Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 56


__ADS_3

"Iya nak,bibi disini..bagaimana keadaanmu nak??apakah ada yang kau rasa sakit??" tanya Linda masih begitu cemasnya pada Alice.


Sesaat Alice melirik kearah Dion yang sedang berdiri dibelakang Dion.Membuat Linda ikut menoleh kebelakang.


"Lebih baik anda pergi dari sini,kami tidak butuh kehadiran anda.." ujar Linda mencoba mengusir Dion.


Dion pun mengangguk tanpa bicara.Tapi baru akan melangkahkan kakinya,ia pun mendengar suara Alice.


"Tuan..terima kasih." ucap Alice dengan nada pelan.


Membuat Dion terkejut dan hanya diam mematung.Ia merasa bingung kenapa Alice tiba-tiba mengucapkan terima kasih padanya.Linda pun juga ikut terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Alice.


Tanpa menjawab,Dion lebih memilih pergi meninggalkan mereka berdua.Karna tidak mau membuat Linda semakin marah padanya.Walaupun dia sudah menjelaskan bahwa bukan dirinya yang sudah melukai Alice.


"Alice,kenapa kamu harus mengatakan itu??bukankah dia yang sudah mencelakai mu??"tanya Linda yang bingung.


Alice pun menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Tidak bi..Tapi dia lah yang sudah menolongku." jawab Alice dengan pelan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa Alice??dokter bilang,saat kau dibawa kesini kau sudah dalam keadaan pingsan nak." ujar Linda yang tidak langsung percaya.


"Iya,tapi saat dia menolongku aku masih bisa mendengar suaranya yang tidak asing dan bau parfum yang ia pakai ,jadi aku yakin dia orangnya bi."jawab Alice menjelaskan lagi.


Yang beberapa kali bertemu dengan Dion,secara tidak sengaja Alice dapat mencium bau parfum yang khas yang dipakai Dion


Seketika membuat Linda terdiam.


...****************...


Dion langsung meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah.


Seakan kalimat Alice membayangi pikirannya sejak tadi.Tidak mengira jika Alice akan mengatakan hal itu,yang sudah jelas dia susah berbuat kasar terhadap Alice dan bahkan menghina Alice.


Ia merasakan perasaan yang berbeda dan seakan hatinya tersentuh dengan ucapan Alice.Padahal sudah jelas,sejak awal dia sudah sangat membenci sosok Alice.


"Apa aku sudah gila..kenapa aku harus memikirkan gadis itu..Ck.." ujarnya bicara sendiri dan langsung beranjak bangkit.


Ia pun berniat ingin membersihkan tubuhnya.Tapi baru akan melangkah ke kamar mandi,tiba-tiba terdengar suara bel pintunya berbunyi.

__ADS_1


Dion pun berjalan kearah pintu,dan sebelum membuka pintunya,ia lebih dulu mengintip dari lubang pintunya.


"Ck..Wanita gila itu lagi,bagaimana dia tahu aku tinggal disini.."gerutu Dion seketika kesal saat melihat wanita dari lubang pintunya.


Wanita itu tidak lain adalah Angela sendiri.Dengan terpaksa Diob membuka pintunya dan menatap dingin kearah Angela.


"Mau apa kau??dari mana kau tahu aku tinggal disini??kau mencoba jadi mata-mata?"tanya Dion dengan nada datar tanpa mempersilakan Angela masuk.


""Kita sudah di jodohkan bagaimana aku tidak tahu kau tinggal dimana Dion..kau tidak mau mempersilakan aku masuk dulu?" jawab Angela dan bertanya.


"Tidak..Katakan saja apa urusanmu dan langsung pergi dari sini." ujar Dion masih dengan nada datar.


"Please Dion,jangan bersikap seperti ini terus..Apakah kita tidak bisa berdamai sedikit..Biarkan aku untuk terus berada di dekatmu..Agar kita bisa saling mengenal dan kau tidak bersikap dingin terus padaku." ujar Angela.


"Cih..Kau terlalu banyak bermimpi..Bermimpi lah terus,karena mimpimu sampai kapan pun tidak akan pernah nyata..Dasar wanita sampah.." sindir Dion dengan kata tajam dan langsung menutup pintunya dengan keras.


Membuat Angela seketika terkejut dan tidak bisa berbuat apa pun.


Brengsek kau Dion..Aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku..'umpat Angela merasa kesal dengan sikap Dion yang merendahkan harga dirinya lagi.

__ADS_1


__ADS_2