
Setelah matanya diperiksa,Linda dan Alice pun meninggalkan rumah sakit.
"Bi .. bibi pulang saja dulu..aku akan balik ke toko.." ucap Alice sebelum meninggalkan rumah sakit.
"Memangnya kamu tidak ijin libur nak??" tanya Linda.
"Tidak bi,berapa hari dirawat di rumah sakit itu sudah cukup lama aku ijin tidak masuk..jadi akh merasa tidak enak jika hari ini tidak masuk lagi." jawab Alice menjelaskan.
"Ya sudah,kalau begitu biar bibi antar kamu ke tempat kerjamu nak." ujar Linda.
"Tidak usah bi..biar aku pergi sendiri saja..bibi pulang ke rumah dan beristirahat saja..aku sudah banyak merepotkan mu bi." kata Alice menolak diantar Linda.
"Baik lah nak..tapi kamu jangan pernah bilang kamu merepotkan bibi,karna kamu tidak pernah merepotkan bibi..mengerti." ujar Linda sebelum meninggalkan Alice.
Alice mengangguk sambil tersenyum.
"mengerti bibi Linda." jawab Alice.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu hati-hati ya..jaga dirimu."ucap Linda yang akhirnya meninggalkan Alice sendirian.
Alice yang kini sendiri,mengarahkan tongkatnya untuk berjalan menuju halte bis.Belum sampai di halte bis,sebuah mobil pun terhenti tepat didepan Alice sebelum ia berjalan mendekati mobil tersebut.
Dan seorang pria berbadan tegap menghampirinya.
"Maaf nona..saya diperintahkan untuk mengantar nona ke tempat tujuan yang nona akan pergi." sahut pria berbadan tegap itu.
Alice pun langsung terkejut,saat seorang asing yang tiba-tiba muncul dan bicara padanya.
"Diperintah siapa??" tanya Alice sedikit gugup.
Apa??dia lagi??kenapa harus dia lagi??' batin Alice yang kembali terkejut dan heran.
"Maaf,tidak usah..saya bisa pergi saya..terima kasih untuk tawarannya..dan tolong katakan pada atasan anda,untuk tidak perlu repot-repot mengawasi saya dan jangan menganggu saya lagi..permisi." kata Alice memberi peringatan dan langsung mencoba meninggalkan pria itu.
Tapi baru melangkahkan kakinya,Alice tidak tahu jika kini pria yang dimaksudnya sudah berdiri tepat dihadapannya.
__ADS_1
"Keras kepala.." sahut Dion dengan nada dingin.
Alice yang hanya bisa mendengar suara yang tidak asing itu,cuma bisa terdiam mematung.
"Aku sudah mencoba melakukan sesuatu kebaikan untuk mu,tapi kau seolah menolak dengan jual mahal." sindir Dion.
Membuat Alice hanya memasang wajah cemberut.
"Maaf tuan,aku bukan menolak kebaikan anda..tapi aku cuma tidak mau anda mengusik hidup ku lagi..kalau anda merasa tidak puas dengan sikap ku kemarin,tolong renungkan dulu sikap anda sebelumnya pada ku..jika anda benar-benar menyadari apa kesalahan anda,aku akan berterima kasih pada anda karna anda sudah menolong ku kemarin..Permisi." ucap Alice dengan tegas dan berjalan melalui Dion begitu saja sambil mengarahkan tongkatnya.
Dion langsung merasa kesal dan tidak puas dengan jawaban yang diberikan Alice.Ia pun berbalik dan menarik tangan Alice menuju mobilnya.
"Hei..Apa yang anda lakukan??" tanya Alice mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Dion.
Dion pun seakan tidak peduli dan tetap memaksa Alice masuk kedalam mobil nya.Walau ia harus menerima pukulan dari tangan Alice dari sebelah tangan.
"Jalan.." sahut Dion memberi perintah pada sang sopir pribadinya.
__ADS_1
"Baik tuan." jawab sang sopir langsung melaju kan mobilnya meninggalkan tempat itu.