
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Ck, mereka tidak juga kapok mencari masalah dengan ku, apa selama ini balasan ku tidak seberapa? sangat merepotkan," kesal Ria. Mendengar suara jelek meneriaki namanya sudah dapat dia ketahui pemilik suara tersebut.
"Sabar Ra. Ingat ada baby di dalam perut mu," Chelsea mengingatkan Ria agar tidak terlalu menanggapi Biva kakak semester mereka.
Chelsea tak pernah ikut campur, dia hanya memberi nasehat pada Ria untuk mencoba sabar dan mengalah dalam menghadapi orang-orang yang tidak pada mereka.
Tapi itu bukan Ria kalau mau menuruti. Karena dia adalah Ria jadi semua nasehat Chelsea hanya di tanggap senyum manis tetap bertingkah meladeni setan kampret.
"Hey! bocah sialan, kau tuli, apa!?" marah Biva kesal Ria tidak mempedulikan nya.
"Kau berbicara dengan ku, nenek lampir?" tanya Ria santai dengan wajah tak berdosa seolah tidak tau.
"Semakin hari, kau semakin berani. Kau pikir sudah menang melawan ku? tidak, kau akan ku buat menyesal dan memilih mati karena sudah berani padaku," geram Biva, sikap Ria begitu buruk di mata nya, berbeda dengan Chelsea tidak banyak bicara dan sangat menurut.
Tapi melihat itu Biva ikutan tidak menyukai Chelsea, dia beranggapan Chelsea sama dengan Ria licik.
"Kau temannya ular, apa kau juga tuli hingga tidak mendengarkan ku memanggil ular ini?" lanjut Biva menunjukkan penuh kebencian pada Ria.
"Hai nenek lampir murahan, siapa yang kau kata ular? turun kan tangan mu itu sekarang atau ku buat kau menyesal," ancam Ria, sejak kehamilannya dia begitu berani melakukan hal ekstrim dalam membalas semua orang yang tak menyukai nya. Mungkin bawaan baby dalam perut yang menginginkan, itulah pikir nya.
"Kau pikir, saya takut dengan ancaman sambal mu? tidak, meski benar sekali pun saya tidak takut ular licik," balas Biva tidak takut malah makin berani menantang Ria.
Ria mendengar ejekan nenek lampir di depan nya dengan gerakan cepat tangan nya menonjok wajah mulus Biva.
__ADS_1
"Auwh... sakit sialan!" maki Biva meringis kesakitan tonjokan Ria begitu keras mengenai mata nya hingga memar.
"Kenapa? tidak terima? apa mau lagi? jadi orang sadar diri, jangan suka cari masalah, saya tidak selemah itu, meski kau dan mantan buaya darat mu itu bersatu saya tidak takut," Ria bukan merasa bersalah dengan tindakan nya pada malah puas dengan hasil karya nya di wajah cantik Biva terlihat indah.
"Kau bocah ular sialan! rasakan ini," marah Biva tidak terima di perlakukan seperti, dia tetap ingin membalas. Tangannya terangkat menampar Ria, namun bukan Ria yang terkena tamparan nya itu, malah Chelsea.
Plak!
Chelsea melihat itu tidak bisa membiarkan, karena Ria sedang hamil dia segera menukar posisi dan saat bersamaan El melihat kejadian itu. Kedua tangan mengepal kuat, tatapan tajam menatap penuh amarah pada wanita yang berani menyakiti istri nya.
Suasana hati yang buruk dengan kedatangan Jasmie di hidupnya membuat nya marah, kini menambah marah di beri pertunjukan yang sangat tidak di suka kalau ada yang menyakiti istri nya meski seujung kuku pun.
"Chelsea," kaget Ria, chelsea membiarkan wajah nya di tampar demi melindunginya.
"Aku baik-baik saja, kita pergi saja tidak usah meladeni nya, ayo," ajak Chelsea, meski pipi nya terasa sakit tamparan Biva lumayan kuat.
"Tidak, Ce. Nenek lampir ini sudah keterlaluan dia harus di balas," tidak terima Ria dan beralih menatap benci Biva wanita jahat itu.
"Dasar wanita gila! kau seharusnya berada di rumah sakit jiwa, otaknya mu sangat buruk sama dengan kelakuan mu," maki Ria muak Biva masih berani berbicara kasar dengan wajah bahagia.
"Apa kau bilang? rumah sakit jiwa?" tidak terima Biva dia ingin mendorong Ria, tapi malah Chelsea lagi yang terkena imbasnya dari perbuatannya.
"Auwh... " ringis Chelsea kesakitan.
"Chelsea!" teriak El khawatir dan juga marah pada wanita yang sudah bertindak kasar pada istri nya.
Dia berjalan dengan langkah panjang mendekati Chelsea.
__ADS_1
"Sayang apa kamu baik-baik saja? kita ke rumah sakit sekarang," ajak El tidak mau terjadi hal buruk pada wanita tercintanya.
"Aku baik-baik saja, Kak. Tidak perlu ke rumah sakit," Chelsea menyakinkan El dan bangun di bantu suaminya.
Biva terdiam membeku di tempat nya. Dia tidak menyangka bocah sialan seperti mereka bisa mengenal orang terkenal seperti El.
Siapa yang tidak El, pria tampan yang berjaya di masa lalu. Bahkan hingga sekarang meski tidak ikutan balapan namanya masih terkenal.
El dan ketiga teman satu geng di juluki pangeran baik hati, meski memiliki wajah tampan, mereka dulu sangat baik, tidak sombong.
Hal yang menganggu otaknya sekarang adalah apa hubungan El dan bocah sialan ini. Kenapa El memanggil kata sayang? apa mereka menjalin hubungan serius? tapi, bagaimana bisa? dimana mereka bertemu?
Semua terus berputar, banyak pertanyaan di benak nya saat ini. Namun semua berhenti ketika pandangan El tertuju padanya dengan tatapan tajam terlihat amarah di wajah nya.
Entah kenapa dia merasa sudah berbuat salah, seperti nya Chelsea memiliki hubungan dengan El.
"Kak, sudah. Kita pergi sekarang, bukannya Kakak kesini ingin menjemput ku dan Ria? ayo kita berangkat," bujuk Chelsea takut melihat tatapan penuh amarah El bisa meledak kapan saja, segera mengakhiri semua.
"Tidak sayang, wanita seperti nya tidak bisa di biarkan begitu saja, dia sudah menyakiti mu dan aku tidak akan tinggal diam melihat wanita yang ku sayangi tersakiti meski itu sehelai rambut pun," ucap El setiap perkataan yang terucap dari bibirnya penuh penekanan ketidaksukaan dan juga penegasan agar semua yang menyaksikan kejadian ini sadar tidak melakukan atau berpikir ulang kalau ingin menyakiti Chelsea.
Glek!
Biva menelan kasar saliva, yang di pikirkan ternyata benar. Mereka memang memiliki hubungan serius.
"Saya setuju dengan mu, Kak. Beri saja nenek lampir ini pelajaran, sudah tiap hari mengusik kami, tapi tidak juga bosan, bahkan semakin berani," kompor Ria memanasi El untuk memberi hukuman pada wanita angkuh di depan nya biar kapok, seperti nya balasan yang di berikan selama ini tidak membuat nya kapok, entah dengan cara apalagi agar sadar dia sendiri sudah tidak tau. Ria sudah kehabisan akal selain meladeni pertengkaran yang di mulai.
"Jadi wanita ini sudah sering menganggu mu?" El menoleh Chelsea. Mendengar perkataan Ria, dia semakin marah. Sedangkan Ria tersenyum senang sebentar lagi dia akan menyaksikan amarah El entah apa yang dilakukan pada Biva dia yakin sesuatu yang seru untuk di nikmati.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...