Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 43


__ADS_3

Linda pun langsung tersenyum haru melihat kepedulian Alice.Yang padahal Alice tidak kenal dengan orang yang Linda sudah tolong.


Alice memang gadis yang memiliki rasa empati yang tinggi dan selalu merasa tidak tega jika mengetahui seseorang dalam kesulitan,walau pun dia tidak mengenalnya.


Itu lah yang membuat Linda sangat bangga dan salut memiliki keponakan yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.Biar pun memiliki keterbatasan tapi bukan berarti Alice melupakan rasa kemanusiaannya pada sesama yang membutuhkan.


Linda pun memeluk Alice dengan erat.


"Terima kasih ya nak,hati mu sungguh mulia..Bibi yakin,ibu mu di surga pasti bangga memiliki anak yang hatinya seperti malaikat." ungkap Linda memuji Alice.


Alice hanya tersenyum dan membalas pelukan hangat sang bibi.


"Sama-sama bi,aku juga bangga punya bibi sehebat bibi yang sayang padaku." jawab Alice.


...****************...


Keesokan harinya..

__ADS_1


Arga berniat pergi kekantor Dion untuk menemuinya.sebab Arga merasa terus memikirkan keadaan Dion,terlebih ponselnya yang tidak biasa tidak aktif.


Sebelum memasuki ruangan kerja Dion,Arga lebih dulu menghampiri Bella.


"Apa bos mu ada??" tanya Arga pada Bella.


"Oh..sepertinya pak Dion belum datang.."jawab Bella.


"Hah??belum datang??" tanya Arga yang heran sembari sesaat melirik kearah jam tangannya.Arga merasa aneh mengetahui Dion belum datang.Sebab setelah ia melirik kearah jam tangannya,sudah menunjukkan pukul 11 siang.Yang seharusnya Dion berada dikantornya.Tapi kali ini,Dion justru belum juga datang ke kantor nya.


"Apa sebelumnya bos mu ada berpesan padamu??"tanya Arga dengan nada serius.


"Oke.." ujar Arga yang akan pergi meninggalkan Bella.


Sembari berjalan meninggalkan kantor Dion,Arga pun menghubungi seseorang.


...****************...

__ADS_1


Alice menemani Linda kerumah sakit.Ia sengaja minta ijin untuk tidak masuk kerja,karna hanya ingin menemani Linda.


Linda pun dengan senang hati Alice mau menemaninya.


Alice tidak hanya ingin menemani Linda kerumah sakit,tapi ingin tahu keadaan orang yang sudah ditolong oleh Linda Alice begitu penasaran,bagaimana orang itu bisa dalam keadaan terluka dipinggir jalan.terlebih Linda menebak jika orang tersebut mungkin habis dirampok.


Tapi dari kejadian itu,Linda belum melaporkan kejadian yang menimpa orang itu pada pihak polisi.sebab Linda ingin dulu mengetahui keadaan orang tersebut dan menunggunya hingga pulih.Karna baginya Linda harus tahu dulu apa yang sebenarnya sudah terjadi pada orang itu.


Tiba didepan ruang perawatan,Linda dan Alice pun berhenti.


"Alice,kamu tunggu disini ya nak..bibi mau kebagian administrasi dulu ..orang yang bibi tolong semalam,dia dirawat dikamar ini. kalau kamu penasaran,kamu boleh masuk sambil menunggu bibi datang..Tapi kalau kamu tidak mau kamu tunggu disini saja." ujar Linda sebelum pergi meninggalkan Alice disitu.


"Baik bi,aku akan tunggu didalam saja..orang itu belum sadar kan??" tanya Alice.


"Sepertinya belum Alice..Nanti bibi sekalian temui dokternya..jadi dia bisa juga diperiksa sama dokternya." jawab Linda.


"Ya sudah,aku akan tunggu didalam saja bi." ujar Alice.

__ADS_1


"Baik lah..kamu masuk saja dulu,bibi tinggal sebentar ya.." kata Linda langsung pergi meninggalkan Alice.


Alice pun mengangguk dan mengarahkan tongkatnya memasuki ruang perawatan tersebut.Alice mengarahkan tongkatnya berjalan menuju dimana orang tersebut dirawat.Biar pun dia tidak bisa melihat,tapi Alice seakan tahu kemana dia harus mencari tempat untuk duduk sambil menunggu Linda datang.


__ADS_2