Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 10: Pertemuan tak terduga


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Setelah kedua selesai membersihkan diri, dosen pembimbing mereka datang menghampiri.


"Kita sudah terlambat, ayo langsung pergi," ajak dosen tersebut. Chelsea dan Ria mengikuti dari belakang.


"Bu, apa materi nya sampai malam?" tanya Ria.


"Sepertinya begitu, kalian harus bisa mendengar baik-baik materi dari para juri, bila perlu di catat. Proyek yang kalian buat nanti harus ada kaitannya dengan isi materi mereka, mengerti," jawab Dosen menjelaskan pada kedua mahasiswinya.


"Iya Bu. Jangan khawatir kita akan melakukan yang terbaik, tidak akan memalukan nama baik kampus," ucap Ria berjanji.


"Bagus Ibu suka semangat mu seperti ini. Ibu yakin kalian pasti bisa, Ibu dan semua dosen di kampus memilih kalian, karena kita sudah banyak mendengar prestasi kalian. Sebab itu kita tidak mengambil kakak angkatan, melainkan kalian," jelas nya.


Pertama kali mendengar mahasiswa baru yang mewakili nama kampus, kaget tidak percaya, tapi setelah mendengar prestasi mereka dia menjadi tenang.


Dia yakin Chelsea dan Ria bisa.


"Bu, apa saya boleh bertanya?" ucap Chelsea.


"Silakan tanyakan saja, Ibu akan menjawab kalau bisa menjawab," kata Dosen tersebut.


"Selama pemateri berlangsung, apakah para peserta bisa bertanya dan berkonsultasi mengenai proyek yang di rancang dalam kompetisi nanti?" tanya Chelsea ingin memastikan, dia tidak mau melakukan kesalahan.


"Untuk itu Ibu tidak tau, nanti coba Ibu tanyakan pada panitia disana apa boleh atau tidak," jawab Nya tidak mengetahui tentang aturan selama pemateri berlangsung.


"Apa masih ada yang ingin Chelsea tanyakan?"


"Tidak Bu. Hanya itu saja," jawab Chelsea.


"Hmmm, baiklah. Kita sudah tiba, ayo Ibu antar kan ke kursi kalian," ajak nya. Mereka kini sudah tiba di ruangan tempat berlangsung nya pemateri.


Betapa terkejut Chelsea melihat siapa salah satu juri yang ada di sini. Dia tidak pernah berpikir untuk kembali bertemu, tapi takdir sepertinya begitu menginginkan pertemuan ini.


Namun berbeda dengan ekspresi pria tersebut, dia tak santai seolah tak pernah terjadi apapun pada mereka.

__ADS_1


Ya, pria itu adalah Elfata, biasa di panggil El, pria beribuh pesona. Tidak pernah terdengar menjalin hubungan dengan wanita.


"Ce, aku gak nyangka ternyata juri dari negara kita itu keduanya adalah sahabat pacar nya," ucap Ria tidak percaya. Tapi kenapa Bay tidak memberitahu ini sebelumnya.


Chelsea melihat El, tidak memperhatikan, dan hanya sekilas memandang nya tadi, sedih. Sepertinya benar semua kejadian saat itu tidak berarti apapun untuk El.


Hati nya terasa sakit. Chelsea berusaha tidak memikirkan semua yang telah berlalu, jika El bisa kenapa dia tidak, dia harus bisa pokoknya.


"Ce, kau mendengarkan ku tidak?" Ria menoleh pada Chelsea yang diam memandang seseorang, ternyata itu adalah El yang di perhatikan.


Tapi hal yang membuatnya bingung tatapan Chelsea berbeda, seperti seseorang yang sedih. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa dia merasa ada yang tidak beres.


"Chelsea," panggil Ria lagi memengang tangan nya.


"Ah, ada apa Ra?" kaget Chelsea tersadar langsung menoleh pada Ria.


"Kau yang ada apa? kenapa memandang Kak El seperti itu? tatapan kau juga berbeda seperti or-"


"Tidak ada apa-apa Ra, sudah kita dengar materinya saja tidak usah bahas yang tidak ada kaitannya dengan kompetisi," Chelsea memperingati Ria. Dia malas membahas yang sudah berlalu.


"Baiklah, tapi aku akan kembali membahas ini setelah balik dari sini," ucap Ria masih penasaran.


"Terserah kau saja," sahut Chelsea. Dia membuka buku kecil yang sengaja di bawa sama untuk mencatat beberapa materi yang penting, mungkin bisa di jadikan ide untuk proyek dalam kompetisi.


Ria tak lagi berbicara, melihat chelsea sudah fokus pada materi dia pun mulai fokus.


Selama mendengar itu, Chelsea mencoba mengerti, mengambil kesimpulan dari apa yang di jelaskan. Chelsea mencatat semua inti dari materi ke dalam bukunya.


El ikut menjelaskan materi dalam kompetisi kali ini. Sebelum itu dia memperkenalkan diri. Chelsea mendengar sesi perkenalkan El, sedikit kaget, El adalah lulusan terbaik, dan sekarang gelar nya Magister, berarti S3.


Chelsea tidak pernah tau hal itu, dia tidak mencari tau apapun mengenai El setelah kejadian itu.


"Ce, kau baik-baik saja?" Ria melihat Chelsea yang aneh setelah El memperkenalkan diri.


"Aku baik-baik, perhatikan materi nya saja," jawab Chelsea.


Tingkah Chelsea tidak lepas dari pandangan Aiden, di kursi ujung. Dia dapat melihat raut wajah yang di tunjukkan Chelsea pada perkenalkan diri El.

__ADS_1


Tatapan tak biasa dari Chelsea, dia yakin pernah terjadi sesuatu pada gadis kecil itu dengan El. Jika tidak, tidak mungkin gadis kecil itu memandang sedih El saat tiba di ruangan.


...----------------...


"Ra, sejak selesai materi kau begitu aneh, aku merasa kau sedang memikirkan sesuatu, apa ada hal yang menganggu pikiran mu?" tanya Ria.


Pemateri hari ini hanya berlangsung sampai jam 4 sore, besok akan berlangsung dari pagi sampai malam jam 8. Hari ini di beri keringanan, karena para peserta pasti lelah baru tiba dan langsung mengikuti materi.


"Tidak ada, kita cari makan saja aku lapar," ajak Chelsea tidak mau membahas apapun.


"Cari di mana? kita tidak tau tempat ini Chelsea," ucap Ria menggeleng kepala. Chelsea mendengar itu benar. Kemana mereka akan pergi.


"Kak Aiden," panggil Ria. Pandangan nya tak sengaja melihat Aiden berjalan tak jauh dari tempatnya.


Aiden menoleh mendengar namanya di panggil, ternyata itu Ria pacar sahabat nya Bay. Dia pun menghampiri.


"Ada apa di sini? kenapa tidak kembali ke kamar?" tanya Aiden, dia sudah menganggap Ria seperti adiknya. Matanya menoleh di samping Ria gadis kecil yang terus memperhatikan El sejak masuk tadi.


"Jangan di tatap seperti itu Kak, sahabat ku takut. Kita lapar, tapi bingung mau kemana, tempat ini baru kita tidak tau apa-apa," ucap Ria.


"Ya sudah ikut saya saja, kebetulan juga mau mau cari makan di dekat sana ada kafe 24 jam, jadi bisa makan di sana," ajak Aiden yang memang mau pergi mencari makan, langkah nya terhenti karena panggilan Ria.


"Bagus lah kalau seperti itu, ayo pergi," ucap Ria menggandeng Chelsea. Mereka pun melangkah pergi.


Setiba di kafe, ternyata ada El, Chelsea melihat itu berusaha bersikap tenang. Aiden menyapa El, tapi pria itu cuek tidak peduli.


Ria tidak kaget melihat itu, dia sudah tau ketidak akuran mereka berdua, hingga klub mereka bubar dan membangun klub masing-masing.


"Kau pasti penasaran kan, apa yang terjadi pada mereka? nanti akan ku cerita tiba di kamar, sekarang kita nikmati makan saja," bisik Ria yakin Chelsea penasaran meski tidak mengatakan itu secara langsung.


"Hmmm," balas Chelsea berdeham.


"Aku ke toilet bentar, pesanan ku samakan saja dengan mu nanti," ucap Chelsea beranjak pergi.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2