Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 31: Hati Yang tersakiti


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Selama perjalanan, di dalam mobil El mendiami Chelsea. Suasana hatinya masih buruk, Chelsea terlalu baik hingga tidak bisa bersikap tegas pada orang yang menyakiti nya. Dan El tidak menyukai itu.


Sama hal dengan Ria, dia ikut kesal dengan Chelsea, karena sahabat nya merusak kesenangan menikmati amarah El terhadap Biva ratu dalam segala hal kejahatan.


Kalau tadi Chelsea tidak menghalangi El, tidak memohon. Bukan hanya tamparan dan dorongan yang di terima Nenek lampir itu, mungkin lebih dan tentu sangat seru di saksikan.


Tapi kebaikan Chelsea yang tak suka dengan namanya kekerasan menghentikan dengan berbagai cara meski dirinya harus terluka.


"Ria, lain kali jika wanita sialan itu berulah kembali cepat kabari saya. Sepertinya orang di sebelah saya tidak akan pernah jujur lagi," sindir El tanpa menoleh pada Chelsea yang duduk di samping kursi mengemudi.


Chelsea tak menyahuti apapun, dia tau yang di lakukan sudah membuat El marah tidak terima. Tapi dia melakukan semua karena dia takut tindakan El semakin gila.


"Tentu, jangan khawatir Kak. Saya akan mengabari jika nenek lampir itu berulah," sahut Ria dengan senang hati melaporkan tingkah Biva yang buruk itu.


"Bagus, awasi sahabat mu ini, jangan biarkan dia berdekatan dengan iblis itu," ucap El memperingati Ria agar tidak melakukan kesalahan.


"Baik Kak. Aku akan melakukan semua tanpa kesalahan. Nenek lampir itu musuh ku, jadi tidak mungkin aku membiarkan dia tertawa lebar setelah berbuat salah. Kakak percaya saja padaku kali ini," yakin Ria tersenyum. Dia bahagia sekarang memiliki pendukung untuk membalas dua orang jahat jika berani berbuat macam-macam pada mereka.


"Hmmm," balas El berdeham.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka tiba di parkiran arena sirkuit tempat balapan berlangsung. El berjalan duluan meninggalkan Chelsea bersama Ria di belakang.


Chelsea tak tau harus melakukan apa, dia benar-benar bingung. Suasana hati El yang tidak baik membuat Chelsea tak nyaman. Dia merasa seperti menjadi istri tak di anggap, niat baiknya di salahkan tak seharusnya di lakukan.


"Hai El, kau kembali? dari mana saja? kemari lah duduk di sini, kita belum melepas rindu sejak aku kembali," ajak Jasmie mendekat menggandeng El di depan mata chelsea.


Melihat kedekatan wanita lain pada suaminya, Chelsea berusaha tidak cemburu, otak dan perasaan yang sedang kalut dalam pikiran membuat nya tidak peduli.


Apa hak nya marah sekarang? El tidak akan peduli, lebih baik dia meninggalkan mereka.


Ria melihat wanita genit mendekati suami sahabat nya jadi geram tidak suka, dan El juga seperti biasa saja kayak sengaja ingin membuat Chelsea cemburu. Tapi sayang chelsea tidak peduli, meski dia tau saat ini semua wajah tenang nya itu palsu.


"Ce, kau mau kemana, duduk lah di sini," tahan Ria melihat Chelsea ingin pergi.


"Tidak, aku ke dalam saja, aku tidak biasa menonton, kau tau itu," terang Chelsea, hatinya terasa sakit El tidak mengatakan apapun untuk menahan nya. Pria itu benar-benar diam.


"Oh, iya... aku lupa, ya sudah pergi lah, aku akan menjaga Kak El jangan khawatir," ucap Ria sadar saat ini hati chelsea terbakar melihat pria yang di cinta berdekatan dengan wanita lain.


"Terserah," cuek Chelsea langsung pergi meninggalkan mereka.


Air mata chelsea mengalir begitu saja, melangkah pergi. Dia tak bisa menahan sakit.


Setiba di kamar mandi chelsea menangis, dia tidak kuat menahan tangis nya lagi. Sudah cukup pura-pura baik di depan semua, jujur dia ingin marah pada El kenapa tega melakukan ini. Apa kesalahannya sudah terlalu besar, hingga El tidak menganggap nya lagi.

__ADS_1


Entah lah Chelsea bingung memikirkan semua.


Beberapa menit kemudian...


Setelah merasa puas mengeluarkan semua kesedihan nya, Chelsea membasuh wajah nya di wastafel, lalu keluar.


"Chelsea kau kemari? tumben, ada apa?" kaget Fiona dengan kedatangan Chelsea di ruangan nya.


"Hmmm, seperti pesan ku kemarin, aku menemani mereka," jawab Chelsea duduk di sofa samping Fiona.


Dia sudah menceritakan semua mengenai pernikahan nya dengan El dan Fiona ikut senang meski mendadak. Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa Chelsea berada di sini, bukannya menemani El malah kemari.


"Aku ingat itu, tapi kenapa kemari? seharusnya kau menemani suami mu," ucap Fiona bingung wajah Chelsea seketika berubah.


"Seperti nya tidak, dia tidak membutuhkan ku. Ada seorang wanita bersama nya dan mereka terlihat dekat, Kak El bahkan tidak menolak gandengan nya. Aku merasa menjadi istri yang tak di inginkan," sahut Chelsea sedih, hati nya kembali terasa sakit setiap mengingat itu.


"Maksud mu apa, Ce? bagaimana bisa El lebih memilih di temani wanita lain dari pada kau istri nya? apa kalian bertengkar sebelum kemari? dan siapa wanita yang sedang bersama El sekarang? biar ku beri pelajaran sudah menjadi duri dalam rumah tangga mu," tidak suka Fiona mendengar perkataan Chelsea. Dia sangat membenci kata orang ketiga, hidup nya hancur karena ada nya orang ketiga di pernikahan orang tuanya. Sebab itu dia tidak segan membabat habis yang namanya pelakor.


"Iya, kami bertengkar, tapi ini bukan masalah besar, Fiona. Aku..... " Chelsea mulai menceritakan awal kejadian hingga El mendiami nya dan seorang wanita datang langsung menggandeng El di hadapan nya, tapi El sama sekali tidak menolak, membiarkan gandengan mesra wanita itu.


"Ya ampun, El ini apa-apaan sih. Dasar pria mau nya di mengerti gak mau ngertiin. Ini sudah kelewat batas Ce, tidak bisa di diamkan lagi. Kau istri nya kau harus bertindak jangan biarkan orang ketiga hadir dalam rumah tangga mu, kalian baru menikah masa udah mau ada masalah," ujar Fiona tidak habis pikir, Chelsea sama sekali tidak melakukan apapun, malah membiarkan suaminya berdekatan dengan wanita lain.


"Aku bisa apa Fiona? aku tidak tau, aku perempuan yang tidak memiliki pengalaman, aku hanya pandai dalam pelajaran bukan dalam hal seperti ini. Jika Kak El tidak menginginkan ku lagi, tidak apa-apa. Aku ikhlas, aku akan memaksa nya. Dia bebas memilih siapapun yang di suka. Aku perempuan muda, usia kami berbeda 10 tahun, mungkin sekarang dia sadar menikahi ku adalah kesalahan. Seperti yang di katakan sebelum kami menikah, hubungan serius antara kedua orang yang memiliki perbedaan usia cukup jauh tidak akan membuat suatu hubungan bertahan lama, karena pemikiran mereka tidak akan bisa menyatu. Dan sekarang semua itu terbukti, aku nya saja yang bodoh begitu muda mengambil keputusan," sedih Chelsea. Dia ikhlas apapun yang terjadi kedepan nya. Dia tidak akan menyesal, kesedihan maupun kebahagiaan akan dia terima dengan senyuman.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2