
"Kenapa anda kesini??" tanya Alice yang penasaran.
"Maaf,kalau aku mengganggu waktu istirahat mu." ujar Dion.
Alice memilih diam dan tidak menanggapi ucapan Dion.
"Aku kesini cuma ingin melihatmu keadaan mu saja..kalau kau merasa keberatan aku akan pergi." ucap Dion dengan nada pelan dan tenang.
"Katakan saja apa mau anda dan segera tinggalkan saya..karna saya tidak mau bicara dengan anda..saya sudah cukup menderita menerima penghinaan dari anda." jawab Alice dengan nada tegas.
Dion pun langsung menarik nafas panjangnya.
"Aku tahu,apa yang sudah terjadi pada mu pasti akan membuat mu sulit untuk menerima permintaan maaf ku,karna kedatangan ku memang cuma ingin mengatakan kalau aku ingin minta maaf padamu.." ungkap Dion panjang lebar.
Sesaat membuat Alice terkejut mendengar ungkapan Dion yang tiba-tiba minta maaf padanya.Tapi,Alice tidak ingin percaya begitu saja.Mengingat bagaimana sikap Dion terhadapnya.Bahkan menuduh dirinya yang akan membalas dendam padanya.
"Apakah itu saja yang ingin anda katakan??"tanya Alice dengan nada datar nya.
__ADS_1
"Aku cuma mengharapkan kau bisa memaafkan ku dan melupakan semua yang terjadi sebelumnya ." jawab Dion.
Alice pun mengalihkan wajahnya.
"Saya memaafkan anda,tapi maaf saya tidak bisa melupakan bagaimana sikap anda kepada saya.." ujar Alice dengan nada cuek.
"Oke..aku paham,aku tidak akan memaksa mu..Maaf,kalau aku baru menyadari jika ternyata kau sudah mengorbankan diri mu untuk menolong ku waktu itu..Aku berhutang nyawa padamu..Suatu saat aku akan membalas kebaikan mu." kata Dion memilih untuk mengalah.
"Anda tidak perlu membalasnya..Saya menolong anda hanya atas dasar kemanusiaan,bukan menginginkan balasan dari anda..dan saya tidak pernah menyesalinya,jika orang yang saya tolong adalah anda..jadi tolong jangan mengganggu kehidupan saya lagi,saya tidak mau menimbulkan masalah lagi jika bertemu dengan anda." ucap Alice panjang lebar dan tegas.
Sebelum dia memilih pergi,sesaat dia memberikan sebuah bingkisan dan menaruhnya di atas meja.
"Aku pergi." sahut Dion langsung pergi.
Alice tidak menjawab dan tetap mengalihkan wajahnya.
Dion pun meninggalkan Alice dan memilih pulang.
__ADS_1
Baru akan meninggalkan rumah sakit,ia dikejutkan dengan kemunculan Angela didepannya.
"Kau.-" seru Dion yang kaget.
"Jadi ini alasanmu yang terus menolak ku??" tanya Angela dengan nada sewot.
Dion hanya mengernyitkan pandangannya pada Angela.
"Siapa gadis itu??apakah dia yang membuat mu terus menolak ku??" tanya Angela yang langsung menyinggung Alice.
"Bukan urusan mu." jawab Dion datar.
"Bagaimana bukan urusan ku??kita sudah dijodohkan,apakah aku harus tinggal diam melihat mu bersama gadis lain yang usianya lebih muda dari ku??apakah selera mu menyukai gadis muda??apa kelebihan yang dimiliki gadis itu??dia pasti tidak sebanding dengan ku kan??terlihat dia seperti gadis miskin..!!" ucap Angela meluapkan amarahnya pada Dion.
Mendengar Angela menghina Alice,emosinya pun langsung memuncak.Dengan reflek Dion langsung mengapit kedua pipi Angela dengan kasar.
"Tahu apa kau tentang dia..Kau memang tidak bisa dibandingkan dengan dia..karna dia bukan gadis murahan seperti dirimu..Seharusnya kau berkaca,bahwa kesombongan dan kemunafikan mu itu adalah cerminan diri mu sendiri..Kau tidak layak dibandingkan dengannya..Paham..!!" ucap Dion langsung menghempaskan wajah Angela dengan kasar dan langsung pergi.
__ADS_1