
Sesaat Alexander memperhatikan wajah Alice.Saat memperhatikannya,sesaat ia merasa seperti tidak asing untuknya.
Alexander pun mendekati Alice dan berniat ingin membuka perban yang ada didepan matanya.Menyadari sesuatu menyentuh perbannya,Alice langsung terkejut dan berusaha menghindar.
"A..Apa yang ingin tuan lakukan??" tanya Alice yang masih terkejut.
Tanpa menjawab pertanyaan Alice,Alexander perlahan membuka perban di mata Alice.Ia tidak tahu apa yang di pikirkan nya,tapi dia merasa penasaran dengan mata Alice yang masih di tutupi perban tersebut.
Saat perban mulai terlepas,Alice pun merasa sedikit silau ketika ia mulai membuka matanya.
Dan beberapa saat ia memperhatikan sosok Alexander yang ada didepan matanya.
...****************...
Ken masih terus mencari keberadaan Alice.Ia tampak begitu bingung harus kemana mencarinya.Perasaan yang begitu khawatir dengan keadaan Alice,membuat pikirannya juga ikut kacau seperti Dion.
__ADS_1
"Dimana kau Alice??kenapa kau harus menghilang tiba-tiba." ujarnya bicara sendiri sambil tetap terus memperhatikan situasi keadaan.
...****************...
Saat Alice mulai merasa bisa melihat kembali walau masih samar.Seketika Alice merasa syok saat melihat sosok Alexander ada di depan matanya.
"Pa..Papa.." seru Alice yang langsung mengenali wajah ayahnya yang pernah menghilang setelah kecelakaan dia dan ibunya terjadi sebelumnya.
Alexander pun begitu terkejut saat Alice memanggil namanya.
"Apa maksudmu??" tanya Alexander penasaran dan masih terlihat syok.
"Jangan bilang kau..-" seru Alexander yang tidak melanjutkan kalimatnya.
"Aku adalah Alice,putri kandung mu pa..!!" ucap Alice dengan jelas.
__ADS_1
Alexander semakin syok dan tidak percaya dengan ucapan Alice.Bagaimana bisa ia bertemu kembali dengan Alice,setelah sekian tahun lamanya ia pergi tanpa kabar.Karena mengira Alice dan sang istri telah mati setelah kecelakaan waktu lalu.
"Bagaimana bisa kau menganggap ku adalah ayah mu??" tanya Alexander yang belum mengakui dirinya.
"Tentu saja dari tahi lalat yang papa miliki di pipi itu..wajah mu tidak berubah sama sekali.."jawab Alice memberitahukan letak tahi lalat yang di miliki Alexander.
"Papa juga memiliki bekas luka di pergelangan tangan,karena saat itu papa pernah menolong ku dari cipratan minyak panas.."sambung Alice kembali mengingatkan masa lalunya.
Alexander pun mulai terlihat panik dan gugup saat Alice benar mengatakan semuanya tentangnya.Dan sesaat melirik kearah pergelangan tangannya.Terlihat bekas luka tepat yang dikatakan Alice tadi.
"Tidak mungkin,anak ku seharusnya sudah mati bersama ibunya." ujar Alexander menepis semua perkataan Alice.
"Mama memang sudah meninggal,tapi aku masih hidup dan kondisi mata ku harus mengalami kebutaan,tanpa bisa melihat selama berapa tahun ini..dan disaat itu kau meninggal kan ku pa..!!" kata Alice menegaskan.
"Artinya kau sudah mengetahui semua yang terjadi dengan kita??karena kau satu-satunya saksi kematian ibu mu?" tanya Alexander yang kini justru menatap tajam kearah Alice.
__ADS_1
Bukan merasa bersalah dan sadar akan masa lalu yang pernah ia lakukan.Tapi ia justru seakan merasa tidak bersalah dan menganggap pertemuannya dengan Alice hanya akan mempersulit hidupnya.
"Alice..Alice..yah,kau benar..aku adalah ayah mu..Mattew Alexander,seorang suami dari ibumu sekaligus ayah mu yang berencana ingin melenyapkan hidup mu dan juga wanita tidak berguna itu.Tapi siapa sangka kalau ternyata kau masih saja hidup dan hanya akan menjadi masalah untuk ku..!!" ungkap Alexander dengan nada santai nya.