
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Kapan terakhir kau menstruasi?" tanya Ria dan Chelsea mendapat pertanyaan Ria menaikan alis bingung.
"Ada apa dengan mu? kenapa menanyakan itu? aku meminta mu membawakan ku mangga muda bukan meminta mu memberikan ku pertanyaan Ria," kesal Chelsea, mood nya benar-benar tidak stabil. Dia sendiri tidak tau apa yang sedang terjadi dengan dirinya.
"Lihat lah kau begitu muda marah, sebelumnya kau tidak seperti ini. Dugaan ku semakin yakin kau sedang hamil sekarang, coba ini masuk ke dalam dan tes lah," Ria bangkit membuka tas nya mengambil benda kecil yang masih tersisa satu saat pertama kali dia membeli dan mengecek kehamilannya.
"Hamil? bagaimana mungkin kau bisa seyakin itu Ra? aku sendiri gak ta-"
"Sudah cepat lakukan apa yang ku katakan. Aku lebih berpengalaman dari mu Ce. Lihat perut ku kalau kau lupa, jadi cepat masuk," potong Ria cepat mengajak Chelsea beranjak dari kasur segera bangun ke kamar mandi.
"Pelan-pelan Ria. Tubuh ku masih lemah, kau ingin membuat ku pingsan?" omel Chelsea, Ria begitu antusias tidak sabaran menarik nya. Keadaannya saat ini juga belum kuat betul untuk kembali bangkit berjalan
"Kau ini semenjak hamil menjadi sangat cerewet, sini ku bantu lagi, ayo," Ria kembali membantu Chelsea masuk ke kamar mandi.
"Sudah keluar lah. Aku bisa sendiri," usir Chelsea tidak membutuhkan bantuan Ria lagi.
"Baiklah. Aku akan menunggu di luar, cepat lakukan, panggil aku jika perlu sesuatu," ucap Ria lalu pergi.
Kepergian Ria, Chelsea menatap wadah kecil dan tesp*** yang di berikan Ria. Dia ragu dengan apa yang di katakan Ria, tapi tetap juga mau melakukan yang di perintahkan sahabatnya itu.
Lima menit....
Sepuluh menit....
Ria di luar sudah seperti cacing kepanasan dengan gaun pengantin yang di kenakan mondar-mandir tidak jelas menunggu Chelsea yang belum juga keluar.
"Chelsea, apa yang kau lakukan di dalam? kenapa lama sekali? bagaimana hasilnya?" tanya Ria penasaran, dia berjalan dan mendekat di depan pintu kamar mandi.
"Hei, kau mendengarkan ku, kan? cepatlah menjawab? jangan membuat ku penasaran?" Ria mengetuk pintu rasa penasaran nya semakin bertambah, Chelsea tak kunjung menjawab nya.
Tok... tok... tok....
"Chel-"
__ADS_1
Cekrek...
"Kau ini ku panggil sejak tadi baru sekarang di buka, bagaimana hasilnya? apa yang ku katakan benar, kan? kau sedang hamil?" cerocos Ria bertanya, namun ekspresi Chelsea nampak biasa saja.
"Hmmm, aku hamil," jawab Chelsea singkat memberikan hasil tes nya pada Ria dan berjalan naik ke kasur memilih tidur.
Ekspresi Chelsea tidak terlihat bahagia sepertinya saat pertama kali mengetahui sedang hamil, mengerut kening. Ada apa dengan Chelsea kenapa terlihat biasa saja? dan seketika otaknya baru konek.
Chelsea dan El sedang bertengkar pasti hal itu membuat Chelsea tidak antusias.
"Ce, sebaiknya kau makan dulu tadi kau sudah banyak muntah, jadi sekarang kau harus kembali mengisi perut mu agar baby dalam kandungan mu baik-baik saja," peduli Ria, menatap Chelsea yang memejamkan mata.
"Aku tidak lapar Ra. Pergilah temani Kak Bay di luar. Aku ingin sendiri, jangan biarkan siapapun masuk termasuk dia. Aku tidak ingin bertemu nya, atau aku akan mencelakai anak nya," ucap Chelsea enteng. Ria mendengar itu melotot kan mata tidak percaya pada Chelsea yang santai mengatakan hal tersebut.
"Chelsea kau sadar dengan ancaman mu itu? jangan gila, bayi dalam kandungan mu itu tidak bersalah, tidak tau apapun dengan masalah kalian, jadi hentikan kekonyolan mu itu," marah Ria tidak habis pikir dengan jalan pikir Chelsea yang dangkal.
"Pergilah, aku ingin sendiri," Chelsea bangun dan menarik Ria pergi dari kamar.
"Hei, Chelsea aku tidak bisa membiarkan mu sendiri dengan keadaan seperti ini," protes Ria.
Otak dan perasaannya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Mengetahui keadaan nya sekarang berbadan dua tidak membuat nya bahagia melainkan bimbang.
Ketakutan memikirkan El akan pergi meninggalkan nya dan memilih Jasmie membuat kepala terasa pusing.
"Bagaimana Chelsea apa dia sudah lebih tenang sekarang?" tanya Bay saat Ria sudah kembali bergabung bersama mereka.
"Tidak, Chelsea mengusir ku dari kamar," jawab Ria khawatir keadaan Chelsea yang tidak stabil bisa saja membuat nya nekat dalam bertindak.
"Bagaimana bisa? sebenarnya apa yang terjadi?" bingung Bay tidak mengerti, seingat nya kepergian mereka tadi baik-baik saja.
__ADS_1
"Sudah biarkan saja, akhir-akhir ini Chelsea memang aneh seperti itu. Nanti juga membaik sendiri," seru El menyakinkan mereka tidak perlu terlalu mencemaskan Chelsea.
"Apa maksud mu, Kak? membaik bagaimana yang kau maksud? Chelsea bisa saja berbuat nekat di dalam sana, apa kau lupa hal apa yang baru di buat? bisa saja saat ini nyawa Chelsea dan anak dalam kandungannya, tiada kalau pikiran nya terus tak tenang dan semua itu karena mu, kak. Kakak tidak pernah tegas pada mantan Kakak itu," marah Ria tidak terima El bisa berbicara santai tanpa memikirkan keadaan Chelsea setelah dia bentak.
"Tunggu... kau mengatakan Chelsea hamil?" kaget El bertanya memastikan apa yang di dengar ini tidak salah.
"Iya, Chelsea hamil. Ini hasil tesp\*\*\*\* dan saat ini dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun, jika kakak memaksa menemuinya, dia mengancam akan melukai kandungan, jadi sebaiknya kakak jangan temui Chelsea, tapi renungan kesalahan mu, Kak. Tindakan mu tadi sudah sangat melukai perasaan Chelsea, wanita hamil sangat sensitif, apapun masalah yang terjadi baik kecil ataupun besar, itu tetap akan menjadi masalah besar, bagi Ibu hamil. Jadi seharusnya kakak lebih peka," ungkap Ria menyerahkan hasil tes Chelsea dan El menerima melihat itu penuh sesal.
Dia sedih, karena sudah membentak Chelsea. Jika dia tau semua ini, tidak mungkin dia berkata kasar. Dan sekarang Chelsea tidak mau bertemu dengan nya, apa yang harus di perbuat untuk membujuk Chelsea memaafkan nya.
"Percuma menyesal, semua sudah terlambat. Sebaiknya Kakak pergi cari mangga muda, saat ini Chelsea sedang mengidam, dan mungkin dengan cara itu kakak bisa bertemu Chelsea," lanjut Ria dapat melihat penyesalan di wajah El.
"Tapi saat ini Chelsea belum makan apapun, setelah muntah-muntah kalau makan mangga muda itu tidak baik," tambah Ria baru mengingat keadaan Chelsea saat di tinggal agak lemah, bagaimana kalau kepergian nya memburuk.
"Muntah-muntah? kenapa tidak kau memberitahu ku? apa Chelsea baik-baik saja?" khawatir El serius, ingin rasanya dia pergi menghampiri Chelsea, tapi mengingat ancaman itu membuatnya mengurungkan niatnya lagi.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...
__ADS_1