
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Setelah kejadian yang mana Aiden memaksa Chelsea. Kini semua telah membaik. Chelsea tak membenci Aiden, dan Aiden sangat berterimakasih pada Chelsea sudah mau memberi nya kesempatan untuk berubah.
Aiden tidak masalah jika Chelsea ingin menceritakan semua yang telah terjadi pada El, dia siap menerima amarah El. Dia mengaku salah.
Seharian El belum kembali, hingga pukul 9 malam El baru tiba di kamar hotel.
"Sayang, kau di sini? ada apa?" kaget El, pagi sebelum pergi mereka tidak memiliki janji.
"Apa Kakak lelah? aku bisa keluar besok baru kembali lagi," ucap Chelsea, El seperti kelelahan.
"Tidak, lelah ku semua hilang seketika melihat mu di sini. Ayo," ajak El menarik Chelsea ke pelukan nya.
"Sehari tak melihat mu, rasanya setahun. Aku merindukan mu sayang," ucap nya lagi mengecup kening chelsea mesra.
"Aku juga merindukan mu, Kak. Bagaimana, apa semua lancar?" tanya Chelsea mendongak menatap El.
"Semua lancar, kita akan menikah setelah pengumuman kompetisi," jawab El bahagia tinggal menghitung acara dia akan resmi menjadi suami dari wanita yang di cinta.
"Apa kau akan menemani ku malam ini?" tambah El menggendong Chelsea menuju ranjang.
Tak ada penolakan, Chelsea mengalungkan legan di leher El dengan senyum bahagia.
"Iya, aku sudah mengatakan pada Ria, ada yang ingin ku katakan juga pada Kakak," sahut Chelsea serius, mata nya menatap dalam El.
"Kenapa? apa perkataan mu lebih utama atau kau merindukan olahraga kita?" goda El menghirup tengkuk leher Chelsea.
"Kak, jangan sekarang. Aku ingin bicara penting, aku tidak mau kakak mendengar dari orang-orang dan akan terjadi keributan saja nanti," ucap Chelsea menahan El. Mereka akan bercinta setelah kejadian tadi pagi di selesaikan.
__ADS_1
"Maksudnya keributan apa? apa masalah serius, hingga kau begitu ingin segera aku tau?" penasaran El, perasaan nya jadi tak enak entah kenapa belum mendengar filing nya sudah tak baik.
Pandangan begitu lekat menatap Chelsea yang berada di bawah tubuh nya. El yakin apa yang ingin Chelsea katakan masalah serius.
"Berjanji lah terlebih dahulu untuk tidak marah setelah mendengar cerita ku. Aku tidak mau ada kebohongan apapun, meski kejujuran ku akan membuat mu marah, aku tetap harus jujur," ucap Chelsea serius dan El mendengar itu makin penasaran.
Perkataan Chelsea seolah apa yang akan di katakan sebuah ledakan bisa membuat semua hancur setelah mendengar.
"Kak El," panggil Chelsea melihat pria di depan nya diam, perasaan nya tak karuan.
"Apa kepergian ku hari ini terjadi sesuatu yang serius padamu?" tanya El, entah kenapa perasaan nya mengatakan seperti itu.
"Kak, a-"
"Katakan, aku ingin mendengar sekarang," potong El cepat.
Rasa penasaran nya saat ini sudah membuat otaknya tak bisa berpikir jernih, semua seakan bercabang seperti akar pohon. El tidak tau apa mendengar cerita Chelsea bisa bersikap tenang atau tidak.
Sebelum balik masuk ke kamar hotel nya, dia sempat mendengar obrolan beberapa petugas hotel berbicara seorang wanita peserta lomba keluar dari kamar hotel pria panitia juri.
"Aku akan berbicara, tapi berjanji lah untuk tetap tenang jangan marah, apapun yang terjadi semua telah berlalu," ucap Chelsea bertele-tele, El mendengar itu semakin tidak suka Chelsea tidak kunjung mengatakan.
"Sayang aku tidak bisa berjanji apapun, jadi katakan sekarang," tegas El tidak bisa berjanji sesuatu yang tidak dia ketahui inti pembicaraan.
"Aku tidak bi-"
"Tidak bisa menceritakan sebelum berjanji begitu?" potong El cepat seolah tau apa yang ingin di katakan Chelsea.
"Berjanji lah, aku tidak ingin ada pertengkaran lagi, kak," mohon Chelsea.
Dia takut setelah mendengar kejujuran nya, El marah besar. Chelsea tidak mau ada kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
__ADS_1
"Pertengkaran lagi? apa ini berkaitan dengan sih berandalan itu? apa yang dia lakukan pada mu?" tebak El yakin, perkataan Chelsea mengarahkan pada Aiden, karena pertengkaran yang di lihat Chelsea itu bersama nya.
"Ak-aku... " gugup Chelsea tatapan El begitu tajam padanya.
"Jadi benar? gosip yang ku dengar sebelum masuk tadi, ka-"
"Kak bukan Seperti itu, jangan berpikir terlalu jauh aku tidak menikmati apa yang di perbuat. Dan Kak Aiden tidak melakukan lebih, karena aku berhasil menyadarkannya sebelum masuk," jelas Chelsea memotong perkataan El, dia tidak mau pria di depan nya salah paham.
"Kurang ajar! berani nya bre*gs** itu menyentuh mu!" marah El meledak berapi-api tidak terima. Dia beranjak bangun siap pergi menghajar pria gila yang mele*** wanitanya.
"Kak, jangan. Ku mohon," tahan Chelsea memengang tangan El.
"Cukup Chelsea! ini sudah keterlaluan, kau pikir aku akan diam mendengar pria lain melakukan hal menjijikkan padamu? tidak, Chelsea! aku harus memberi nya pelajaran, sekalian ku kirim dia ke neraka sekarang," bentak El marah besar. Aiden sudah ke lewat batas dan itu tidak bisa di toleransi kan lagi.
Tanpa sadar, amarah yang memuncak El tidak menyadari sudah mendorong Chelsea begitu kuat yang berusaha mengejarnya.
Kepala Chelsea terbentur meja hingga mengeluarkan darah.
"Kak," panggil Chelsea lemah, menahan sakit di kepala nya.
"Jangan membelanya at-" El terhenti tak melanjutkan perkataan nya, kaget melihat Chelsea terduduk, ada darah di kepala nya terus mengalir.
"Chelsea kepala mu berdarah sayang, kita ke rumah sakit sekarang. Maafkan aku," menyesal El sudah melukai wanitanya.
"Tidak, Kak. Aku baik-baik saja, berjanji padaku jangan bertengkar, Kak Aiden juga sudah sadar sekarang, dia tidak akan mengulangi hal ini lagi," ucap Chelsea yakin.
"Kau terlalu baik Chelsea. Bagaimana kalau dia membohongi mu dan melakukan lagi? apa kau tidak pernah berpikir kesana?" bingung El dengan jalan pikir Chelsea begitu pendek.
"Tidak mungkin Kak, jika dia ingin melakukan lagi pasti sudah dia lakukan tadi saat aku tidak berdaya. Di sana tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan ku, karena hanya ada aku dan dia. Coba kakak bayangkan apa yang bisa terjadi pada seorang wanita lemah di sebuah ruangan bersama pria? dia bahkan bisa membuat ku hamil saat itu jika dia mau Kak. Tapi dia tidak melakukan itu, menyentuh saja tidak, karena dia sadar tindakan nya hanya sia-sia. Cinta ku hanya untuk mu seorang, bahkan aku siap mati setelah dia menjamah ku," ungkap Chelsea panjang lebar menjelaskan pada El agar sadar pikiran nya itu tidak benar. Aiden tidak seburuk yang di pikirkan.
Mendengar itu El terdiam, yang di katakan Chelsea benar. Saat itu apa saja bisa terjadi pada Chelsea. Tapi dia tetap tidak terima Aiden melakukan hal serendah ini pada wanitanya.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...