
"Kakek jangan khawatir,semua sudah ku pikirkan." jawab Dion dengan tatapan yang sangat serius.
William dan Elisa hanya saling pandang.
...****************...
Esok harinya..
Linda mengajak Alice ke rumah sakit untuk menemui sang dokter bedah mata yang akan mengoperasi mata Alice nantinya.
Tiba di rumah sakit,sang dokter pun sudah menunggu kedatangan mereka.Sang dokter yang bernama Richard menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah.
"Selamat siang dok." sapa Linda.
"Selamat siang nyonya..silakan duduk." jawab sang dokter membalas sapaan Linda.
__ADS_1
"Maaf dok,kami menganggu waktu anda." ujar Linda.
"Tidak apa-apa nyonya..kebetulan waktu saya juga senggang..dan bisa memeriksa kondisi mata Alice sebelum akan tindak lanjuti operasi nantinya." jawab dokter Richard.
"Baik dok..tapi sebelumnya,boleh kah kami bertanya??karna penjelasan dokter kemarin melalui telepon,membuat saya tidak begitu ingat dengan jelas." ujar Linda.
"Silakan nyonya..apa yang nyonya ingin tanyakan??" tanya dokter Richard.
"Begini,apakah kami boleh tahu siapa orang yang sudah berbaik hati mendonorkan kornea matanya untuk keponakan saya??atau keluarganya pun juga boleh dok." tanya Linda karna Alice yang masih penasaran,jadi ia meminta Linda untuk bertanya kembali pada sang dokter.
"Oh begitu,baik lah saya akan jelaskan lagi.. Sebenarnya orang yang akan mendonorkan kornea matanya untuk Alice,adalah pasien di rumah sakit ini juga..Dia menderita koma akibat kecelakaan yang menimpa dirinya beberapa bulan lalu..tapi karena pihak keluarga sudah pasrah dengan kondisi pasien yang hanya sedikit memiliki keajaiban bisa sembuh atau bangun dari komanya itu sangat kecil..jadi pihak keluarganya memutuskan untuk mendonorkan sebagian organ tubuhnya untuk pasien yang membutuhkan ,termasuk kornea matanya..Berharap kepergian pasien yang koma ini bisa memberikan yang bermanfaat untuk orang yang membutuhkan organ tubuhnya." jawab dokter Richard panjang lebar.
"Tapi dok,bukankah sebelumnya dokter bilang ada seseorang yang justru membantu mencarikan Alice pendonor??apa itu benar dok??"tanya Linda memastikan lagi.
"Iya itu benar..seseorang itu sebenarnya kebetulan teman saya.." jawab dokter Richard lagi.
__ADS_1
"Apakah kami boleh bertemu dengan orangnya dok?" tanya Linda ingin tahu.
"Saya sih tidak keberatan,tapi sayangnya teman saya justru melarang saya untuk tidak memberitahu anda dulu,sampai operasi mata Alice berjalan lancar,dan memastikan Alice sudah bisa melihat..da pada saat itu ia baru akan menunjukkan dirinya..Itu amanat dari nya..Maaf nyonya." jawab dokter Richard.
"Oh begitu..ya tidak apa-apa dok..kami sebenarnya sangat berterima kasih pada orang itu yang sudah jadi pahlawan yang mau membantu keponakan saya.." ucap Linda.
"Ya..saya juga turut senang,akhirnya ada pasien lain yang mau membagikan kebaikannya untuk Alice." jawab dokter Richard.
"Lalu kapan Alice bisa melakukan operasinya dokter??" tanya Linda penasaran.
"Mungkin dalam beberapa hari lagi,sehari sebelum waktunya saya akan mengkonfirmasi nyonya." jawab dokter Richard.
"Terima kasih dok,sudah banyak membantu Alice."ucap Linda berterima kasih pada dokter Richard.
"Sama-sama nyonya..sudah menjadi tugas saya..kalau begitu,mari Alice saya akan periksa kondisi mata kamu dulu." jawab dokter Richard beranjak bangkit dan mengajak Alice untuk menuju ranjang pemeriksaan.Linda pun membantu menuntun Alice menuju ranjang,untuk diperiksa kondisi mata Alice.
__ADS_1