
Dion dan Arga hanya menatap bingung melihat Linda sebagai wanita asing yang tiba-tiba datang memakinya.
"Kau siapa?berani sekali kau datang memaki ku..!!" tanya Dion dengan nada lantang nya
"Anda tidak perlu tahu siapa saya..kalau balasan yang seperti ini harus saya dan keponakan saya terima,saya sangat menyesal menolong anda..Bahkan saya juga menyesal sudah tulus menolong anda tapi pada akhirnya menjadi tidak ikhlas karna sikap anda yang terlalu sombong..kalian semua orang kaya memang bukan manusia..!!!" sentak Linda lagi kembali meluapkan seluruh emosinya dan langsung pergi.
"Apa-apaan wanita gila itu??Berani sekali dia memaki ku.." ujar Dion yang kesal.
"Dia sepertinya memang kerabat gadis itu..wajar saja dia begitu marah,jika gadis itu bercerita tentang harus mendapatkan perlakuan yang harus dia terima..jika aku jadi dia,mungkin aku akan melakukan hal yang sama." ujar Arga menyindir Dion.
Dion pun langsung menatap tajam kearah Arga.
__ADS_1
"Kau memihak ku hanya untuk menyalahkan ku.." tegur Dion yang kesal.
"Bisa jadi,karna kau memang benar-benar sudah keterlaluan..kau baca ini,data ini membuktikan jika penilaian mu terhadap gadis itu sudah salah besar.." kata Arga sembari mengerjakan data pemeriksaan Dion sebelumnya.
Dion pun sesaat membaca data tersebut.
"Disitu tertulis kau mengalami luka parah diperut,dan menyebabkan kau kehilangan banyak darah.Karna kehilangan banyak darah,kau diharuskan menerima transfusi darah yang sesuai golongan darahmu..Tapi sayangnya,rumah sakit ini kebetulan kehabisan cadangan stok darah..Dan kau mau tahu siapa orang yang sudah mendonorkan darahnya untukmu??". jelas Arga panjang lebar dan sengaja memberi tebakan pada Dion.
Dion hanya menatap penasaran.
Dion pun memastikan perkataan Arga.Dan benar saja jika dia menerima transfusi darah dari seseorang yang tidak dicantumkan namanya.
__ADS_1
"Disini tidak tercantum siapa namanya..Bagaimana kau bisa mengatakan jika gadis itu yang sudah mendonorkan darahnya untukku??kau pikir aku akan percaya hanya dari tulisan ini. heuh." ujar Dion yang justru tidak mempercayai perkataan Arga dan data tersebut.
Arga pun menarik nafas panjangnya.
"Kenapa aku bisa mengatakan hal ini,karna aku lebih dulu mencari tahu sebelum mengungkapkan semuanya..Dan wanita tadi,dia adalah memang kerabat gadis itu.. Intinya mereka adalah orang yang sudah menyelamatkan nyawamu yang jika terlambat sedikit saja,mungkin kau sudah tinggal nama..Ini semua penjelasan dari dokter yang dari awal sudah menangani mu..jadi menurutku mereka tidak salah,tapi mereka adalah pahlawan hidupmu..dan kau lah yang sebenarnya salah ." jelas Arga panjang lebar.
Sesaat Dion terdiam dan fokus membaca data tersebut.
"Tapi aku tetap tidak percaya..aku menganggap gadis itu pembawa sial untuk hidupku.."ujar Dion dengan tegas dan nada kebencian.
Arga kembali menarik nafas panjangnya.
__ADS_1
"Kuharap ini tidak jadi penyesalan untukmu..biar waktu yang akan jawab nanti..Akan ku percepat pencarian pelaku sebenarnya..semoga tuduhan mu tidak benar." ucap Arga yang terus membela Alice.
Karna ia begitu yakin bahwa orang yang sudah mencoba membunuh Dion,bukanlah berkaitan dengan Alice.tapi Dion tetap menganggap Alice sebagi penipu.Dan tidak percaya jika Alice yang sudah menyelamatkan dirinya.