Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 19: Kita menikah


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu," El mencium bibir Chelsea dengan lembut mengakhiri percintaan mereka.


"Iya, aku juga mencintai mu, Kak," balas Chelsea tersenyum bahagia.


"Malam tidur lah bersama ku, sehari saja," mohon El menempelkan hidung nya dengan Chelsea.


Kedua mata mereka saling pandang satu sama lain. Tatapan yang dalam membuat kedua sama-sama hanyut.


"Sayang," panggil El lembut mencium bibir Chelsea.


"Kak, ak-"


"Masalah Ria, aku akan tangani dia pasti mengerti," potong El cepat.


"Tapi, aku belum siap Kak. Ini terlalu cepat, aku takut," ucap Chelsea tidak memikirkan sekali menjalin hubungan akan seserius ini.


"Tidak sayang, aku janji akan buang luar. Percayalah aku akan melakukan lembut," El meyakinkan Chelsea. Dia tidak bisa menahan lagi setiap bercinta tidak memasuki senjata ke lahan itu sangat menyiksa.


Chelsea diam bingung harus bagaimana, dia belum siap melakukan itu, pikiran nya benar-benar tidak tenang saat ini.


"Sayang, kalau kau masih ragu, aku tidak akan memaksa lagi. Jujur semua permainan kita begitu menyiksaku," ungkap El.


"Maaf, aku tidak tau kalau sudah menyiksa Kakak. Lalu apa yang harus ku perbuat agar tidak tersiksa?" tanya Chelsea polos tidak mengerti maksud yang di kata El.


"Kita menikah secepatnya," jawab El tersenyum.


"Menikah?" kaget Chelsea. El menjawab dengan begitu santai menatap dalam kedua bola mata Nya.


"Iya, jika kau tidak ingin ada yang mengetahui tidak apa-apa. Kita bisa menyembunyikan pernikahan kita," ucap El sudah yakin dengan keputusan nya.


Mengingat Aiden juga menyukai Chelsea, dia khawatir pria itu merebutnya seperti yang di lakukan sebelum. Tapi kalau Chelsea sudah terikat dengan nya, dia yakin Aiden tidak berani melakukan sesuatu yang aneh.

__ADS_1


"Kak, apa yang kita lakukan sekarang sudah membuat ku ragu, lalu bagaimana dengan pernikahan? aku tidak bisa mengambil keputusan sebesar ini," ucap Chelsea tidak bisa menyetujui begitu saja permintaan El.


"Apa ini karena orang tua mu?" tanya El, dia sudah tau masalah orang tua Chelsea dari cerita Ria.


"Iya," Chelsea mengangguk membenarkan.


"Dengar aku sayang, kau sudah menjadi anak berbakti selama ini, jadi jika kita melakukan ini tidak masalah, aku akan bertanggung jawab," ucap El menyakinkan Chelsea agar tidak memikirkan orang tuanya.


"Bagaimana dengan orang tua Mu, Kak?" tanya Chelsea penasaran sebab dia tak pernah mendengar hal itu.


"Aku sebatang kara. Keluarga ku habis saat kecelakaan mobil 17 tahun yang lalu," jawab El mengingat kejadian dimana dia harus kehilangan orang-orang yang di sayang di usia remaja.


"Maaf, aku tidak tau. Kakak jangan sedih, aku akan bersama Kakak. Aku setuju untuk menikah, tapi sementara waktu pernikahan kita di rahasiakan dulu. Aku tidak ingin ada seorang pun yang tau," ucap Chelsea tidak tega menolak ajakan El setelah mendengar hidup pria itu seorang diri tanpa ada keluarga yang mendampingi. Sungguh kehidupan yang tragis.


"Tidak masalah sayang, terpenting kita menikah. Aku akan mengurus semua berkas dan kita menikah di kantor sipil setelah kompetisi berakhir," ujar El bahagia sekarang tidak ada yang perlu di cemaskan lagi.


"Apa tidak terlalu cepat Kak?" tanya Chelsea kaget, berarti 8 hari lagi.


Semua terasa mimpi Chelsea tidak menyangka sesuatu yang pernah di bayangkan mengenai pernikahan di usia muda kini akan dia alami.


"Hmmm, tapi pernikahan kita harus di sembunyikan sampai aku menyelesaikan kuliah ku, itu aturan dalam perjanjian beasiswa selama menempuh pendidikan, aku harap Kak El mengerti," ucap Chelsea.


"Baiklah, tapi jika kau ingin memberitahu semua tidak apa-apa, aku masih bisa menanggung biaya kuliah mu," sahut El. Uang nya tidak akan habis hanya untuk membiayai kuliah Chelsea. Membeli pulau saja dia bisa.


"Tidak, Kak. Ini bukan masalah bisa tidak nya. Aku sejak kecil sudah mengandalkan beasiswa dalam pendidikan, jadi kalau mendadak biaya sendiri akan terasa aneh," jelas Chelsea dan El mendengar itu mengangguk mengerti.


"Aku mengerti, aku akan mendukung apapun keputusan mu. Sekarang kita bersih-bersih pergi ke aula," ajak El bangun langsung menggendong Chelsea ala brydel membawa ke kamar mandi.


"Terimakasih, Kak boleh aku mengatakan sesuatu," ucap Chelsea mengalungkan kedua lengan nya pada leher El.


"Katakan saja, tidak perlu bertanya padaku. Sebentar lagi kita akan menikah jadi kau harus berani mengutarakan apa yang kau rasakan padaku," sahut El menatap Chelsea di gendongan nya.


Perkataan El seperti ini, hati Chelsea menghangat. Dia tidak pernah menyangka akan berada di tahap sejauh ini ini dengan pria yang membuat jantung nya berdebar pertama kali bertemu.


Jika mengingat yang lalu, rasanya saat ini yang terjadi adalah mimpi. Kini mereka bersama, berkali-kali melakukan hal gila begitu semangat. Chelsea tak tau semua yang di lakukan akan baik untuk kedepannya atau sebaliknya.

__ADS_1


Harapan dan doa selalu di panjatkan agar kehidupan nya tak ada masalah.


"Iya, aku akan mencoba nya," kata Chelsea tersenyum.


"Itu harus, katakan apa yang ingin di katakan?"


"Hmmm, tapi sebelumnya aku minta maaf, kakak jangan marah padaku," ucap Chelsea. El mendengar itu mengerut kening bingung tidak mengerti.


"Emangnya apa yang ingin kau katakan, hingga berbicara seperti itu? apa ini masalah serius? apa ada yang di sembunyikan dari ku?" tatap selidik El curiga.


"Tidak, Kak. Aku tidak menyembunyikan apapun. Aku hanya ingin mengatakan aku belum bisa hamil seperti Ria, kalau itu terjadi itu sama saja aku ketahuan sudah menikah dan beasiswa ku di cabut," jawab Chelsea cepat menjelaskan tidak mau El salah paham.


"Oh, tentang itu. Aku kira apaan. Ya sudah tidak masalah sayang, apapun keputusan mu aku mendukung," sahut El tidak ingin memaksa Chelsea. Dia akan melakukan jika Chelsea memang sudah siap.


Terpenting adalah mereka sudah terikat, masalah anak itu akhir jika sudah waktunya.


"Terimakasih, aku mencintaimu, Kak," bahagia Chelsea mencium bibir El.


"Sama-sama sayang, bibir mu sangat manis aku suka," ucap El, pipi Chelsea merona mendengar itu, menyembunyikan wajahnya di dada bidang El.


"Kenapa sayang?" tanya El pura-pura tidak mengetahui apapun, dia tau saat ini wanitanya malu mengenai perkataan nya.


"Aku malu, Kak."


"Hahahha... kenapa harus malu sayang? kita sudah melakukan semua, bahkan setiap inci tubuh mu sudah aku cicipi dan kau begitu menikmati, lalu kenapa mendadak malu?" goda El tersenyum tidak bisa dia sembunyikan betapa gemas nya melihat tingkah Chelsea seperti ini.


"Itu beda, kak."


"Coba jelaskan apa yang membuat beda? aku ingin mendengar nya sayang, mungkin aku bisa mengerti setelah mendengar penjelasan mu," ucap El. Dia suka melihat Chelsea kekanakan, karena itulah hal yang harus Chelsea lakukan di usianya.


"Aku berjanji setelah kita menikah, kebahagiaan yang akan kau dapatkan, sifat mu yang seharusnya ada akan ku kembalikan," batin El berjanji.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2