
Dion yang baru akan mendekati Alice,Alice langsung membentang tangannya kearah Dion.
"Tidak,tolong jangan mendekat..sudah cukup,pergi dari sini..menjauh lah dari hidup ku..hiks.." isak Alice yang seketika menangis dan melarang Dion untuk mendekatinya.
"Aku bisa jelaskan." sahut Dion yang tanpa sadar mengkhawatirkan keadaan Alice.
"Pergi..Hiks..Jangan pernah datang lagi..Hiks..Sudah cukup anda menghancurkan hidup ku..hiks..!!" isak Alice lagi dan menyuruh Dion untuk pergi.Sebab Alice merasa begitu sakit hati karna ulah Angela yang tidak ia kenal,tiba-tiba menyerang dirinya.Terlebih juga menyinggung nama Dion,yang menyebabkan dirinya harus menjadi sasaran Angela.
"Tapi..-"
"Pergiii..!!!" teriak Alice histeris dan tetap menyuruh Dion pergi.
Dion akhirnya mengalah dan memilih meninggalkan Alice sendirian yang sudah merasa histeris.Ia yaang hanya berusaha menolong dan melindungi Alice,tidak menyangka jika membuat Alice justru salah sangka dan menganggap jika yang dilakukan Angela juga karna ulah nya.
Dion pun meninggalkan rumah sakit dengan perasaan yang begitu emosi.Emosi bukan karna Alice mengusirnya.Tapi karna ulah Angela yang sudah berani melukai Alice,yang tidak ada hubungannya dengan Angela dan dirinya.Dion tidak menyadari jika perasaannya kimi mulai terus mengkhawatirkan keadaan Alice.Seakan dia tidak mau jika seorang mana pun berani mendekati Alice,bahkan melukainya.
__ADS_1
Sesaat Dion mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Arga.
"Halo." sahut Arga menjawab panggilannya.
"Carikan aku beberapa pengawal dan hubungi aku jika sudah ada." ujar Dion memberi perintah pada Arga dan langsung menutup panggilannya.
Membuat Arga seketika merasa bingung,karna Dion yang tiba-tiba menyuruh mencari pengawal tanpa menjelaskan tujuannya.
...****************...
Linda pagi-pagi sekali kembali kerumah sakit.Ia dengan cepat bergegas ke rumah sakit,karna ia merasa khawatir semalaman tidak kembali ke rumah sakit.Disebabkan ia ketiduran dirumahnya.
Saat baru tiba di lorong menuju kamar perawatan Alice,Linda merasa heran dengan beberapa pria berbadan tegap sedang berdiri tepat disisi pintu kamar Alice.
Linda pun langsung menghampiri kedua pengawal tersebut.
__ADS_1
"Kalian ini siapa??sedang apa kalian berdiri di depan kamar keponakan ku?" tanya Linda penasaran.
"Kami adalah pengawal dari utusan seseorang yang diperintahkan untuk mengawasi kamar nona Alice dan melindungi nona Alice.." jawab salah satu dari mereka menjelaskannya pada Linda.
"Hah??utusan seseorang??mengawasi dan melindungi??apa maksudnya??siapa yang sudah memerintahkan kalian??atas ijin siapa kalian melakukan hal ini??apakah pihak rumah sakit tahu yang kalian lakukan??" tanya Linda semakin bingung dan penasaran.
"Hal itu silakan nyonya tanyakan langsung pada pihak rumah sakit..kami hanya menjalankan perintah tuan Dion." jawab pria itu lagi.
Linda hanya mengernyitkan tatapannya pada kedua pengawal tersebut.
Tanpa bertanya lagi,Linda memilih masuk ke kamar Alice.Dan kedua pengawal tersebut pun tidak melarang Linda masuk.Sebab mereka sudah diberitahukan oleh Dion sebelumnya.Jika hanya Linda pihak keluarga yang akan terus menemani Alice.
Ternyata Dion sengaja menyewa beberapa pengawal untuk menjaga dan melindungi Alice.Karna ia merasa khawatir jika Angela akan datang kembali dan menyerang Alice.
Tidak bisa melindungi secara langsung,karna Alice sudah terlanjur membencinya.Dion hanya bisa menyewa para pengawal untuk melindungi Alice.Tanpa sepengetahuan Alice dan Linda.
__ADS_1
"Alice.." panggil Linda pada Alice yang masih tertidur.