Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 28: Taruhan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Pesawat yang di tumpangi Chelsea tiba dengan selamat di airport negara X. Ria tersenyum bahagia. Dia menghirup udara negara yang sudah di rindukan, tepatnya Bay pria tercintanya.


Sebelum kembali ke asrama dia ingin bersama Bay melakukan percintaan yang sudah lama tidak mereka lakukan. Ria akan menggunakan kantor klub El untuk menghabiskan waktu bersama nya dan Bay seperti biasa.


Mau tidak mau El harus kembali ke kantor nya terlebih dahulu sebelum ke mansion yang baru di beli. Dia ingin melihat keadaan anggota klub nya selama dia tinggal.


El bahkan menceritakan pernikahan nya bersama Chelsea, dia tidak menutupi apapun asal semua ini tidak terdengar oleh pihak kampus dan kedua orang tua Chelsea. Mereka akan memberitahu saat Chelsea hamil memasuki 4 bulan sama seperti Ria.


Tentu ungkapan El yang mendadak membuat Ria yang mendengar itu menatap tajam Chelsea, tega nya tidak memberitahu sebelum nya.


Chelsea yang di tatap Ria seperti itu tersenyum manis, dia tidak tau harus berkata apa. Dia sudah pasrah kalau Ria akan mengomel sepanjang hari nanti.


"Dasar gila kalian. Masa nikah gak kasih tau. Seharusnya aku dan Kak Bay yang lebih dulu bukan kalian, kan yang hamil aku, ini masa kau dengan Kak El, tidak adil," protes Ria menatap sebal Chelsea di sebelah duduk nya.


Sedangkan kedua pria di depan, Bay menyetir dan El duduk di samping kursi mengemudi.


"Ya sudah Ria nikah saja sekarang, kan gampang seperti aku dan Kak El," ucap Chelsea santai dan perkataan nya itu di sambut sebuah sentilan di kening Chelsea, oleh Ria yang gemas mendengar itu.


"Auwh... sakit, Ria.... " ringis Chelsea memengang jidat nya.


"Biarin, siapa suruh ngomong gak di filter," Ria tidak peduli. El berbalik menatap Ria yang menyakiti istri kecilnya itu.


"Jangan menatap calon ku seperti itu El. Istri mu saja yang bicara gak mikir," bela Bay menoleh El yang menatap Ria seketika beralih menatap nya.


"Gak mikir apa yang kau maksud? Chelsea tidak seperti calon mu yang bicara blak-blakan. Chelsea selalu menjaga tutur katanya dalam bicara, jadi apa yang di katakan sama sekali tidak salah. Jika kalian tidak ingin tertinggal oleh kami, gampang pergi ke kantor sipil resmikan hubungan kalian biar gak makin buat dosa," balas El tak terima Chelsea di salahkan.


Jika Bay bisa membela Ria, kenapa tidak dengan nya? dia akan melakukan apapun itu agar istri nya tak pernah di salahkan oleh siapapun.


"Kalian memang pasangan yang serasi. Cinta kita mengalah saja dari mereka, bertengkar dengan mereka hanya buang waktu," ucap Bay, kalau El sudah ikut bicara mereka pasti tidak akan bisa menang.


"Kau benar cinta, mereka pasangan serasi, lihat saja yang satu baik nya tanpa batas dan yang satu lagi kebalikan dari itu, bukannya sangat serasi?" ejek Ria puas dan El mendengar itu tidak peduli. Dia malas terus meladeni Ria.


...----------------...


"Kita ke kamar dulu, jangan nganggu," ucap Bay memperingati El dan Chelsea sebelum masuk ke kamar kosong yang biasa mereka gunakan untuk penyatuan.


"Ck, seperti tidak ada kerjaan saja menganggu kalian," tidak terima El di kata seperti itu.

__ADS_1


"Mungkin, kalian pasangan baru. Aku yakin kau sudah tidak sabar membuat istri mu hamil, jadi bisa saja kau ingin melihat cara cepat menghasilkan kecebong di dalam perut istri mu," sindir Bay tersenyum.


"Tidak penting. Tanpa melihat pun Chelsea akan segera hamil, lihat saja bulan depan sudah ada isi," yakin El merangkul sang istri.


"Ck, percaya diri sekali. Bagaimana kalau kita taruhan? kalau Chelsea benaran hamil bulan depan saya akan menuruti apapun keinginan mu, tapi kalau tidak maka sebaliknya kau yang harus menuruti ku, Dil?" tantang Bay. Dia ingin tau seberapa besar kekuatan El, hingga sebegitu yakin bisa membuat Chelsea berisi.


"Baiklah. Dil. Siap-siap menjadi babu ku selama satu tahun kedepannya nanti," terima El. Keyakinan nya begitu besar.


"Ayo sayang, kita ke kamar. Setelah itu baru ke mansion," ajak nya lalu pergi membawa Chelsea meninggalkan kedua orang tersebut.


Bay dan Ria memandang kepergian mereka saling pandang dan sama-sama menggeleng kepala.


"Dia sangat yakin, apa dia pikir melakukan semua itu muda? kita saja yang berbulan-bulan melakukan baru sekarang mendapatkan, lalu bagaimana dengan mereka yang baru memulai? sungguh kepercayaan diri yang patut di acungkan jempol," bingung Bay. Satu hal yang kini dia yakin taruhan akan di menangkan oleh nya sendiri.


"Sudah, lupakan taruhan mu itu cinta. Aku sudah merindukan mu, baby kita menginginkan sentuhan mu," ucap Ria sudah tidak sabar memulai kenikmatan di atas ranjang yang empuk, dimana dia akan menari dan bernyanyi merdu.


Sentuhan liar Bay tak pernah bisa dia lupakan. Bay selalu membuat nya puas di atas ranjang, bahkan sentuhan itu sangat menggilai nya.


"Dengan senang hati cinta aku akan memuaskan mu di ranjang sekalian menjenguk baby kita," semangat Bay langsung menggendong Ria ke dalam kamar.





Dia kamar lain, sepasang suami-istri juga melakukan percintaan. El terus menggempur Chelsea tanpa jeda. Tubuh kini terasa remuk, El tidak juga merasa puas. Meski kedua sama-sama mendapatkan pelepasan yang nikmat. Chelsea sudah tidak bisa mengimbangi El.



"Kak, aku lelah," suara Chelsea terdengar lemah tak berdaya.



"Sebentar lagi sayang aku akan mengeluarkan baru kita istirahat," ujar El. Dia begitu semangat memainkan cangkul menggali lebih dalam dan menanam bibit unggul agar mendapatkan hasil yang memuaskan.



"Ahhhhh.... Kak.... aku tidak sekarang," \*\*\*\*\*\*\* nikmat dengan nada kecil terdengar indah, semangat El berkobar.


__ADS_1


Dia tidak sabar melakukan pelepasan terakhir bersama-sama untuk kesekian kali.



"Bersiap lah sayang kita akan melakukan sekarang," ucap El siap.



"Ahhhh.... "



"Ahhhh.... "



Kedua serentak mendapatkan puncak kenikmatan. Dan El tumbang di samping Chelsea, memeluk erat tubuh istri nya.



"Terimakasih sayang, aku mencintaimu," bisik El.



"Aku juga mencintaimu, Kak," balas Chelsea membenamkan wajahnya di dada bidang El.



"Malam, aku akan menganga ke asrama. Tapi ingat rajin minum vitamin yang ku beri, jangan lupa makan tepat waktu dan jangan begadang, sampai aku tau kamu melanggar aku akan membawa mu saat itu juga dari asrama, tinggal di mansion," tegas El memperingatkan Chelsea.



"Iya Kak. Aku janji tidak akan lupa. Aku masih ingin berada di asrama dekat dengan kampus jadi tidak mungkin aku melakukan kesalahan," ucap Chelsea dan El mendengar itu tersenyum. Istri kecilnya memang sangat unik.



"Tentu, aku percaya padamu sayang, selalu kabari aku nanti dan juga kirimkan semua jadwal kuliah mu padaku jangan sampai ada yang terlewat."



...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...


__ADS_2