Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 14: Tidak lebih


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Kapan kakak akan seperti Kak Bay, memiliki keluarga kecil?" tanya Chelsea penasaran. Menatap El di depan nya.


"Entah lah, saat ini saya tidak ingin repot dengan hal seperti itu, bagi saya hubungan serius hanya membuang waktu, bukti nya tanpa ada ikatan kita bisa melakukan seperti mereka," jawab El. Chelsea mendengar itu sakit.


Dia kembali seperti terkena tamparan menyadarkan dirinya. Buang semua harapan mengenai El, jawaban pria tersebut begitu jelas tidak ingin ada hubungan dengan nya.


"Kenapa berbicara seperti itu? apa tidak ada seorang wanita yang Kakak suka?" Chelsea ingin memastikan langsung mendengar dari mulut El. Jika itu benar dia akan berhenti berharap.


"Tidak ada. Tapi kenapa mendadak kau bertanya hal seperti ini?" tanya El baru sadar Chelsea terus bertanya mengenai diri nya secara pribadi.


"Jangan menyimpan perasaan padaku gadis kecil. Saya hanya menganggap mu adik, usia kita terpaut jauh 10 tahun. Jika Bay bisa menerima Ria, saya tidak bisa, bagi saya jarak usia yang berbeda jauh, pola pikir mengenai kehidupan akan bermasalah," ucap El lagi dia tidak ingin semua yang terjadi, Chelsea salah mengartikan.


Sakit, tentu sakit hati Chelsea mendengar itu langsung dari El. Dia tidak menyangka perasaan nya hanya di balas sebagai seorang adik tidak lebih.


"Dasar bodoh kau Chelsea bagaimana bisa mengharapkan seorang pria tampan untuk kau miliki, jelas itu tidak akan pernah bisa terjadi, jika ya itu hanya di alam mimpi," batin Chelsea sedih.


Harapan demi harapan seperti nya harus di kubur sekarang. Tidak ada yang harus di pertahanan itu hanya membuat hati sakit.


"Tidak, saya hanya bertanya. Lagi pula saya sudah di jodoh kan orang tua saya, jadi tidak mungkin menyukai seseorang pria lagi," bohong Chelsea. Dia tidak tau harus berbicara apa selain kebohongan.


Sepertinya semua ini lebih baik, dia juga harus sebisanya menjauh dari El sebelum perasaannya makin besar tidak bisa terlepas.


"Kenapa baru kau kasih tau ini?" kaget El tidak percaya dengan yang di dengar.


"Maaf, saya pikir itu tidak penting, tapi kakak berkata seperti tadi, ya saya berubah pikiran jadi mengatakan," jawab Chelsea, hati nya sakit harus berkata bohong. Dia ingin jujur semua itu kebohongan, tapi apa daya nya. Cinta pertama tak seindah yang di bayangkan.

__ADS_1


"Saya juga berpikir seperti nya kita harus mulai jaga jarak, semua yang kita lakukan salah, jika terus berlanjut hanya akan menyakiti seseorang," lanjut Chelsea.


"Kau serius menginginkan ini? kita tidak melakukan lebih, kita melakukan juga karena mau sama mau jadi tidak masalah. Coba pikirkan baik-baik, jangan memutuskan begini cepat," ucap El entah kenapa dia ingin berjauhan dengan Chelsea.


"Tidak ada yang perlu di pikirkan lagi, saya sudah memikirkan ini sejak tadi, semua memang harus berakhir," yakin Chelsea dengan keputusannya.


"Huftt... " El menghela nafas panjang.


"Baiklah, jika ini sudah menjadi keputusan akhir mu, saya tidak akan memaksa. Saya berdoa kau bahagia dengan pasangan mu. Tapi kita masih bisa jadi teman, bukan?" pandangan El begitu lekat pada Chelsea yang masih di bawah belum lepas dari tindihan nya.


"Tentu, kita masih bisa jadi teman," jawab Chelsea senyum paksa.


Ada hati tak rela di rasakan El. Dia sendiri tak tau kenapa. Jarak sedekat ini akan berakhir hari ini dan tidak akan bisa terulang, El mengelus pipi gadis kecil.


"Apa kau bahagia dengan perjodohan yang di lakukan orang tua mu?" tanya El entah kenapa dia ingin tau.


"Bahagia, kenapa tidak. Pilihan orang tua tidak mungkin salah semua mereka lakukan untuk kebaikan dan kebahagiaan anaknya," jawab Chelsea.


"Masih muda bukan berarti tidak bisa bersikap dewasa. Saya menikmati hidup saya dengan semua ini. Sesuatu yang di lihat orang tidak baik, belum tentu itu benar, begitu pun dengan sebaliknya," sahut Chelsea bijak.


El tersenyum mendengar, betapa dewasa pemikiran Chelsea di usia muda membuat nya tak bisa berkata-kata.


Cup.


Satu kecupan di bibir Chelsea, El berikan cukup lama.


"Saya akan merindukan ini dan semua yang ada pada tubuh mu," ucap El menyentuh bibir Chelsea.


"Apa kita bisa melakukan sekali lagi?" tanya El meminta izin.

__ADS_1


"Terakhir kali," jawab Chelsea.


"Iya, terakhir," seru El mengangguk.


Kembali lah mereka melakukan dengan suasana hati yang sama-sama tidak karuan.


----------------


"Bagaimana hubungan mu dengan Bay? Bay mengatakan dia ingin menjalin hubungan lebih serius dengan mu, apa kau sudah berpikir, saya harap kau mengambil keputusan dengan kepala dingin, ini masalah serius mengenai masa depan yang akan kalian jalani bersama. Bay sudah dewasa dan kau masih sangat muda, jadi pikirkan semua baik-baik," ucap Aiden, dia tau hubungan sahabat nya dengan Ria sudah begitu dalam. Setiap bertemu hal pertama yang mereka lakukan adalah bercinta.


Semua tidak kaget akan hal itu, Bay memang tidak ingin menjalin hubungan yang hanya status pacaran. Dia ingin status jelas dalam hukum dan agama.


"Ya, saya sudah memikirkan itu. Saya akan segera menikah dengan Kak Bay. Sepertinya apa yang kami lakukan sudah ada hasil," sahut Ria sudah memutuskan menikah muda setelah balik dari sini.


"Kau yakin? apa sekarang Bay mengetahui kehamilan mu?" tanya Aiden.


"Tentu belum, Kak. Saya baru mau coba besok pagi, tapi saya yakin sudah ada isi. Dua bulan ini saya tidak datang dan itu berarti saya memang hamil," jawab Ria begitu yakin dengan kehamilan nya.


"Dasar bocah. Masih kecil sudah banyak tau beginian, pantas bisa ikut kompetisi, otaknya sudah miring," batin Aiden, entah dari mana Bay bisa begitu menyukai Ria.


"Lakukan saja. Oh iya... Apa kau tau hubungan El dan Chelsea sahabat mu?" Aiden mendadak terpikir akan apa yang terjadi tadi di hotel.


"Kakak juga berpikir sama dengan saya ternyata, tapi saya tidak tau tentang hubungan mereka, Chelsea tidak pernah menceritakan apapun," ucap Ria. Perkataan Aiden kembali mengingatkan nya pada kejadian tadi dimana dia begitu penasaran akan hubungan mereka.


"Jadi kau juga tidak tau, apa kau merasa di antara mereka ada yang spesial?"


"Hmmm, sepertinya bisa di kata begitu, tapi untuk pasti nya nanti saya akan bertanya pada Chelsea sendiri."


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2