Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 15: Cemburu


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Pagi hari, Chelsea dan Ria sudah rapi, mereka sudah bersiap pergi ke aula mendengar materi.


Ria tidak lagi bertanya seperti kemarin yang gencar meminta Chelsea bercerita, tapi hasilnya sama tetap tidak ada yang di dapatkan. Chelsea kekeh pada jawabannya tidak ada yang terjadi pada mereka. Hubungan mereka hanya kakak adik tidak lebih.


"Ce, lihatlah Kak El dia begitu tampan. Apa kau beneran sudah tak menyukai nya? padahal sebelum nya kau menyukai nya pada pandangan pertama," ucap Ria pandangan nya terus tertuju pada El yang duduk di kursi.


"Sudahlah Ra. Kenapa kau terus membicarakan nya, kita di sini untuk berkompetisi jadi fokus kan semua pikiran mu untuk kompetisi bukan pada yang lain," tegur Chelsea malas mendengar hal itu.


Jika Ria terus melakukan ini, kapan dia bisa melupakan El kalau tiap hari nama pria itu yang di bicarakan, seperti tidak ada topik pembicaraan lain saja.


"Ya, ya, aku akan fokus pada materi. Aku juga akan bertanya pada proyek yang mereka jelaskan itu, siapa tau kita bisa mencuri ide mereka dan mengembangkan lebih dari apa yang mereka lakukan," ucap Ria tersenyum.


"Lakukan saja, asal itu terbaik dan tidak membuat kita benaran menjadi seperti pencuri," sahut Chelsea menoleh sekilas dan kembali mengarahkan pandangannya pada pemateri.


"Jangan khawatir hal seperti itu tidak akan terjadi, kecuali kita copy paste tanpa mengubah sesuatu menjadi yang berbeda baru di kata pencuri," ucap Ria.


"Hmmm, sekarang fokuslah di depan kita lanjutkan bicara nanti saat jam istirahat," seru Chelsea, dia tidak ingin tidak fokus kalau terus di ajak bicara.


"Oke."


Tidak ada pembicaraan lagi antara mereka, keduanya sama-sama fokus dengan materi depan. Kali ini tidak hanya mendengar materi dari panitia pelaksana, tapi juga ada pengenalan proyek tahun kemarin yang di mendapat juara 1.


Dan penjelasan itu di jelaskan oleh El. Banyak peserta perempuan berbisik memuji ketampanan El. Chelsea mendengar itu sangat kesal, dia ingin sekali menghentikan para wanita genit yang memuji El tanpa henti.


"Mereka benar-benar gila, kenapa tidak henti membicarakan nya, seharusnya fokus pada materi bukan pada si pemberi materi," kesal Chelsea dalam batin.


"Ce, ada apa dengan mu? kenapa aku melihat wajah mu begitu kesal mendengar para wanita memuji Kak El? katanya sudah gak suka... ternyata masih ada rasa," goda Ria melihat Chelsea berbeda dari sebelumnya, saat El belum mengambil alih materi.


"Ya, rasa ingin memukul mu Ra, sekarang diam lihat penjelasan nya aku akan mencatat saja," putus Chelsea enggan melihat wajah El. Mengingat pujian para wanita hati nya ingin meledak.


"Loh, kok gitu sih, kenapa gak kau saja yang melihat nya aku yang mencatat," Ria tidak henti menggoda Chelsea. Sepertinya akan seru terus menggoda Chelsea.


"Stop omong kosong mu Ria. Kau benar-benar Ibu yang menyebalkan, aku berdoa anak mu tidak seperti mu," ucap Chelsea semakin kesal.


"Wah, sayang lihat aunty Chelsea mendoakan mu yang terbaik. Terimakasih Aunty Chelsea cantik," Ria mengelus perut nya dan meniru suara anak kecil. Chelsea mendengar itu memutar bola mata malas.


"Sama-sama. Sekarang berhenti lah menggoda ku Ra. Aku benar-benar tidak mood saat ini, badan ku belum benar fit," ucap Chelsea.


Kemarin akhir percintaan mereka, El melakukan begitu semangat, tubuhnya hingga sekarang masih terasa sakit. Chelsea tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya, jika Aiden dan Ria tidak cepat datang pasti mereka akan sampai akhir titik dalam percintaan.


"Apa kau baik-baik saja? apa mau ku ijinkan pada panitia untuk istirahat, aku tidak mau sampai kau kembali drop," khawatir Ria menoleh Chelsea memijat.


"Tidak, aku baik-baik saja. Tidak perlu mengkhawatirkan ku," Chelsea menyakinkan Ria agar kembali fokus di depan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa Ce, sudah dengar kan aku," putus Ria tidak peduli, dia segera mengangkat tangan nya.


Dan para panitia di ruangan kini mengarah pandangan padanya.


"Ada apa Ria?" tanya Aiden cepat menaikan alis.


"Pak, teman saya kurang enak badan, bisakah saya membawa nya untuk istirahat?" ijin Ria.


"Boleh, mari saya bantu. Kau tetap di ruangan dengar materi, masalah Chelsea biar saya yang urus," ucap Aiden turun menghampiri Chelsea.


"Ayo Chelsea saya akan mengantarmu ke kamar," ajak Aiden merangkul Chelsea.


Dari atas El melihat itu mengepal kuat kedua tangan. Entah perasaan nya kenapa, dia tidak suka Chelsea di sentuh pria lain. Ada hati tidak rela.


"Ada apa dengan ku, kenapa merasa seperti ini?" batin El bertanya. Pandangan nya tak lepas dari Chelsea yang di bawah Aiden pergi. Tatapan tajam tak bisa di artikan lagi.




"Istirahat lah, saya akan menghubungi dokter," ucap Aiden.



"Terimakasih Kak, tapi tidak seharusnya seperti ini saya baik-baik saja Ria nya yang berlebihan," sahut Chelsea tidak enak merepotkan Aiden.




"Huft... " Chelsea menghela nafas memejamkan mata sejenak.



"Ada apa Ce? apa ada yang sakit?" khawatir Aiden mendekati Chelsea.



"Saya baik-baik saja, Kak. Apa tidak masalah Kakak di sini? saya tidak mau kerjaan kakak terganggu karena menemani saya," ucap Chelsea.



"Tidak perlu merasa tidak enak, atau di repot kan. Tugas saya sudah habis. Bentar lagi waktu istirahat jadi tidak masalah kalau saya menemani mu di sini," terang Aiden, dia sama sekali tidak merasa di repot kan.



"Terimakasih, apa setelah jam istirahat berakhir saya bisa kembali mengikuti materi?" tanya Chelsea.

__ADS_1



"Kalau keadaan mu sudah lebih baik, kenapa tidak. Kau bisa kembali mengikuti, asal benar pulih jangan memaksa diri jika belum sehat benar," jawab Aiden perhatikan.



Melihat Chelsea yang berbeda dengan Ria entah kenapa dia merasa ada perasaan yang aneh setiap berdekatan dengan Chelsea. Tapi susah untuk di jelaskan perasaan apa.



Chelsea memiliki daya tarik berbeda, Aiden merasa gadis di depan nya begitu istimewa.



"Iya Kak, saya akan mendingan setelah istirahat sebentar," yakin Chelsea. Dia tidak suka dengan kondisi seperti ini membuat ruang gerak nya terbatas.



"Kenapa Kak?" tanya Chelsea. Aiden terus memandang nya, itu membuat nya bingung.



"Tidak, kau cantik," jawab Aiden apa adanya sesuai yang di pikirkan sekarang.



Entah kenapa Aiden bisa berkata seperti itu, jujur perasaan nya begitu aneh melihat Chelsea.



"Boleh saya katakan sesuatu padamu?" ijin Aiden, duduk di samping ranjang.



"Silakan, katakan saja," Chelsea mempersilahkan Aiden.



Chelsea kaget mendadak Aiden meraih tangan nya. Dia bingung apa sebenarnya yang ingin Aiden katakan, kenapa membuat nya cemas.



"Chelsea," panggil Aiden menatap dalam wajah chelsea.



...**Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ**......

__ADS_1


...**✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨**...


__ADS_2