
Esok harinya..
Alice meminta ijin pada sang dokter ingin melihat keadaan Dion.Sebab sejak dirawat ia masih belum melihat bagaimana kondisi Dion sekarang.
Untungnya sang dokter mengijinkan Alice untuk melihat keadaanya.Ia pun berjalan keluar kamar sendirian saat tidak ada sang bibi.
Ia menuju kamar perawatan Dion yang letaknya tepat disebelah kamar perawatannya.
Alice pun membuka pintu kamar tersebut secara perlahan dan mulai memasuki nya.
Dan pada saat bersamaan,Ken yang berniat ingin menjenguk Alice.Tanpa sengaja ia melihat Alice memasuki kamar perawatan.
Ken langsung tersenyum saat melihat melihat Alice.
Namun,beberapa saat langkahnya langsung terhenti.Ketika ia belum memasuki kamar tersebut untuk bertemu dengan Alice.
Ken seketika diam mematung,kala melihat Alice tengah bersama Dion.Ia begitu kecewa saat melihat Alice tersenyum pada Dion.
Ia pun menarik nafas panjang sambil menunduk.
Akhirnya Ken memilih untuk pergi dan mengurungkan niatnya bertemu dengan Alice.
__ADS_1
Saat akan berjalan meninggalkan lorong,ia pun bertemu dengan Linda bibi Alice.
"Ken." sapa Linda pada Ken.
Ken pun tersenyum sambil mengangguk.
"Apa kamu kesini mau ketemu Alice??" tanya Linda.
"Iya,tapi sepertinya tidak tepat..tolong sampaikan saja salam ku untuk Alice,semoga dia cepat sembuh..dan aku bersyukur Alice dalam keadaan baik-baik saja..Aku pamit bi.." ucap Ken panjang lebar dan langsung pergi.
Linda pun hanya menatap bingung.
Sementara Alice merasa senang melihat kondisi Dion yang sudah membaik.
"Aku bukan lelaki lemah,hanya tikaman seperti itu bisa membuatku mati konyol..Apa lagi itu hanya amatiran." ujar Dion dengan sedikit sombong.
"Baguslah kalau tuan pria yang kuat.dan terima kasih tuan sudah menolong saya." ucap Alice.
"Kata terima kasih saja tidak cukup." ujar Dion.
Alice pun menatap bingung.
__ADS_1
"Maksud anda??" tanya Alice.
"Menikah dengan ku,kata terima kasih mu akan ku pertimbangkan." jawab Dion sambil tersenyum.
"Me..Menikah??kenapa??" tanya Alice.
"Karena aku ingin kau terus bersama ku..sepertinya tanpa ku hidup mu tidak akan aman." jawab Dion dengan santainya.
"Tapi kenapa harus saya tuan??bukan tuan sudah mengetahui jika papa ku telah membuat tuan kehilangan kedua orang tua." ucap Alice yang tiba-tiba menyinggung.
"Yah,tapi kau tidak terlibat dan kau tidak tahu apa-apa tentang hal itu bukan??"tanya Dion.
"Benar,tapi ibu ku mengetahui semuanya. saat itu ibuku pernah mendengar pembicaraan papa ku dengan orang lain.Memang pada waktu itu aku masih kecil,tapi aku sepertinya memahami jika papa ku sangat marah.Saat ibu ku ketahuan mendengar pembicaraan mereka." jelas Alice panjang lebar.
"Jadi menurut mu ,ibu mu adalah orang satu-satunya saksi yang tahu rencana busuk papa mu??" tanya Dion.
"Kurasa begitu,karena papa ku berusaha ingin mencelakai ibu ku." jawab Alice.
"Apa kau tahu apa yang terjadi pada kedua orang tua ku??" tanya Dion lagi.
"Tidak tahu.." jawab Alice sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Si tua bangkaitu sudah membuat kedua orang tua ku mati keracunan..Dia membuat skenario jika mereka bersama-sama ingin bunuh diri.Dan sejak kematian mereka,itu menjadi misteri untukku..Tapi,selama ini aku memang sudah mencurigai dia..Karena hidupnya semakin kaya setelah dia mengambil apa yang dimiliki dari kedua orang tua ku." jelas Dion panjang lebar.