Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 24: Tidak mau berbagi


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Kak, saya harus ke aula, bicaranya nanti saja setelah selesai," ucap Chelsea berusaha melepaskan genggaman nya dari Aiden, tapi pria itu semakin kuat.


"Tidak, kita bicara sekarang," Aiden tak mendengar perkataan Chelsea. Dia tetap membawa Chelsea.


Tiba di depan kamar hotel nya dia langsung masuk dan segera mengunci.


Mengingat Chelsea begitu menikmati ciuman dan sentuhan El membuat otak dan pikiran nya panas ingin meledak.


Aiden mendorong chelsea ke ranjang.


"Apa yang kakak lakukan?" gugup Chelsea mulai takut Aiden mendekat.


"Apa kau mencintai El?" tanya Aiden dengan gerakan cepat sudah berada di atas tubuh Chelsea.


"Kakak ini tidak benar, menjauh lah jangan seperti ini," berontak Chelsea semakin takut.


"Katakan Chelsea kau mencintai El?" tanya El lagi mengulangi pertanyaan nya.


"Iya, saya mencintai Kak El, saya mohon menjauh lah biarkan saya pergi," mohon Chelsea ingin pergi tidak mau berada di sini.


"Tidak Chelsea. Saya tidak bisa membiarkan mu pergi, sebelum mendapatkan apa yang saya inginkan," tolak Aiden tidak akan menyiakan kesempatan di depan mata.


"Maksud Kakak apa? apa yang kakak inginkan?" tanya Chelsea tidak mengerti.


"Kamu, aku menginginkan mu saat ini," jawab Aiden dengan santai. Langsung membungkam bibir Chelsea.


Tubuh nya saat ini masih lemah, baru saja pagi tadi melakukan bersama El, sekarang dia harus melayani pria yang tidak di cintai? tidak, dia tidak akan mau.


Chelsea berusaha sebisanya dengan penuh tenaga berontak. Dia tidak mau menyerah dirinya pada pria lain, selain pria yang di cintai.


Trak....

__ADS_1


"Auwh!" teriak Aiden kesakitan aset berharga nya di tendang Chelsea begitu telak.


Tanpa menyiakan kesempatan Chelsea bangun dari ranjang.


"Maaf, saya tidak bermaksud melakukan itu, tapi tindakan Kakak sudah keterlaluan saya tidak bisa tinggal diam, yang bisa menyentuh saya hanya Kak El pria yang saya cintai bukan pria lain yang tidak saya cintai. Saya memang lemah, tapi bukan berarti saya tidak bisa melawan," tegas Chelsea.


"Saya semakin suka dengan kau yang seperti ini Chelsea. Saya makin ingin memiliki mu. Bagaimana kalau saya menjadi yang kedua kita bisa melakukan di belakang El, saya janji akan membuat mu lebih puas dengan permainan ranjang yang saya lakukan," tawar Aiden, hal yang sama pernah dia katakan pada wanita yang di rebut dari El.


"Tidak, saya tidak bisa. Saya mencintai Kak El dan sampai kapan pun tidak akan pernah berbagi tubuh saya pada pria lain," tolak Chelsea tidak menyangka pria yang di pikir baik mendadak berubah.


"Kau terlalu sempurna untuk seorang pria bernama El, Chelsea. Apa yang kau lihat darinya, hingga begitu mencintai nya?" tanya Aiden berusaha bangun mendekati Chelsea.


"Kak lepaskan," berontak Chelsea. Aiden memeluk nya begitu erat.


"Tidak Chelsea kau begitu sempurna, sayang kalau di lepaskan," ucap Aiden. Tangan nya tak sengaja menyentuh gunung kembar Chelsea.


"Apa ini mainan El?" sungguh indah," tambah nya lagi mere*** salah satu pay***** Chelsea.


Ahhhh... Kak, hentikan... " desah Chelsea.


Aiden bahkan kembali membawa chelsea ke ranjang dan menindih nya.


"Aku mencintaimu Chelsea, kau yang berubah ku seperti ini," ucap Aiden. Tidak peduli apapun menarik kasar pakaian Chelsea.


Chelsea tidak memiliki banyak tenaga, meski berhasil lolos dari Aiden, dia tidak bisa kabur kunci kamar di sembunyikan Aiden.


"Kak jangan lakukan ini saya mohon... " tangis Chelsea memohon.


"Maaf Chelsea saya tidak bisa menahan lagi," ucap Aiden membuka pakaian nya membuang sembarang arah.


"Hiks... hiks... hiks... apa yang kakak dapatkan setelah melakukan ini pada saya? apa kak? cinta? itu tidak mungkin, cinta saya sampai kapanpun hanya untuk Kak El tidak akan pernah berubah, seharusnya kakak tau cinta tidak tidak bisa di paksa," tangis Chelsea menjelaskan.


Aiden tak peduli, dia seakan tuli. Chelsea tak bisa berkata, bibirnya di bungkam Aiden. Sepertinya omongan nya tidak mempan, Aiden juga tidak sadar.


Gerakan Aiden begitu cepat.

__ADS_1


"Kak, jangan... saya mohon... jangan," mohon Chelsea, Aiden ingin membuka rok yang di kenakan.


"Kau tidak bisa menolak saya lagi chelsea, saat ini hanya ada kita berdua. Saya bebas melakukan nya," ucap Aiden suka harum tubuh Chelsea begitu menenangkan.


"Ya itu benar kakak bebas melakukan apapun pada saya, tidak ada yang bisa menolong saya, bahkan kak El sekalipun," sahut Chelsea menangis. Hatinya terasa sakit.


Apa salahnya, hingga di perlakukan seperti ini? dia tidak pernah melakukan kejahatan, dia selalu memaafkan orang-orang yang berbuat jahat padanya, tapi kenapa harus di perlakukan buruk seperti seseorang yang terkena karma.


"Kau benar maka dari itu nikmati saja, saya akan membuat mu puas hari ini," ucap Aiden tersenyum senang. Tangan nya kembali menarik rok Chelsea, tapi kembali terhenti mendengar perkataan Chelsea.


"Lakukan sepuas mu, anggap ini hadiah perpisahan ku untuk mu, Kak. Titip salam untuk Kak El, katakan padanya saya mencintainya, maaf tidak bisa selalu berada di sisiNya. Saya akan memilih mati setelah ini, saya tidak bisa memaafkan diri saya jika di sentuh pria yang tidak saya cintai," ucap Chelsea serius dengan keputusan nya.


Aiden diam menatap tidak percaya Chelsea, wanita yang di cintai bisa berkata hal seperti itu, dia mencintai Chelsea, tapi mendengar kesungguhan Chelsea dalam berbicara hatinya bergetar.


"Apa El sangat berarti dalam hidup mu?" tanya Aiden serius menatap dalam wajah wanita yang di cintai.


"Kak El sangat berarti dari apapun di hidup ku. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama hanya sekali melihat nya di jalan. Hidup ku akan benar hancur tanpa nya," jawab Chelsea jelas arti penting El dalam hidupnya.


Ungkapan perasaan Chelsea menganggap El begitu berarti dalam hidup Chelsea, Aiden tersenyum kecut.


"Apa kau membenci saya setelah semua yang saya lakukan padamu?" tanya Aiden.


"Untuk apa membenci? itu hanya merusak diri sendiri penuh dengan api dendam karena kebencian," jawab Chelsea.


"Apa kau akan memaafkan saya?"


"Tentu, kenapa tidak? semua orang berhak mendapat maaf."


"Kau wanita yang baik, El beruntung memiliki mu. Saya mencintai mu, tapi mendengar kematian mu karena sentuhan ku, saya tidak bisa membiarkan itu," ucap Aiden.


Kini dia telah sadar perasaan seseorang tidak bisa di paksa, El dan Chelsea saling mencintai seberapa besar dia berusaha memisahkan takdir pasti akan mempertemukan mereka lagi, dia yakin akan hal itu.


Meski sulit menerima kenyataan ini, Aiden akan berusaha melakukan demi cinta nya pada Chelsea.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2