
Sesaat Dion melirik tajam kearah Ken.Entah kenapa setiap melihat Ken,Dion begitu sinis.Terlebih melihat ia berdekatan dengan Alice kemarin.
"Bukan urusan mu." jawab Dion datar.
"Bagaimana bukan urusan ku??kalau kau pernah menyakiti perasaannya..jadi aku harus tahu apa tujuan mu sebenarnya,sebelum kau menyakitinya lagi." tanya Ken dengan tegas.
"Kenapa kau harus tahu??kurasa kau tidak perlu ikut campur dengan urusan ku..karena apa pun yang ku lakukan,kau tidak perlu tahu ."jawab Dion dengan nada sinis.
"Oke..aku tidak akan memaksa mu..tapi ku minta,menjauh lah dari kehidupan Alice..kau sudah cukup banyak menyakiti perasaannya..walau pun kau sempat menolongnya,tapi bagi Alice dia tetap saja tidak akan memaafkan mu.." ujar Ken memberi peringatan pada Dion.
Seketika Dion melirik tajam kearah Ken.
"Jangan coba mengatur ku..menjauhi atau mendekatinya tetap bukan urusan mu..jangan seolah kau menjadi pahlawan untuknya,sementara tidak ada yang bisa kau lakukan untuknya.." sindir Dion.
"Aku tetap tidak akan membiarkan mu sedikit saja mendekatinya..jika kau masih berani mendekatinya,aku akan membunuhmu." kata Ken langsung pergi meninggalkan ruangan Dion.
Dion masih menatap tajam sampai Ken meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
Tak berapa lama ponsel Dion pun berbunyi.Dion langsung menerima panggilan masuk yang menghubungi nomornya.
...****************...
Alexander yang kembali ke kantornya,sesaat menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya dengan kasar.Ia menarik nafas panjangnya sambil sesaat memijit dahinya.Ia begitu lelah dan pusing,menghadapi masalah yang terjadi padanya hari ini.
Bagaimana tidak,jika orang yang dianggapnya sudah cukup lama bekerja sama dengan perusahaannya dan bahkan sudah menjodohkan Angela padanya,justru menjadi pengkhianat untuknya.Seolah menusuknya dari belakang tanpa tahu alasan sebenarnya.
Disaat dirinya berusaha menenangkan dirinya,seorang staff di bidang keuangan memasuki kantornya.
Alexander hanya melirik datar.
"Ada apa??"tanya Alexander tanpa nada yang ramah yang biasanya selalu ia tunjukkan.
"Saya ingin memberikan laporan yang penting..sejak para investor menarik semua saham mereka dan membatalkan kerja samanya dengan perusahaan kita,kita mengalami kerugian yang begitu besar hanya dalam waktu beberapa jam saja..saham kita semakin jatuh karena masalah ini pak.." jelas staff tersebut panjang lebar sembari menyerahkan laporannya dalam sebuah berkas.
Alexander pun langsung mengambil laporan tersebut dan sesaat membacanya.Seketika ia membulatkan kedua matanya dengan tajam.
__ADS_1
"Eerghhh..Brengsek..Bajingan kau Dion..Apa tujuan mu sebenarnya..!!!" teriak Alexander dengan emosi dan melupakannya dengan merobek laporan tersebut.
Sang staff memilih untuk meninggalkan ruangan Alexander,sebelum dirinya menjadi sasaran amukan Alexander.
"Beraninya dia menipu ku..ini tidak bisa ku biarkan..Aku akan menghancurkan mu Dion..!!" kata Alexander yang masih emosi dan tidak terima dengan semua yang sudah terjadi pada perusahaannya.
Dan beberapa saat ia pun teringat akan Angela.Dia pun langsung bergegas pulang ke rumah dan kembali meninggalkan kantornya.
...****************...
Tiba di rumah,ia melihat Angela sedang bersantai di ruang tengah sambil mendengarkan musik dan membaca majalah.Hal itu membuat emosi Alexander kembali memuncak.
Alexander langsung menghampiri Angela dan mengambil majalah dari tangan Angela dan membuangnya secara kasar.
Hal itu membuat Angela terkejut dan melihat ayahnya dengan wajah sewot.
"Papa,kenapa membuang majalah ku??" tanya Angela yang langsung kesal.
__ADS_1