
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Selama mengobati luka di kepala Chelsea, tak ada obrolan di antara keduanya. El mengunci rapat mulut nya tak mengatakan sepatah kata.
El tidak tau harus bersikap seperti apa pada Chelsea sekarang.
Perubahan sikap El mendiami sejak tadi begitu tidak jaman. Chelsea tidak suka keadaan seperti ini, lebih baik di marahi dari pada di diamkan El, sungguh keadaan yang sangat di benci.
"Kak," panggil Chelsea menatap El yang mengobati nya.
"Hmmm," sahut El hanya berdeham.
"Apa kakak marah padaku?" tanya Chelsea.
"Sudah selesai, sekarang istirahat lah," jawab El menyelesaikan mengobati Chelsea dan segera bangun menyimpan kotak obat.
"Tapi, aku t-"
"Tidurlah, aku sangat lelah hari ini," potong El cepat.
Setelah menyimpan kotak obat, dia beranjak pergi ke kamar mandi.
Kepergian El meninggalkan nya, air mata jatuh mengalir. Chelsea sedih melihat sikap El begitu dingin padanya.
"Apa aku salah melakukan ini? aku hanya tidak ingin ada pertengkaran," sedih Chelsea menangis, hatinya begitu rapuh saat ini.
...----------------...
Hari terus berganti ke hari berikutnya, kejadian di hari sebelum sudah menjadi masa lalu.
Setelah kejadian hari itu, El masih bersikap dingin dan bicara apa ada adanya pada Chelsea.
Selama itu pula tak ada percintaan yang mereka lakukan. El meminta Chelsea tidur di kamar yang seharusnya dia berada. Dan Chelsea tidak berkata apapun.
Hari ini adalah hari kedua kompetisi berlangsung. Seminggu yang lalu mereka sudah melewati banyak materi dari panitia mengenai penting nya acara ini. Selain menciptakan proyek baru yang bermanfaat, tapi juga memberi semua kesempatan mengeluarkan semua ide yang di miliki.
"Ce, kau yakin melakukan ini?" ragu Ria dengan ide proyek Chelsea. Meski sudah setengah perjalanan dia masih tetap tidak yakin.
"Ya, sangat yakin, meski sedikit susah aku yakin kita bisa menyelesaikan," ucap Chelsea.
Dari banyak peserta sudah hampir menyelesaikan proyek masing-masing, sedangkan tim Chelsea baru setengah belum mendekat hampir selesai.
"Huftt... semoga saja," sahut Ria tak tau harus memberi komentar apa.
Setelah itu kedua tak lagi berbicara, mereka sama-sama sibuk melakukan tugas masing-masing. Wajah Chelsea terlihat berbeda dari hari sebelumnya.
Semalaman Chelsea begadang mencari banyak referensi dari segala sumber yaitu Google dan buku. Mata Chelsea terasa lelah, tapi dia tetap berusaha bekerja.
Para juri berjalan ke masing-masing tempat peserta melihat dan juga bertanya apa yang di buat mereka.
"Apa yang kalian buat ini tidak memakan banyak waktu? apa kalian yakin bisa menyelesaikan tepat waktu?" tanya El. Kini dia berada di depan meja Chelsea dan Ria. Dia dapat melihat wajah lelah Chelsea.
"Ya," jawab singkat Chelsea.
Mendengar itu Ria menyenggol lengan Chelsea, dia tidak tau apa yang terjadi pada sepasang kekasih ini, kenapa Chelsea berbicara begitu singkat pada El.
"Ada apa Ra?" bingung Chelsea menoleh arah Ria yang mengedipkan mata sesekali menggerakkan ekor mata ke depan.
__ADS_1
Chelsea pun sadar dan melihat ke depan. Dia tersenyum sopan dan kembali melanjutkan kerjaan nya.
Perkataan El membuat nya selalu ingat masalah pribadi tidak ada kaitannya dengan kerjaan jadi harus bersikap profesional.
"Apa alasan kalian membuat ini? apa sebelumnya kalian tidak memikirkan berapa banyak waktu untuk menyelesaikan ini?" tanya El menatap Chelsea serius. Wanita yang di tatap tidak peduli terus melakukan apa yang di kerjakan.
"Bapak tenang saja, kami sudah memikirkan semua secara matang, bahkan semalaman Chelsea tidak istirahat, karena ini jadi percayalah kami bisa," jawab Ria.
Raut wajah El seketika berubah mendengar itu. Dia seperti kehabisan kata-kata sekarang.
El tidak mau Chelsea sakit hanya karena kompetisi ini. Kesehatan Chelsea jauh lebih penting dari apapun.
"Ce, sepertinya Kak El marah deh? lihat tuh muka nya pergi tadi, menyeramkan," ucap Ria. Dia bingung melihat Chelsea biasa saja seolah tidak terjadi apapun.
"Sudah, fokus pada kerjaan mu, Ra. Sepertinya hari ini kita bisa menyelesaikannya," sahut Chelsea malas membahas yang bukan masalah proyek.
"Baiklah," Ria menurut tak lagi membahas apapun selain proyek, karena Chelsea tak akan pernah suka dan dia tau hal itu.
"Hmmm," Chelsea balas berdeham.
Pandangan El tak lepas dari Chelsea yang tak menyadari sedang di pandangnya. Chelsea bergerak lincah melakukan semua tanpa peduli keadaannya menginginkan istirahat.
Lima jam....
"Istirahatlah, jangan menyiksa dirimu lagi. Semua sudah berakhir. Kita menyelesaikan tepat waktu," ucap Ria senang dan meminta Chelsea istirahat.
"Kau juga istirahat lah," kata Chelsea. Dia sama dengan Ria senang semua berakhir dengan sempurna.
"Iya kita akan sama-sama istirahat," ajak Chelsea. Namun langkah nya terhenti saat ingin beranjak pergi. Tangannya di tahan seseorang ternyata itu adalah El.
"Ria, saya ada urusan dengan Chelsea. Kau bisa pergi, hari ini Chelsea akan bersama saya," ucap El beralih menatap Chelsea.
"Silakan, saya tidak keberatan. Selesaikan masalah kalian bila perlu lakukan sesuatu yang unik seperti saya dan Kak bay," senyum Ria mengelus perut nya.
__ADS_1
"Ria, kau... "
"Itu pasti, doakan saja Chelsea bisa cepat seperti mu. Kami pergi sekarang," ucap El mengakhiri obrolan, mengajak Chelsea pergi.
Kepergian kedua orang beda gender, mata Ria tak lepas memandang punggung belakang mereka. Apa yang di dengar benar? apa dia tak salah dengar? apa tak ada kesalahan? semua bukan mimpi? berarti itu nyata.
Ria tersenyum, dia tidak sabar mendengar kabar baik dari sepasang kekasih tersebut.
"Kak, kita mau kemana?" tanya Chelsea bingung, El menarik membawa nya ke mobil dan sekarang mobil melaju kemana, dia tidak tau El tidak memberitahu.
"Kakak," panggil ulang Chelsea.
"Kita akan ke kantor sipil sekarang, pernikahan di percepat," ucap El pandangan terus tertuju pada jalan di depan.
"Hari ini? bukannya besok Kak?" kaget Chelsea menatap bingung El yang mendadak menginginkan secepatnya.
"Setelah ku pikirkan besok tidak ada waktu, karena semua para peserta akan di ajak makan bersama dan itu akan memakan cukup banyak waktu," jelas El, setelah mengadakan rapat tadi. Dia segera menghubungi para pekerja di kantor sipil untuk di pindahkan jadwalnya hari ini.
Chelsea mendengar penjelasan El mengangguk mengerti. Dia tak mengatakan apapun lagi selain menyetujui.
Selama perjalanan Chelsea tak lagi bertanya, dia diam melihat pemandangan di luar jendela. Ini kali pertama dia keluar dari hotel setelah 9 hari lamanya.
Pemandangan di negara B, cukup indah dan Chelsea baru menyadari itu. Senyuman tak lepas dari wajahnya.
"Kak, apa setelah ini kita bisa kembali ke sini?" tanya Chelsea menoleh ke samping El yang mengemudi.
"Kapan pun kamu mau kita akan kembali," jawab El tangan nya terangkat mengusap pucuk rambut Chelsea.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...