Setelah orang tersebut masuk,Dion kembali melangkahkan kakinya ke kamar perawatan Alice.Dan berhenti tepat di pintu kamar tersebut,tapi seketika mengurungkan niatnya untuk masuk.
Dan tanpa sengaja ia melihat seorang perawat akan memasuki kamar Alice.
"Suster,tolong berikan ini pada pasien yang ada di kamar ini." ujar Dion langsung pergi.
Sang perawat hanya menatap bingung.
__ADS_1