Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 23: I love you


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Penyatuan mereka sudah berlangsung cukup lama, El belum juga puas dia masih semangat melakukan penyatuan. Chelsea sudah tak berdaya, tubuh nya sudah terasa remuk seperti tertimpa beban berat.


Chelsea bingung terbuat dari apa El kenapa tidak merasa lelah sepertinya? padahal mereka melakukan bersama-sama, tapi kenapa hanya dia yang merasakan lelah.


"Ini sangat nikmat sayang, aku akan candu seperti ini," ucap El tidak berhenti memom**.


"Kak, aku lelah, bisakah kita istirahat," ucap Chelsea tak kuat melayani na**** El yang begitu besar.


"Satu ronde lagi, aku janji setelah ini kita istirahat," janji El. Entah sudah berapa kali pelepasan yang dia lakukan, semua tidak terhitung.


Chelsea tak lagi berkata dia lelah rasanya berbicara hal yang sama El menjawab dengan jawaban yang sama pula.


Pelepasan terakhir seperti janji El, pria itu menepati janji nya mengakhiri semua dan beristirahat di samping Chelsea dengan memeluk erat.


"Terimakasih sayang. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," bisik El tepat di telinga Chelsea.


"Aku juga mencintaimu, Kak. Terimakasih sudah membalas cinta ku," ucap Chelsea bahagia menikmati pelukan hangat El.


"Seharusnya aku yang berterimakasih padamu sayang, terimakasih sudah mencintaiku. Kau wanita istimewa, wanita unik, dan wanita langkah yang pernah ku temui. I love you," sahut El, saat ini prioritas nya adalah Chelsea wanita yang di cintai, wanita yang sebentar lagi menjadi istrinya, yang artinya menjadi satu-satu keluarga yang di miliki di dalam hidupnya.


Chelsea tersenyum mendengar itu, dia terharu dan bahagia perkataan El begitu menyentuh hati nya.


"Istirahat lah, selamat malam calon istri ku," ucap El mencium kening Chelsea lembut.


Cup.


"Selamat malam calon suamiku," balas Chelsea malu langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang El.


Tingkah gemas Chelsea yang malu-malu seperti ini, El merasa ingin terus menerkam kekasih nya.


...----------------...

__ADS_1


Pagi hari...


El sudah lebih dulu bangun seperti biasa. Kali ini pagi nya berbeda dari sebelumnya. Samping ranjang yang biasa kosong setiap membuka mata, kini terisi oleh wanita cantik.


Wanita yang sudah mengisi hatinya, wanita yang sudah bersama nya melakukan penyatuan. Wanita yang sebentar lagi menjadi istrinya.


Kata-kata cinta untuk mengungkapkan perasaan mengenai kebahagiaan nya sekarang rasanya tidak cukup.


"Terimakasih sudah hadir di dalam hidup ku. Kau satu-satu keluarga yang ku punya. Aku janji akan membahagiakan mu, tak akan ku biarkan seorang pun menyakiti mu meski hanya memarahi mu," ucap El cinta nya pada Chelsea semakin besar.


"Sayang, ayo bangun... sudah pagi, kita harus ke aula," El membangunnya Chelsea dengan mengelus pipi lembut nya.


"Jam berapa, Kak?" tanya Chelsea perlahan membuka kan mata, memandang wajah El begitu dekat dengannya.


"Jam 5," jawab El tersenyum, wajah Chelsea berubah, cemberut. El membangun kan nya sepagi ini sungguh keterlaluan. .


"Hei, jangan tidur lagi. Kita harus mandi sekarang," cegah El, mengajak Chelsea mandi bersama.


"Kak, ini masih sangat pagi aku ngantuk. Tubuh ku tak sekuat kakak yang tak merasa apapun, setelah semalam melakukan," protes Chelsea ingin kembali istirahat.


"Maaf, tapi sekarang bangunlah kita harus mandi," ajak El tidak membiarkan Chelsea istirahat, dia langsung menggendong Chelsea yang polos tanpa sehelai benang sama dengan nya ke dalam kamar mandi.


El mengisi bathtub dan menuangkan sabun cair ke dalam. Setelah terisi setengah mereka masuk bersama-sama.


"Sayang, hari ini aku tidak menemani mu tidak apa-apa, kan?" tanya El, membuka obrolan memeluk Chelsea dari belakang. Posisi Chelsea saat ini berada di pangkuan El.


"Tidak apa-apa, emangnya Kakak mau kemana?" tanya Chelsea menyadarkan kepala di dada bidang El.


"Hari ini aku berencana mengurus surat-surat pernikahan kita, orang-orang yang ku perintahkan sudah mendapat semua yang ku inginkan dan sisanya aku ingin melakukan sendiri," jawab El menjelaskan rencananya hari ini.


"Maaf aku tidak membantu mu," ucap Chelsea merasa tak enak membiarkan El melakukan semua sendiri.


"Tidak sayang, aku tidak masalah melakukan ini sendiri, terpenting bagiku kau sudah mau menikah dengan ku," El memeluk Chelsea makin erat.


"Kak," Chelsea mendongak kepala menatap El yang kembali nakal. Sepertinya perkataan semalam ingin dia lakukan sekarang.

__ADS_1


"Kenapa, hmmm?" tanya El lembut mencium bibir chelsea.


"Seluruh tubuh ku masih sakit, Kak," keluh Chelsea bingung El tidak puas juga padahal semalam sudah berkali-kali melakukan.


"Aku akan melakukan dengan pelan," janji El, Chelsea tak lagi menolak. Dia tidak bisa jika El sudah meminta.


"Hmmm," pasrah Chelsea berdeham.


Senyuman terukir di wajah El, dia bahagia Chelsea tak banyak protes. Wanita idaman tak pernah menolak keinginan calon suami.


...----------------...


Setelah kejadian semalam, Aiden masih tidak bisa melupakan apa yang di lihat dan didengar. Rasanya ada perasaan tidak suka. Suara desaahan Chelsea menikmati membuat kepala ingin pecah.


Aiden yakin saat itu pasti El menyadari kehadiran nya, jika tidak, tidak mungkin El berbicara seperti itu.


"Kau seperti sengaja melakukan ini padaku El. Baiklah tidak masalah, meski kau sudah menyentuh nya atau menikahi nya aku tidak peduli. Kau yang lebih dulu mengibarkan bendera perang padaku El. Aku tidak pernah seperti ini sebelum nya, tapi kau yang merubah ku, jadi bersiaplah. Aku akan melakukan depan-depan," ucap Aiden tidak peduli permusuhan mereka tidak akan bisa membaik.


Perasaan nya pada Chelsea ternyata sangat besar dari pada Jasmie dulu. Aiden sendiri tidak tau kenapa, mereka baru bertemu beberapa kali, tapi gadis kecil itu seperti pencuri berhasil mencuri hatinya sebesar ini.


"Chelsea, kau gadis kecil pertama yang membuat ku mengambil keputusan besar ini. Aku bisa menghancurkan klub El, kalau aku mau, tapi tidak, aku tidak mau kau sedih jadi mari kita melakukan hal lain," ucap Aiden otak nya semakin tak waras mengingat kejadian semalam benar-benar membuatnya marah.


Aiden keluar dari kamar, waktu sudah menunjukkan pukul 8, sudah waktunya menuju aula. Dalam perjalanan dia berpapasan dengan Chelsea, kali ini tidak ada El di samping nya.


Lorong hotel begitu sepi sepertinya semua sudah berada di aula.


"Chelsea," panggil Aiden menghentikan langkah Chelsea dengan memengang tangannya.


"Kak Aiden, ada apa?" kaget Chelsea tangannya mendadak di pegang seseorang dari belakang.


Chelsea sedikit terlambat, dan harus ke aula sendiri, karena El 15 menit yang lalu sudah pergi lebih dulu, tapi bukan ke aula melainkan ke kantor sipil mengurus surat-surat pernikahan mereka.


Dan lorong hotel ini satu-satu jalan menuju aula, itu berarti harus melewati kamar hotel Aiden untuk tiba di aula.


"Aku ingin bicara sesuatu dengan mu," ajak Aiden menarik tangan Chelsea pergi.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2