Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 6: Melupakan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Sembilan bulan berlalu....


Setelah kejadian itu, El dan Chelsea tak pernah lagi bertemu. Selama itu juga Chelsea memutuskan untuk mengambil job di sana sebagai panitia.


Chelsea sudah melupakan kejadian itu, dia tidak membencimu El atas yang di perbuat. Chelsea sadar dirinya lah yang lemah begitu muda tergoda.


Tapi semua telah berlalu.


Kini chelsea sudah berada di bangku perkuliahan, dia mengambil prodi Teknik Informatika S1.


Chelsea menikmati masa-masa kuliah, dia begitu bahagia.


"Ce, gimana? aku gugup banget, kenapa harus kita sih yang di pilih mewakili kampus untuk lomba?" ucap Ria bingung sejak di bangku SD mereka berdua selalu jadi utusan, hal itu sebenarnya bagus, tapi waktu nya itu pasti akan habis dengan belajar tidak ada waktu santai lagi.


"Sudah Ra. Terima saja, berarti pihak kampus mempercayai kita, jika tidak, tidak mungkin memilih kita dari puluhan mahasiswa, ingat itu berarti kita beruntung," sahut Chelsea memberi pencerahan pada Ria tidak banyak cerocos.


"Bukan seperti itu Ce, aku sangat beruntung dan senang susah di percayakan pihak kampus, tapi masalahnya waktu kita akan habis dengan belajar, lalu kapan kita bisa santai menikmati hidup?"


"Selama ini bukan nya kita menikmati hidup? semua yang kita jalani ini salah satu proses dari perjalanan hidup yang indah, bedanya di sini kita tidak hanya bersantai tapi juga melakukan sesuatu yang berguna."


"Ck, dasar gila belajar. Apa hidup mu hanya ada buku dan komputer saja?"


"Bisa di kata seperti itu, hidup bebas seperti burung sangat berbahaya buat yang lemah, sekali tertangkap akan susah keluar dan terjebak," ucap Chelsea, perkataan nya itu begitu mendalami. Ria menyadari itu merasa aneh.


"Kenapa kau bisa berkata seperti itu? apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Ria penasaran, Chelsea yang di tatap Ria tersenyum.


"Semua baik-baik saja, emangnya kenapa kalau aku berkata seperti itu? menurut ku itu perumpamaan yang cocok untuk para wanita lemah. Kau tak perlu berpikir terlalu jauh, ayo kita pergi menghadap dosen," ajak Chelsea mengakhiri obrolan mereka dan segera ke ruang dosen.


Setiba di sana mereka mendatangi dosen pembimbing yang akan pergi bersama mereka selama 3 hari untuk lomba.


Mereka membicarakan banyak hal dari rencana yang akan dilakukan selama berada tempat tinggal dan juga tahap perlombaan selama berlangsung.


Chelsea dan Ria mendengar semua mengangguk mengerti, keberangkatan mereka besok. Meski masih ada waktu satu minggu sebelum lomba di mulai, peserta harus sudah tiba di mes lebih dulu. Banyak tahap proses yang wajib mereka jalani.


"Jadi sekarang kalian bisa kembali ke asrama tidak perlu mengikuti mata kuliah hari ini, saya sudah mengizinkan kalian berdua. Silakan packing barang yang akan kalian bawa," ucap dosen pembimbing tersebut.


"Baik Bu. Terimakasih, kalau begitu kami keluar dulu," pamit Chelsea sopan. Dan di ikuti Ria.




"Huft.... apa mereka selalu seenaknya apa? bingung deh, udah putuskan secara dadakan, sekarang juga dengar kabar keberangkatan besok, terasa dapat kesialan dobel," oceh Ria kesal.

__ADS_1



"Sudah sabar... kita ke beberes sekarang, aku harus mengabari mama papa ku keberangkatan kita besok," ucap Chelsea menenangkan Ria.



"Kau masih bisa bilang sabar? Ce, setiba di sana kita pasti akan sibuk seperti biasa yang kita lewati selama mengikuti lomba dulu. Dan apa tadi? kau ingin mengabari orang tua mu? Ce, sejak kau kuliah mereka tidak pernah menghubungi mu, mereka bahkan begitu sibuk dengan kerjaan, apa kau tidak merasa sakit hati?" bingung Ria terbuat dari apa Chelsea tidak pernah marah pada orang tuanya. Bahkan pada semua orang yang pernah menyakiti nya.



Ria salut dengan Chelsea yang tidak pernah menyimpan dendam, dan tidak pernah membentak siapapun. Chelsea menanggapi semua dengan masalah dengan kepala dingin. Nada bicara nya selalu mampu di kontrol.



"Untuk apa? semua hanya merugikan diri sendiri. Aku mengerti dengan pekerjaan kedua orang tua ku, mereka melawan semua bukan untuk diri sendiri, tapi juga untuk membantu dan menolong orang-orang yang membutuhkan kemampuan mereka. Aku bangga dengan profesi kedua orang tua ku. Dan aku tidak pernah sakit hati dengan semua yang mereka perbuat," bijak Chelsea mengerti.



"Papa mama mu pasti beruntung memiliki mu, mungkin pria yang nanti jadi pasangan mu sangat beruntung, aku yakin itu Ce, kau tidak hanya cantik luar, tapi juga cantik dalam," ungkap Ria jujur bangga bisa berteman dengan Chelsea.



"Hahaha... kau bisa saja deh, Ra. Sudah kita langsung ke asrama," ajak Chelsea menghentikan obrolan mereka sudah mulai masuk ke tahap pria.




"Ayo," ucap Ria. Mereka berjalan pergi keluar kampus.



Baru beberapa bulan masuk kampus, Chelsea dan Ria sudah di kenal banyak mahasiswa/i dari kakak angkatan maupun seangkatan.



Keceriaan dan keramahan chelsea membuat semua suka. Tidak aneh jika banyak pria menyukai Chelsea.



"Pagi, Chelsea," sapa seorang pria kakak semester Chelsea.



"Pagi juga Kak," balas Chelsea ramah.


__ADS_1


"Mau kemana Ce?" tanya pria tersebut. Dia sudah lama menaruh hati pada Chelsea sejak bertemu.



"Ke asrama Kak, mau packing barang," jawab Chelsea.



"Emangnya Ce mau kemana, hingga harus packing segala?" penasaran pria tersebut bernama Dariel.



"Maaf Kak Dariel, kita gak ada waktu untuk meladeni pertanyaan tidak penting itu. Ayo Ce, pergi," tarik Ria menggandeng tangan Chelsea pergi meninggalkan pria playboy seperti Dariel.



Nama Dariel terkenal dan semua mahasiswa/i sini selalu membicarakan nya suka memainkan wanita seperti boneka. Ria tidak mau Chelsea masuk dalam jeratan Dariel.



Chelsea tak mengatakan apapun, dia ikut Ria menarik. Dariel melihat tingkah Ria semakin menjadi, kesal. Wanita itu sangat menganggu.



"Dia benar-benar penghalang, lihat saja kau akan ku buat menyesal. Dan kau Chelsea tunggu aku sayang, kita akan bersama kedepan nya," batin Dariel memandang kepergian kedua wanita tersebut.



~~~\`



"Ce, jangan terlalu dekat dengan nya, dia bukan pria baik. Dia itu playboy tingkat kadal mengalahkan buaya darat, aku gak mau kau menjadi salah satu mainannya," ucap Ria tidak suka pada Dariel. Dia akui pria itu tampan, tapi dengan sikap nya suka bergonta-ganti pacar membuat nya ilfil.



"Iya, jangan kesal lagi. Ayo kita mulai beberes, kalau terus seperti ini, kapan mulai nya," sahut Chelsea mengerti kekhawatiran Ria. Dia bahagia memiliki sahabat seperti Ria begitu menjaga nya.



"Bagaimana tidak kesal Ce, dia itu pria yang tidak punya urat malu, sudah berulang kali aku bilang jangan mendekati mu, malah makin gencar. Dasar buaya cap kadal liar," ucap Ria asal mengatai Dariel, entahlah dia sendiri tidak mengerti yang di kata.



...**Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ**......


...**✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨**...

__ADS_1


__ADS_2