Gadis Buta Milik Tuan Arogan

Gadis Buta Milik Tuan Arogan
Bab 42


__ADS_3

Karena Dion memilih meninggalkan acara reunian teman-temannya.Arga pun ikut meninggalkan acara tersebut.Tapi tidak mengikuti Dion.Arga memilih pulang kerumahnya.Diperjalanan,karena Arga merasa penasaran dengan keadaan Dion yang dalam keadaan kesal.


Arga mencoba menghubungi nomor Dion,yang sekedar ingin menghibur Dion.


Tapi sayangnya nomornya justru tidak bisa dihubungi,membuat Arga sesaat merasa heran.


"Apakah harus dia mematikan ponselnya??sepertinya dia sakit hati sekali ."ujar Arga bicara pada dirinya sendiri dsn tepa mengemudikan mobilnya menuju pulang ke rumah.


*


*


Linda yang baru saja mengantarkan kue ke rumah temannya,langsung bergegas pulang ker umah dengan berjalan kaki.Karna rumahnya tidak begitu jauh,Linda memilih pulang jalan kaki.Walau pun suasana jalan sudah sepi karena sudah malam,tapi Linda tidak begitu takut.Karna dia sudah sering melewati jalan yang sepi dan jarang ada kendaraan lewat.


Tapi saat akan melewati jalan yang sepi,tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan seseorang yang tergeletak tidak berdaya dipinggir jalan.Linda langsung menghampiri seseorang tersebut


Ia semakin dikejutkan dengan sosok lelaki yang sudah dalam keadaan terluka parah dan tidak sadarkan diri.


"Astaga..apa yang terjadi dengan dia??tolong..tolong.." teriak Linda meminta tolong pada siapa pun yang mendengar suaranya.

__ADS_1


*


*


Menjelang tengah malam,Alice masih belum bisa tidur.Karna masih menunggu Linda sang bibi yang masih belum pulang.Ia pun mulai mencemaskan sang bibi,yang tidak memberi kabar jika akan pulang terlambat.


"Bibi kemana ya??kenapa masih belum pulang juga??" tanya Alice yang merasa khawatir.


Tak berapa lama,terdengar suara pintu berbunyi.


Tok..tok..


"Alice..maaf bibi pulang kemalaman." ujar Linda yang baru saja tiba.


"Bibi.. syukur lah bibi sudah pulang..kenapa bibi pulang terlambat??" ujar Alice dan bertanya.


"Bibi baru saja membawa seseorang ke rumah sakit Alice." jawab Linda.


"Seseorang??rumah sakit??memangnya siapa bi??"tanya Alice yang bingung dan penasaran.

__ADS_1


"Bibi tidak kenal,tapi dia dalam keadaan terluka parah..Bibi menemukannya dipinggir jalan,dan dia sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri..Ada bekas luka tusukan juga diperutnya Alice." jawab Linda menjelaskan apa yang sudah dia temukan saat pulang tadi.


"Hah??lalu bagaimana keadaanya sekarang bi??"tanya Alice yang terkejut dengan penjelasan bibinya.


"Saat ini dia sudah dirawat di rumah sakit..kata dokter lukanya cukup serius karena banyak mengeluarkan darah..dan dokter sudah menanganinya Alice..hanya saja kondisinya belum sadar.." jawab Linda menjelaskan lagi.


"Apa bibi sudah menghubungi keluarganya??"tanya Alice.


"Itu dia..Semua yang berkaitan dengan indentitasnya tidak ada..Dompetnya sepertinya hilang diambil orang..Bibi rasa dia dirampok,makanya harta bendanya tidak ada semua." jawab Linda.


"Kasihan sekali orang itu,pasti keluarganya mencari dia.." ucap Alice mengkhawatir orang asing yang dia masih tidak tahu.


"Makanya bibi bingung harus bagaimana menghubungi keluarga dia,terlebih dia masih belum sadar..Besok bibi harus kembali ke rumah sakit..untuk melunasi biaya administrasinya,karena dia tidak akan bisa dirawat terlalu lama kalau belum melunasi sisanya Alice.." ujar Linda lagi.


"Lalu,apakah bibi ada uang untuk membayar biaya perawatan orang itu?"tanya Alice.


"Ada nak..mudah-mudahn uang bibi cukup untuk melunasi sisa biayanya.." jawab Linda


Sesaat Alice berjalan ke kamar,dan tak berapa lama kembali menghampiri Linda.

__ADS_1


"Bibi,jika uang bibi tidak cukup pakai saja tabungan ku ini..Memang tidak banyak tapi setidaknya bisa membantu sedikit..yang penting keadaan orang itu bisa dirawat dan cepat pulih." ujar Alice sembari memberikan tabungannya dalam sebuah celengan kaleng pada Linda bibinya.


__ADS_2