Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 6


__ADS_3

Dion kembali menghempaskan tubuhnya di kursi.Ia semakin pusing dengan apa yang sudah terjadi padanya hari ini.Kekalahan tender dan Angela yang datang sebagai pengganggu.


"Hari ini benar-benar membuatku muak..!!" sahutnya dengan perasaan kesal.


Sesaat Dion pun memejamkan matanya demi menenangkan hati dan pikirannya yang sudah emosi.


...****************...


Alice akhirnya tiba disebuah toko kue dimana tempat ia bekerja.Alice sudah beberapa bulan bekerja ditoko tersebut.Toko yang tidak begitu besar tapi sudah memiliki pelanggan yang cukup banyak.Alice juga merasa beruntung karna pemilik toko kue tersebut memberinya kesempatan untuk bekerja disana.


Toko kue yang sebelumnya masih terlihat sepi,kini mulai rame pengunjung sejak kehadiran Alice bekerja disana.walaupun Alice memiliki keterbatasan penglihatan,namun tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja dengan rajin dan giat.


Alice juga gadis yang baik dan ramah pada setiap pelanggan.Pelanggan juga merasa puas dengan pelayanan Alice yang terkesan pintar merayu pelanggan untuk membeli kuenya Terlebih merasa salut,dengan keterbatasan yang dimiliki Alice tapi Alice tetap bersemangat dan ikhlas menjalani pekerjaannya.


"Selamat pagi Alice." sapa seseorang yang tidak asing Alice dengar.


"Selamat pagi pak Ken.." balas Alice menyapa Ken yang adalah pemilik toko kue.


"Kau sudah siap untuk hari ini??" tanya Ken dengan nada yang sangat ramah.

__ADS_1


"Iya siap pak..Saya selalu siap untuk memulai hari saya bekerja.."jawab Alice langsung bersemangat sambil tersenyum.


"Bagus..Pertahankan semangat mu setiap hari ini..Jangan lupa awali harimu dengan berdoa.." ujar Ken mendukung semangat Alice.


"Baik pak..Siap laksanakan..hehe." jawab Alice tersenyum lagi.


Ken pun meninggalkan Alice menuju ruangan kerjanya.


Ken sudah lama mengenal Alice sejak kecil.Sejak Alice mengikuti sang bibi pindah rumah,karna ibu kandungnya yang sudah meninggal.Demi agar Alice tidak terus merasa sedih jika mengingat tragedi menyedihkan yang pernah menimpa dirinya dan sang ibu.


Ken pemuda yang sangat baik dan perhatian.Dia juga menerima keadaan Alice yang memiliki keterbatasan penglihatan.Baginya tidak masalah melihat kondisi Alice yang tidak bisa melihat.


Maka sejak Ken memutuskan untuk membuka toko kue,Ken mengajak Alice untuk bekerja di toko nya yang belum lama buka.Dan sejak itu lah toko Ken menjadi ramai karna kehadiran Alice.


Sementara Alice walaupun tidak bisa melihat,tapi dia dapat membedakan setiap jenis kue yang dipajang dengan menggunakan indra penciumannya.Hal itu membuat Alice tidak merasa sulit untuk menawarkan setiap kue yang ia jual pada pelanggan.Dan untungnya Alice juga tidak pernah melakukan kesalahan setiap menjual kue-kue tersebut.


Disaat Alice sudah bersiap ajan mulai bekerja,tiba-tiba seorang gadis menghampirinya dengan menepuk bahu Alice dari belakang.


Buk..

__ADS_1


"Astaga..Siapa??" tanya Alice langsung mencoba menoleh dan tangannya pun meraba.


"Ini aku beb..Cecilia..Hehe.." sahut Cecilia teman Alice satu kerjaan dengannya.


"Cecilia,kamu hampir membuatku serangan jantung." ujar Alice yang merasa terkejut.


"Mati donk..Jangan lah..Hehe.." gurau Cecilia.


Alice sesaat cemberut.


"Bercanda..Kau sudah dari tadi datang ya??"tanya Celilia.


"Iya..Seperti biasa Cel." jawab Alice sembari mencoba meraba mencari tempat duduk.


Cecilia pun membantu Alice memberikan kursinya.


"Kau ini terlalu rajin sekali..ingin jadi karyawan teladan ya..??" ujar Cecilia yang heran.Sebab dirinya sendiri selalu saja datang terlambat,berbeda dengan Alice yang lebih rajin dan disiplin dalam bekerja.


"Mungkin,bisa juga jadi contoh untukmu..Hehe." jawab Alice yang secara tidak langsung menyindir Cecilia.

__ADS_1


"Ck..Bisa saja kau menyindir ku..hahaha." sahut Cecilia yang merasa tidak tersinggung dengan ucapan Alice.


__ADS_2