Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 44


__ADS_3

Alice pun dapat duduk tepatnya di samping ranjang,dimana orang yang dirawat itu tengah terbaring di atas ranjang,dengan dipasangnya alat pernafasan dan infus ditangannya.Yang kondisinya masih belum stabil dan juga belum sadarkan diri.


Suasana yang begitu tenang dan hening,membuat Alice hanya bisa duduk diam tanpa bisa melihat seperti apa keadaan orang tersebut.


"Bagaimana pun keadaanmu tuan,semoga anda cepat sadar dan cepat sembuh." sahut Alice yang mendoakan orang tersebut dengan tulusnya.


Dan seketika orang yang masih dalam perawatan itu pun perlahan menggerakkan tangannya tapi masih belum bisa membuka matanya.


Tidak berapa lama Linda pun datang bersama sang dokternya ,yang sebelumnya menangani orang tersebut.


Sang dokter pun beberapa saat memeriksa keadaan orang tersebut dan didampingi seorang perawat juga.


"Bagaimana keadaan orang ini dok??"tanya Linda lebih dulu sebelum sang dokter pergi.


"Keadaannya sudah menunjukkan respon yang baik..Dia sudah melewati masa kritisnya semalaman..Hanya tinggal menunggu pasien sadar..Dan disitu kita bisa melihat kondisinya semakin membaik atau tidak.." jawab sang dokter menjelaskan.


"Jadi keadaannya sudah tidak terlalu parah dok??" tanya Linda lagi

__ADS_1


"Tidak,tapi saat ini dia masih harus membutuhkan transfusi darah karena pasien sempat kehilangan banyak darah akibat bekas tusukan diperutnya, tapi sayangnya kebetulan rumah sakit kami kehabisan stok darah untuk golongan darah pasien,jadi harus menunggu sampai kami mendapatkan donor darah dari pendonor. Dan pasien harus segera mendapatkan transfusi darah untuk mempercepat pemulihan keadaanya." jelas sang dokter lagi


"Memangnya golongan darah dia apa dok??siapa tahu cocok dengan kami." tanya Linda lagi


"Dari hasil pemeriksaan saya,golongan darah pasien AB.. golongan darahnya cukup susah didapat..jadi tidak semua pendonor memiliki golongan darah yang sama..itu sebabnya kami kehabisan stok kantong darah." jawab sang dokter lagi.


"Tapi dok,sebelumnya saya ingin tahu dulu,selain golongan darah yang dokter jelaskan tadi apakah ada golongan darah lain yang cocok untuknya.?"tanya Linda memastikan.


"Ada,antara golongan darah A atau B..hanya golongan darah A atau B yang dapat menerima untuk golongan darah pasien."jawab sang dokter..


Linda pun langsung menoleh kearah Alice.


"Alice." seru Linda.


"Tentu saja bisa,hanya A atau B yang nisa diterima untuk golongan darah AB."jawab sang dokter.


"Kalau begitu transfusi kan saja darah saya dokter..kebetulan saya memiliki golongan darah A." ujar Alice menawarkan darahnya.

__ADS_1


"Alice..bagaimana kau tahu kalau darahmu A??Sepertinya bibi belum pernah membawa mu untuk periksa darah nak."tanya Linda yang heran.


"mendiang ibuku pernah mengatakannya bi,kalau darah ku golongan darah A..jadi aku bersedia mendonor kan darahku." jawab Alice.


"Apa kamu yakin nak??" tanya Linda memastikan dulu.


"Yakin bi..menolong orang yang membutuhkan tidak ada salahnya..apa lagi bisa menyelamatkan orang ini." jawab Alice tersenyum .


Linda kembali merasa terharu dengan niat tulus Alice yang ingin mendonorkan darahnya pada orang asing tersebut.


"Kamu memang gadis malaikat Alice." puji Linda pada Alice.


"Bagaimana dok??Keponakan saya bersedia mendonorkan darahnya." tanya Linda pada sang dokter.


"Kalau begitu,kami akan memeriksa darahnya dulu..Jika bagus bisa langsung kita lakukan untuk mendonorkan darahnya..mari ikut saya." jawab sang dokter menyetujui keinginan Alice.


Linda pun mengangguk dan mengikuti arahan sang dokter.

__ADS_1


__ADS_2