Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 17: Kita resmi jadian


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Bruk...


Satu tinjuan mendarat sempurna mengenai pipi pria kurang ajar tersebut.


Kedua tangan mengepal kuat marah, pintu di buka pertama kali yang di lihat pria yang di benci melakukan hal gila pada wanita yang cinta.


Amarah tidak bisa di bendung lagi, El menghajar membabi buta Aiden tanpa ampun.


"Dasar brengsek! kau masih saja tidak berubah mengambil apa yang saya miliki, kau pikir saya akan tinggal diam lagi? tidak, sudah cukup di masa lalu kita. Sekarang saya akan mempertahankan apa yang saya miliki," marah El menghajar Aiden.


"Apa yang kau mau maksud El? Chelsea milik mu? tidak mungkin, saya ingat jelas kemarin tidak mungkin sekarang berubah," tidak percaya Aiden. Semua yang di kata El bohong, pikirnya.


"Kenapa tidak mungkin? apa kau pikir yang saya katakan ini sebuah kebohongan? tidak, Chelsea calon istri saya, kami sudah melakukan hubungan 9 tahun yang lalu, jika kau tidak percaya tanyakan pada Chelsea, tapi tidak, saya rasa tidak perlu karena itu tidak penting. Lebih baik kau jauh-jauh dari kehidupan Chelsea jangan berani mendekati nya, karena saya tidak akan tinggal diam. Dan kau Chelsea ikut saya," marah El memperingati Aiden dan menarik Chelsea keluar.


Chelsea tak berani mengatakan apapun, dia takut melihat amarah El, mengikuti pria itu membawa nya.


Tiba di depan pintu kamar hotel, El segera membuka dan masuk bersama Chelsea.


"Apa yang kau lakukan? kenapa membiarkan berandalan itu mencium mu? apa kau sangat ingin di cium, hingga tidak bisa berontak? apa kau... " marah El tidak bisa terima mengingat Aiden mencium Chelsea di depan mata nya. Dia tidak bisa melanjutkannya perkataan nya melihat Chelsea menunduk takut.


Perasaannya saat itu melihat kejadian menjijikkan secara langsung sangat marah, rasakan ingin dia bunuh Aiden.


"Lihat saya kalau sedang berbicara Chelsea jangan menunduk, saya di depan bukan di bawah," tegas El menatap tajam Chelsea.


Mendengar itu, perlahan Chelsea mengangkat kepala nya, bendungan air mata tak bisa di tahan lagi dan kini tumpah juga.


"Hiks... hiks... hiks... maaf, Kak... jangan marah... hiks... " tangis Chelsea takut. Tubuh nya gemetar, wajah dan suara El begitu menakutkan saat marah saat ini. Chelsea takut tak berani.


"Sudah jangan menangis, maaf, saya sudah membuat mu takut," El memeluk menemani Chelsea. Dia dapat merasakan ketakutan Chelsea, tubuh gadis kecil tersebut gemetar hebat. Dia jadi tidak tega dan merasa bersalah.


"Maaf, hiks... hiks...."


"Sudah jangan nangis lagi sayang, maaf sudah membuat mu takut seperti ini," ucap El mengelus punggung Chelsea.


"Lihat sini," El melepas pelukan dan menatap dalam wajah Chelsea.


Air mata Chelsea masih mengalir. El menyeka, menata rapi rambut yang berantakan.


"Kenapa tidak mengatakan perasaan mu yang sebenarnya? kenapa malah berbohong? apa kau pikir semua itu tidak akan ku ketahui?" tanya El. Chelsea mendengar itu diam tidak menjawab.


"Aku memaafkan mu kali ini sayang, tapi kedepannya jangan lakukan lagi. Aku tidak suka ada kebohongan, mulai hari ini kita resmi jadian, aku mencintai mu Chelsea, maaf baru menyadari sekarang," ungkap El jujur mengenai perasaannya.


Chelsea mendengar itu kaget bukan main, cinta nya kini berbalas, El juga mencintai nya. Dia tidak tau harus mengatakan apa, pengakuan dadakan El membuat nya tak bisa berpikir apa-apa lagi.

__ADS_1


"Kenapa, hmmm?" lembut El memandang Chelsea diam sambil membelai pipi Chelsea.


"Sa-"


"Aku, mulai sekarang tidak ada kata saya," potong El cepat menegaskan pada Chelsea tidak menggunakan kata itu, karena tidak cocok untuk kedua yang sudah menjalin hubungan.


"Bersiap lah kita harus kembali ke aula, nanti baru di lanjutkan," ucap El mengingat sebentar lagi waktu istirahat berakhir.


"Hmmm," Chelsea balas berdeham, beranjak pergi masuk ke kamar mandi.




"Kau begitu menyukai Chelsea, tapi jangan harap akan kau dapatkan. Chelsea berbeda dari perempuan lain seperti yang kau rebut itu. Chelsea sangat istimewa saya dan akan mempertahankan itu sampai akhir," ucap El. Rasa benci nya pada Aiden makin besar, dia bingung kenapa Aiden tidak pernah merasa bersalah dengan kejadian di masa lalu dan sekarang malah dengan muda melakukan hal yang sama padanya.



Semua yang terjadi di masa lalu hingga sekarang tidak bisa dia lupakan begitu saja, penghianat dari sahabat dekat nya Itu sudah membuat nya benar-benar kecewa.



Cekrek...



"Sudah selesai, sayang?" El menghampiri Chelsea yang sudah rapi lebih fresh.




"Sekarang duduk lah di di sini, aku akan siap sebentar," seru El menuntut Chelsea untuk duduk di tepi ranjang.



"Iya," ucap Chelsea menurut.



Melihat kepergian El masuk ke kamar mandi, Chelsea memandang sekeliling melihat pemandangan kamar hotel yang di tempati El. Barang bawaan El pun tak banyak, Chelsea dapat melihat itu.



10 menit kemudian...


__ADS_1


"Ada apa sayang?" El memeluk Chelsea dari belakang, keberadaan nya keluar dari kamar mandi tidak di sadari, saking serius melihat sekeliling ruang El sudah seperti apartemen, Chelsea kaget tangan kekar melingkar erat di perutnya.



"Kak sudah keluar?" tanya Chelsea kaget tidak bisa menoleh kebelakang, pelukan yang erat dan juga dagu yang di letakkan di bahunya.



"Sudah, apa yang kau lihat? apa kau mengagumi kamar ini?" tanya balik El.



"Hmmm, kamar kakak sudah seperti apartemen, berbeda dengan yang kami tempati saat ini," jujur Chelsea menjawab.



"Ya sudah kalau seperti itu tinggal lah di sini bersama ku sayang. Aku tidak keberatan berbagi kamar dengan mu, malah senang di temani kekasih ku yang cantik," ucap El mencium leher Chelsea.



"Tidak, Kak. Aku tidak bisa. Ria sedang hamil aku harus menjaga nya," tolak Chelsea tidak bisa meninggalkan Ria sendiri.



"Hamil?" kaget El baru mengetahui kehamilan Ria.



"Iya, Ria baru mengetahui tadi setelah mengecek. Jadi aku harus menjaga nya, sampai mereka menikah," jelas Chelsea. Ria bukan hanya sekedar sahabat baik nya. Tapi sudah dia anggap keluarga, karena hanya Ria yang ada di sisiNya saat keluarga nya sibuk tidak memperhatikan nya.



"Jadi, kapan kau akan menyusul Ria?" tanya El membalikkan tubuh Chelsea menghadap nya.



Pandangan yang dalam, kedua tenggelam di dalam. Chelsea tidak bisa menjawab. Memikirkan punya anak saja tidak, bagaimana mau hamil.



"Sayang, kapan kau menyusul? kita bisa melakukan sekarang kalau kau mau," ucap El lagi, Chelsea masih diam.



"Ria bisa memutuskan semua ini, jadi kau harus bisa sayang. Aku pria dewasa tidak pernah mau menjalin hubungan tanpa arah. Ku harap kau mengerti maksud ku sayang," tambah El serius.


__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...


__ADS_2