
"Tolong tenang sedikit tuan Alexander..Kami benar-benar tidak mengerti apa maksud anda..Kami sangat tidak mengetahui apa yang sudah terjadi pada perusahaan anda..." ujar William mencoba menjelaskan pada Alexander yang dia memang tidak tahu.
"Aku juga tidak tahu apa yang sudah dilakukan cucu mu itu sampai harus membuat masalah dengan perusahaan ku..Kau harus bereskan masalah ini padanya..jangan sampai aku yang turun langsung untuk membereskan cucu mu itu..!!!" jawab Alexander masih dengan nada emosi dan langsung pergi meninggalkan William dan Elisabeth.
Elisabeth pun terlihat langsung cemas setelah mendengar semua perkataan Alexander.
"William,apa yang sudah terjadi??ada apa dengan Dion??"tanya Elisa yang khawatir.
"Tenang saja,kita bisa tanyakan langsung nanti pada anak itu." jawab William menenangkan Elisa.
Elisa hanya mengangguk mengikuti perkataan William.
...****************...
__ADS_1
Cukup lama mengobrol dengan Alice,Ken pun berpamitan untuk pulang.Dan membiarkan Alice untuk beristirahat.Saat keluar dari kamar perawatan,Ken kembali bertemu dengan Linda.
"Bibi,bisa kita bicara sebentar??" tanya Ken sebelum pulang.
Ken mengajak Linda untuk bicara sebentar di taman yang masih berada di area rumah sakit.
"Apa yang mau kau bicarakan Ken??"tanya Linda.
"Apakah benar Alice sudah menerima pendonor kornea mata??"tanya Ken memastikan kembali.Sebab ia begitu penasaran ingin tahu siapa sosok orang yang dengan baik hati mau mendonorkan kornea matanya.
Ken pun mengernyitkan matanya dengan bingung.
"Dari seseorang lain yang membantu??jadi bagaimana caranya orang itu bisa mau mendonorkan kornea matanya??jika masih ada orang lain yang membantu mencarikan pendonornya??"tanya Ken yang sedikit bingung.
__ADS_1
"Sebenarnya kata dokter,pasien yang akan mendonorkan kornea matanya adalah pasien koma,karna mengalami kecelakaan sebelumnya dan dokter yang menangani pasien ini sudah memprediksi bahwa sangat kecil harapan pasien akan bisa bangun lagi dari komanya.."
"sebab dia sudah mengalami koma selama beberapa bulan,dan keluarga pasien sudah pasrah jika sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi pada pasien itu..Jadi dengan berbesar hati,mereka ingin menyumbangkan anggota tubuh pasien ini termasuk kornea matanya pada orang yang membutuhkan..Dan Alice terpilih beruntung mendapatkan donor kornea matanya." jelas Linda lagi panjang lebar.
"Ternyata begitu..Tapi apakah bibi benar-benar tidak tahu siapa orang yang dibalik ini semua??"tanya Ken memastikan kembali.
"Tidak..Dokter bilang,dia belum bisa memberitahukannya sebelum operasi Alice berjalan dengan lancar..karna itu permintaan orang yang membantu itu." jawab Linda.
"Lalu bagaimana dengan dua orang yang berjaga didepan pintu kamar perawatan Alice bi??apa bibi juga tidak tahu siapa orang yang sudah memerintahkan mereka?" tanya Ken yang semakin penasaran.
"Soal itu, bibi juga tidak begitu yakin,karna Alice seperti tidak memberitahu yang sebenarnya." jawab Linda.
"Maksud bibi??" tanya Ken.
__ADS_1
"Karna bibi merasa mereka adalah orang suruhan pria itu..Pria yang sempat menghina Alice tapi juga sudah menolong Alice dari kecelakaan sebelumnya." jawab Linda menjelaskan apa adanya.
Dan seketika membuat Ken langsung teringat siapa orang yang dimaksud Linda.