
Malam harinya..
Dion bersiap-siap akan pergi ke suatu tempat.Ia meninggalkan kediamannya yang letaknya disebuah apartemen mewah.Ia memilih untuk tidak tinggal bersama kakek dan neneknya.sebab Dion merasa bosan dengan semua aturan yang selalu diterapkan oleh mereka.
Dion lebih memilih tinggal terpisah,agar dia bisa lebih bebas dan melakukan apa pun yang dia mau.Walau dirinya sudah dijodohkan dengan Angela,tapi baginya perjodohan itu tidak penting.Dan tidak mengikat dirinya harus terus bersama Angela.Terlebih untuk bisa saling mengenal sebelum mereka benar-benar akan menikah.
Dion mengemudikan mobil mewahnya menuju sebuah cafe& bar,tempat dimana ia biasa menghabiskan waktu semalaman disana.
Tiba disana,ia sudah langsung disambut okeh seorang pemuda bartender bernama Gerald yang sudah cukup lama mengenal dirinya.
"Berikan aku minuman yang biasa." ujar Dion sembari duduk tepat dihadapan Gerald dengan dibatasi meja yang cukup panjang.
"Oke..Langsung kusiapkan." jawab Gerald sambil tersenyum dan membuatkan minuman yang selalu dipesankan Dion.
"Hari ini kau cuma sendiri??" tanya Gerald sambil tetap meracik minuman untuk Dion.
"Seperti yang kau lihat sekarang." jawab Dion dengan nada santai.
"Dimana teman mu itu??Arga??" tanya Gerald menyinggung Arga.
__ADS_1
"Seperti biasa,selalu bermain dengan ja*angnya." jawabnya.
"Haha..Bahasamu tajam sekali.." gurau Gerald.
Dion hanya tersenyum.
"Lalu kapan kau akan mengajak wanita idamanmu??" tanya Gerald lagi.
"Wanita idaman apa???aku tidak punya." jawab Dion datar.
"Why??jadi bagaimana dengan wanita bernama Angela itu??bukankah dia calon tunangan mu??" tanya Gerald yang kini menyinggung Angela.
"Dia bukan siapa-siapa ku,wanita itu saja yang terlalu percaya diri.Sedetik saja aku melihatnya sudah membuatku muak." jawab Dion dengan sinis.
"Oh. jadi kau tidak suka dengan wanita itu,kenapa kau tidak berikan padaku saja..Haha." ujar Gerald yang kembali bergurau sembari menghidangkan minuman yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Kalau kau ambil saja,aku tidak butuh wanita bekas orang..aku ingin wanita yang benar-benar masih suci dan bersih." ujar Dion yang kini meremehkan Angela.
"Haha..Kau pikir masih jaman wanita yang masih suci dan bersih??tidak ada satu pun wanita yang masih virgin,terlebih di kota metropolitan ini bro.." ujar Gerald yang langsung mematahkan ucapan Dion.
__ADS_1
Dion kembali tersenyum.
"Pantas saja kau sangat pemilih pada wanita,ternyata pilihanmu sangat langka bos..hehe." ujar Gerald.
"Ya..menang tidak akan ada wanita yang seperti itu,kalau pun ada dia pasti sudah menjadi rebutan para lelaki untuk dinikahi." ujar Dion.
"Kau benar,tapi aku doakan semoga kau bertemu dengan wanita seperti itu..dan Angela berikan padaku..Hehe." ujar Gerald kembali tertawa kecil.
"Kau tidak perlu menunggu,kau bisa ambil dia sekarang.." jawab Dion.
"Kau bisa saja." ujar Gerald tersenyum.
Dion dan Gerald akhirnya menghabiskan waktu untuk mengobrol.
Hingga waktu yang sudah menunjukkan tengah malam dan tempat tersebut sudah akan mau tutup.Dion pun bersiap-siap akan pulang.
"Terima kasih untuk sudah menemaniku mengobrol..ini tip untukmu.." ujar Dion sembari memberikan beberapa lembar uang pada Gerald.
"Thanks my bos..sering-sering kesini..haha." ujar Gerald langsung mengambil uang tersebut dengan semangatnya.
__ADS_1
Dion hanya tersenyum dan langsung meninggalkan cafe tersebut.Ia lun berjalan kearah parkiran mobilnya.Sebelum ia akan berjalan kearah mobilnya,tiba-tiba seseorang memanggil namanya.