Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 36: Tanda-tanda


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Hari demi hari berganti, tanpa terasa sudah banyak minggu yang mereka lalui bersama.


Hari ini Chelsea dan El akan menghadiri acara pernikahan Ria dan Bay.


Chelsea begitu cantik dengan gaun panjang sedikit terbelah di ujung samping memperlihatkan betis putih yang mulus.


El melarang Chelsea yang ingin mengenakan gaun yang terbuka memperlihatkan punggung belakang, bukan itu saja bahkan juga menunjukkan paha jenjang nya karena sobekan gaun yang di desain desainer seperti gaun yang kekurangan bahan membuat El kesal.


"Sayang kau sangat cantik," puji El memeluk mesra Chelsea dari belakang.


"Kau juga sangat tampan Bie," balas Chelsea memuji balik El.


Dia membiarkan El memeluk nya puas. Entah kenapa akhir-akhir ini Chelsea merasa lebih banyak makan, bahkan sering marah tidak jelas seperti bukan sifatnya yang sesungguhnya.


"Benar, karena aku suami mu jadi tentu tampan, kalau jelek kau tidak mungkin tergila-gila padaku, sayang," pede El penuh kesombongan, mengecup leher mulus Chelsea begitu harum.


"Ya, benar. Kalau jelek aku pasti sudah memilih pria lain," sahut Chelsea apa apanya mendongak kepala menatap El.


"Sebelum kau melakukan itu aku akan mengikat mu," tidak terima El mendengar perkataan sang istri.


Cup.


"Manis," El mencium bibir Chelsea singkat terasa manis.


"Bie, jangan seperti ini. Kita harus ke pernikahan Ria," cegah El. Pria itu mulai nakal mengelus bo*ong nya.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan lebih sayang," ucap El tersenyum. Chelsea terlihat sangat cantik.


Rasanya dia tidak rela membiarkan wajah cantik Chelsea di lihat banyak orang. Tangan nya setia mengelus bo*ong dan bibir nya tak berhenti mencium leher Chelsea.


"Bie, ini geli... aku sudah berdandan cantik jangan merusak semua," Chelsea merasa sensasi aneh dengan sentuhan nakal El tidak berhenti menggoda nya.


Dan anehnya akhir ini Chelsea cepat tergoda begitu semangat melakukan bersama El. Dia bahkan selalu ingin memimpin permainan meski akhirnya El lagi yang ambil alih karena dia kehabisan tenaga.


"Aku tidak melakukan apapun sayang. Make-up mu akan tetap seperti ini, selagi kita tidak khilaf naik di ranjang," goda El senang. Melihat ketidakberdayaan Chelsea membuat nya tersenyum.


Dia ingin balas dendam, akhir ini Chelsea sering membangunkannya di tengah malam meminta hal aneh yang mana menurut nya itu tidak penting.


Tidurnya jadi tidak cukup setelah melakukan percintaan setiap malam, dia harus memasak makanan untuk Chelsea tanpa meminta pada art, karena Chelsea tidak ingin makanan buatan orang lain, selain buatan El.


"Bie, aku pikir kau sekarang sudah seperti penggoda. Kau begitu pandai menggoda ku agar memuaskan mu. Kau pikir aku akan tergoda? no Hubby. Aku lagi tidak mood, meski tadi aku merasa sentuhan mu membuat ku menginginkan, aku kembali berubah pikiran," senyum Chelsea mengelus pipi El dengan lembut.


"Kok gitu sih? kamu menyesal ya sekarang? sudah lepaskan aku jangan memeluk ku lagi, kita pergi," ketus Chelsea kesal melepaskan pelukan dan berjalan pergi meninggalkan El.


"Dasar pria menyebalkan, kemarin minta aku jadi pemberani sekarang malah menyesal. Mau nya apa sih sebenarnya? gak punya pendirian banget, untung suami kalau tidak, sudah ku lempar ke kandang macan," gerutu Chelsea kesal.


"Sayang, bukan seperti itu maafkan aku kita bicarakan baik-baik," bujuk El mengejar Chelsea yang terus berjalan.


"Apa yang ingin kau bicarakan baik-baik? kebohongan? sudahlah aku malas mendengar nya," malas Chelsea mendengar penjelasan El apapun itu.


"Huftt... ada apa dengan nya? kenapa kambuh lagi? kalau sudah seperti ini kepala ku rasanya mau pecah. Apa seharusnya aku membawa nya ke rumah sakit? mungkin ada kesalahan di otaknya hingga seperti sekarang," pikir El merasa Chelsea aneh.


Sikap Chelsea yang sering marah benar-benar tidak mencerminkan sikap chelsea yang dulu lemah lembut. El bahkan bingung sebenarnya ada apa dengan Chelsea hingga berubah. Dia bukan tidak suka Chelsea yang pemberani, hanya saja dia tidak suka Chelsea yang suka ngambek tidak jelas. Biasanya juga omongan nya di tanggap biasa, tapi kali ini berbeda semua yang di omong di tanggap serius.


Selama perjalanan tak ada pembicaraan antara mereka. Chelsea masih kesal pada El, dan El pun sama tapi bukan kesal melainkan bingung dengan perubahan Chelsea yang aneh.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka tiba di gedung hotel acara pernikahan Ria dan Bay.


Chelsea turun duluan tanpa menunggu El. Melihat itu El menghela nafas panjang. Seperti inilah sikap Chelsea akhir ini marah tidak jelas hanya karena masalah sepeleh.


"Selamat Ra, kau terlihat sangat cantik. Aku takjub melihat mu seperti ini," puji Chelsea, kecantikan Ria hari ini begitu Waw.


"Terimakasih, kau juga Ce sangat cantik, mana suami mu? kenapa sendiri saja? biasanya dia selalu ada di samping mu?" Ria melihat tidak ada El di sisi Chelsea seperti biasa, bingung. Tidak seperti biasanya El seperti ini, karena semenjak Chelsea kabur saat itu El menjadi posesif tidak membiarkan Chelsea pergi tanpa dia temani.


"Sudah tidak perlu kau membahas namanya. Dia pria menyebalkan dan aku sangat sebal padanya," nada bicara Chelsea seketika berubah tidak ramah seperti awal.


Ria dan Bay saling pandang mendengar Chelsea bicara dengan nada kesal. Mereka menggeleng kepala bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi? Chelsea sangat aneh.


"Kenapa? apa El melakukan kesalahan padamu Ce? atau dia masih dekat dengan mantan nya?" tanya Ria penasaran mengorek informasi. Dia yakin pasti terjadi sesuatu yang besar hingga membuat Chelsea kesal, biasanya juga sahabat nya ini tidak pernah bertingkah seperti ini.


"Apa mereka masih dekat? kenapa aku tidak tau? apa kau dan kak Bay bekerja sama menutupi semua dariku?" curiga Chelsea menatap selidik pada pengantin baru di hadapan nya.


Glek!


"Kenapa diam? jadi benar mereka masih dekat?" Chelsea makin kesal pada El ternyata suaminya itu berbohong masih dekat dengan Jasmie wanita masa lalunya.


"Tidak seperti itu, Ce. Dengar kan dulu penjelasan ku jangan salah paham, kak El tidak pernah merespon nya, tapi kau tak seperti apa Jasmie, dia wanita yang memiliki sifat yang hampir sama dengan nenek lampir di kampus suka cari masalah. Jadi semua bukan kesalahan Kak El," jelas Ria tidak mau Chelsea yang sedang kesal pada El makin kesal.


"Tidak perlu membela nya Ra. Dia tidak pernah tegas pada mantannya itu, hingga terus kembali," tidak terima Chelsea, Ria membela El.


Kekesalannya kembali bertambah. Dia bingung dengan Jasmie terus gencar mendekati El, meski sudah tau El sudah menikah.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2