
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Chelsea semakin bingung mendengar ungkapan El menginginkan hubungan yang serius. Dia senang El menginginkan nya, tapi hal yang membuat nya tidak senang dia belum siap untuk menikah muda. Jika Ria siap, tidak dengan nya. Dia benar belum siap, apalagi hamil memiliki anak.
"Sayang," panggil El seraya membelai pipi lembut Chelsea.
"Iya, Kak," sahut Chelsea.
"Kapan kau akan siap seperti Ria?" tanya El. Dia tidak ingin membuang waktu lagi, secepatnya harus mengikat Chelsea. Sebelum Aiden melakukan yang tidak di inginkan.
"Kak, aku belum siap," jawab Chelsea jujur. Di usia masih muda dia tidak berani mengambil keputusan yang besar apalagi mengenai masa depan.
"Kenapa? apa kau tidak percaya padaku, apa yang harus ku tunjukkan padamu agar percaya?" tanya El.
"Tidak ada yang perlu di buktikan, kan. Aku saja yang belum siap, Kak," jawab Chelsea.
"Apa alasan mu belum siap? aku bersama mu sayang, kita bisa melakukan semua berdua, jadi seharusnya kata tidak siap itu tidak ada," seru El.
"Aku tau itu, Kakak akan selalu bersama ku, tapi bisakah kita jalani seperti ini dulu, Kak sampai aku siap memberikan mu seutuhnya diriku," ucap Chelsea menyakinkan El, penuh harap dapat di mengerti.
"Baiklah aku setuju, tapi mulai hari kau harus bersama ku jangan menjauh sedetik pun," kata El tersenyum. Dia akan coba mengikuti mau Chelsea. Tapi dia akan menjaga Chelsea agar tidak di dekati Aiden.
"Kak, kita harus ke aula, jangan lakukan ini," tegur Chelsea. El memasukan tangan di balik baju nya.
"Sebentar sayang, aku hanya ingin memanjakan tangan. Kau milik ku sekarang, jadi patuh lah padaku," ucap El membawa Chelsea ke kasur dan membaringkan.
"Kak ini.... "
__ADS_1
"Tidak lama, terlambat 30 menit tidak masalah. Kita akan melakukan dengan cepat sayang," bisik El. Dia segera membuat pakaian nya dan Chelsea, lalu membuang ke lantai.
"Aku takut, Kak," ucap Chelsea, bagaimana kalau dosen pembimbing nya marah dia tidak berada di aula.
"Tidak perlu takut, aku ada bersamamu. Jika ada yang marah padamu orang itu berurusan dengan ku," serius El tidak segan menyakiti siapapun yang berani menganggu wanitanya.
"Jangan menyelesaikan semua dengan kekerasan, Kak. Aku takut," jujur Chelsea tidak suka apapun yang berkaitan dengan bentuk kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
"Baiklah aku tidak akan melakukan itu. Asal kau menurut padaku dan berkata jujur jangan ada kebohongan. Aku akan jujur dan menceritakan hari-hari ku padamu, begitu sebaliknya dengan mu," ucap El.
"Iya, aku janji akan menurut dan berkata jujur padamu, Kak. Tapi apa siklus bulanan ku juga harus di ceritakan mengenai sakit tidak nya, datang dan berhenti?" tanya Chelsea polos.
El mendengar itu tersenyum. Dia benar-benar mendapat gadis polos yang tidak mengerti akan seperti apa menjalin hubungan.
"Tentu sayang, itu paling penting harus aku tau. Mulai hari ini bulanan mu akan menjadi tanggung jawab ku, apapun yang kau butuhkan, katakan saja aku akan penuhi."
"Kenapa seperti itu? aku merasa tidak perlu. Kita belum menikah, jadi tidak seharusnya kakak menafkahi."
"Tapi, Kak ak-"
"Sudah, tidak ada tapi-tapian lagi sayang, kita lakukan sekarang," potong El cepat.
...----------------...
"Sakit Ria," ringis Aiden kesakitan.
Saat ini Ria sedang mengobati luka lebam di wajah Aiden.
"Tahan sedikit Kak. Lagian siapa suruh asal nyosor? kirain Chelsea apaan? belum jadian sudah cium saja, gak bisa tahan," omel Ria kesal melihat tingkah Aiden. Dia sudah menduga perasaan Aiden, ternyata memang benar adanya.
__ADS_1
"Saya mengaku salah, tapi saya tidak bisa menahan diri Ria. Saya pria dewasa yang normal. Saya menyukai Chelsea, perasaan apa yang saya rasakan sekarang berbeda, Chelsea begitu istimewa saya akan tetap mengejarnya selama jalur kuning belum melengkung," terang Aiden kekeh dengan keputusan nya.
"Astaga segitu cinta matinya Kakak dengan Chelsea. Saya peringatkan kejar boleh kejar, tapi jangan sampai dengan cara licik saya tidak bisa terima jika hal itu terjadi. Chelsea sahabat baik saya jadi jangan melakukan apapun yang menghancurkan hubungan mereka," pesan Ria tidak mau kebahagiaan sahabat nya terusik.
"Jangan khawatir saya bukan orang jahat yang akan mengenakan cara licik, saya akan tetap menggunakan cara seorang pria sejati memberi perhatian pada umumnya dan kasih sayang," ucap Aiden.
Senyuman terukir di wajah seketika, Aiden mengingat ciuman tadi begitu manis tidak di bayangkan Chelsea memiliki bibir yang dapat membuat para pria menikmati jadi candu.
Aiden berpikir kenapa setiap jatuh cinta pada seorang wanita dia dan El selalu sama. Dulu jesika sekarang Chelsea. Tapi sebelum El memutuskan Jasmie, Aiden lebih dulu mengakhiri hubungan nya dengan jasmie, karena dia sadar tindakan nya itu sudah salah bermain api dengan pacar sahabat nya sendiri.
Tapi sekarang kembali lagi, jika jasmie muda di goda berbeda dengan Chelsea gadis kecil itu. Aiden tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, lima tahun yang lalu dia sudah menyesali perbuatannya, karena penghianatan nya, persahabatan yang terjalin lama berakhir.
"Saya tidak bisa memberi komentar apapun lagi, semua adil dalam cinta asal tidak melukai seseorang. Chelsea wanita lembut tidak suka kekerasan jadi jangan melakukan sesuatu yang fatal, Kak. Meski dia tidak mungkin membenci orang yang berbuat salah tetap saja saya harus mengingatkan," ujar Ria tidak bisa melarang apapun yang ingin Aiden lakukan. Dia tidak memiliki hak untuk melarang.
"Terimakasih sudah memberitahu ini, saya harap kedepannya jika saya membutuhkan bantuan kau bisa membantu," ucap Aiden.
"Iya, terpenting bantuan yang di minta tidak aneh masih dalam hal wajar," sahut Ria.
"Pasti, saya tidak mungkin menyakiti Chelsea, saya mencintai nya."
"Aku merasa berada di posisi tidak berdaya, keduanya sahabat kak bay. Kenapa juga mereka harus kembali menyukai wanita yang sama," monolog Ria bingung, kepala yang tidak pusing bisa menjadi pusing kalau seperti ini.
"Hmmm, sudah selesai. Istirahat lah sebentar jika sudah baik kan baru ke aula, saya harus segera kembali sekarang atau dosen pembimbing akan marah ini sudah terlambat 15 menit," ucap Ria melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Pergilah, tolong katakan pada panitia lain, saya sedikit terlambat ada masalah serius yang tidak di tinggal," pesan Aiden dan Ria mengangguk mengerti.
"Iya, saya pergi sekarang," pamit Ria meninggalkan Aiden di kamar hotel nya. Berlama-lama di dalam hanya membuat nya akan terkena masalah dari dosen pembimbing. Jadi akhiri saja dan segera pergi.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
__ADS_1
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...