
Sebelum Megan menjawab pertanyaan Arga,tiba-tiba muncul seorang lelaki memanggil Megan.
"Sayang..maaf aku terlambat." sahut lelaki bernama Tio.
Mereka pun secara kompak menoleh kearah Tio.sedangkan Megan langsing tersenyum dan menghampiri Tio.
"Tidak apa-apa..teman-teman perkenalkan dia adalah Tio calon suamiku,yang sebentar lagi kami akan menikah." ungkap Megan dengan memperkenalkan Tio sebagai calon suaminya.
Seketika membuat mereka terkejut,termasuk Dion sendiri.tapi Dion lebih tetap bersikap tenang tanpa berkomentar sedikit pun.
"Ayo,duduk..aku tidak menyangka kalau ternyata tuan putri kita dulu yang sangat terkenal disekolah kita ,rupanya sudah mau menikah..selamat Megan,semoga kalian langgeng." sahut Jimmy memberi selamat pada Megan dan Tio.
Begitu juga dengan teman-temanya yang lain.
Namun,Dion dan Arga justru hanya diam tidak mengucapkan selamat pada Megan.
Arga sengaja tidak ikut mengucapkan selamat pada Megan,karna ia lebih memilih menjaga perasaan Dion.Sebab ia tahu,kalau Dion masih menyukai Megan sampai saat ini.
__ADS_1
Tapi siapa sangka jika ternyata Dion lagi-lagi harus merasakan kekecewaan.Gadis yang masih sampai saat ini ia sukai,ternyata akan menikah.Dan membuat Dion harus menelan kekecewaan dan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.
Disela mereka yang sibuk memberikan ucapan pada Megan,Dion pun beranjak bangkit.
"Sepertinya aku harus pulang..silakan kalian nikmati acara kalian.." sahut Dion dengan nada datar dan langsung meninggalkan teman-teman Dion,termasuk Megan juga.
Arga pun menoleh dan melihat Dion yang akan pergi.Ia pun berniat ingin mengikuti Dion,tapi Megan justru lebih dulu beranjak bangkit dan seperti mengikuti Dion dari belakang.
Arga akhirnya juga ikut mengikuti mereka dari belakang tanpa sepengetahuan mereka.
"Dion.." panggil Megan.
"Aku senang bisa bertemu dengan mu lagi." ucap Megan sambil tersenyum.
Dion pun hanya diam dan melihat Megan dengan serius.
Beberapa saat Megan mengambil sesuatu dari tasnya dan memberikannya langsung pada Dion.
__ADS_1
Dion pun mengernyitkan alisnya keatas,memandangi sebuah kartu yang ternyata adalah kartu undangan pernikahan Megan dan Tio.
"Kuharap kau bisa datang..selamat tinggal." ujar Megan kembali tersenyum dan meninggalkan Dion begitu saja
Arga yang melihat merasa bingung dan heran.Terlebih saat Megan berjalan melaluinya dan hanya tersenyum padanya.
Sementara Dion hanya memandang kepergian Megan dengan pandangan yang sangat benci.Ia langsung mengepal kartu undangan ditangannya dan membuangnya dengan perasaan yang sangat marah.
Seolah Megan benar-benar tidak memandang dirinya yang pernah mengejarnya.Menganggap seakan Dion tidak berarti apa-apa untuknya.Yang dulunya pernah selalu membantu Megan,saat Megan membutuhkan pertolongan disekolah.
Dion merasa benar-benar merasa tidak dianggap oleh Megan.Hal itu seketika membuat Dion jadi sangat membenci Megan,terlebih mengetahui dia akan menikah.
Arga yang melihat hanya bisa menarik nafas panjang.Ia merasa kasihan melihat Dion,yang sudah ditolak secara tidak langsung oleh Megan.Sekian lama Dion menyimpan rasa dan menahan diri untuk tidak mencintai siapa pun.Karna masih menunggu Megan kembali dari studinya.Tapi ternyata,Dion harus mengubur dalam perasaan nya.
Arga pun menghampiri Dion,berniat ingin menghiburnya.
"Kau baik-baik saja??"tanya Arga dengan pelan.
__ADS_1
Sesaat Dion menoleh kearah Arga.Tanpa menjawab Dion langsung pergi meninggalkan Arga.
Arga pun tidak bisa menahan Dion,dan memilih membiarkan Dion pergi untuk menenangkan dirinya.