Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 22: Panas ya panas


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Sebelum Chelsea mengikuti kode ekor mata El, pria itu sudah lebih dulu membungkam bibirnya. Chelsea tak bisa melakukan apapun, selain diam menerima ciuman hangat penuh kelembutan.


El menekan kuat tengkuk leher Chelsea untuk lebih leluasa mengh**** rongga dalam mulut Chelsea.


Lidah menari menyusuri satu persatu deret gigi putih di dalam dengan lembut penuh sensasi memanjakan.


Terbuai akan ciuman, Chelsea mengalungkan lengan ke leher dan membalas ciuman El dengan lembut, meski tak pandai dia tetap berusaha seperti yang El ajarkan padanya.


Senyuman mengembang penuh kemenangan, dia yakin Aiden panas melihat semua ini. Kalau perlu panas sekujur tubuh biar end.


"Kita lanjutkan di kamar, di sini banyak orang kasihan para jomblo melihat kemesraan kita," ucap El melepaskan ciuman dan menatap dalam wajah Chelsea.


"Tapi pertemuan dengan dosen ku, bagaimana, Kak?" takut Chelsea kalau dosen nya sudah menunggu kedatangan nya.


"Aku akan meminta pihak panitia lain untuk mengurus nya, sekarang kita lanjutkan semua di kamar," jawab El, menggendong Chelsea ala brydel. Dia yakin makin panas Aiden melihat ini.


"Kak, turunkan aku. Ini tempat umum," pinta Chelsea takut di lihat orang. Apalagi para peserta atau panitia lain pasti akan masalah.


"Di sini tidak ada orang selain kita sayang, semua sudah pada di kamar masing-masing jangan khawatir," ucap El menyakinkan Chelsea.


"Tap-"


Hmmpt....


Chelsea terus protes, El malah meladeni langsung membungkam bibirnya.


Ada untungnya dia melakukan ini, ternyata sih pria gila itu masih mengikuti nya. El bingung sebegitu cinta nya Aiden pada Chelsea, hingga masih bisa menahan setelah melihat semua yang di perbuat. Apa perlu dia menunjukkan sesuatu yang besar? seperti nya tidak ada yang salah kalau di coba.


"Ikutlah sepuas mu, tapi jangan menyesal setelah ini. Aku yakin kau akan terbakar sampai ke ubun-ubun," batin El merencanakan sesuatu yang menarik untuk Aiden.


Cekrek!


El membuka pintu dan mendorong kuat dengan otot kekar, lalu kembali menutup rapat.


Di balik pintu El menurunkan Chelsea menyandarkan ke pintu.

__ADS_1


Ciuman tak di lepaskan, tangannya masuk membuka baju dan br* chelsea.


"Ahhh... Kak... pelan-pelan... sakit... " desaah Chelsea kesakitan, El mengigit pay***** nya.


"Ini nikmat sayang, aku akan membuat mu HAMIL agar pria gembel di luar sana sadar diri tidak bisa merebut mu dari ku," ucap El sengaja menekan kata hamil agar di dengar seseorang di luar sana. Panas ya panas sekarang, siapa suruh terus mengikuti.


"Kak ta-"


Hmmpt...


El tau apa yang akan Chelsea katakan, dia segera membungkam bibirnya sebelum pria di luar tau apa yang sebenarnya terjadi.


Merasa sudah cukup memberi petunjuk indah untuk pendengaran pria di luar sana yang menguping dan dia yakin saat ini Aiden pasti sangat marah, mungkin bisa gila. Tapi tidak seru kalau gila secepatnya, dia akan membuat sesuatu yang lebih seru.


El menggendong chelsea membawa ke ranjang membaringkan dengan lembut. Tak membuang waktu lagi dia segera melakukan.


Sekujur tubuh Chelsea penuh dengan tanda kepemilikan, El mengukir dengan cinta. Chelsea terus mendesaah nikmat nya sentuhan lembut yang El berikan. Munafik kalau dia bilang tidak suka.


"Aku akan melakukan dengan pelan, pertama akan sakit tapi setelah itu kau akan merasa nikmat tiada habis," ucap El sudah siap memasuk tongkat nya pada liang dalam.


"Tapi, ak-"


"Iya, Kak aku akan percaya," kata Chelsea mencoba percaya dengan El.


"Hmmm, aku mulai sekarang, tahan sebentar kalau sakit gigit saja tangan ku," ucap El memberitahu.


"Apa sesakit itu Kak, hingga berkali-kali mengingatkan ku?" Chelsea jadi takut mendengar El terus mengatakan hal yang sama.


"Sedikit sayang, tapi aku akan melakukan dengan lembut jadi jangan takut."


"Iya."


Chelsea sudah pasrah, dia akan menahan rasa sakit seperti apa yang di kata El.


"Kak, sakit.... " ringis Chelsea meremas kuat lengan tangan El. Saat sesuatu mencoba menerobos masuk.


"Tahan sayang, aku baru mulai, milik mu terlalu sempit jadi perlu kerja keras," ucap El, milik Chelsea begitu sempit untuk masuk, tapi itu tidak membuat nya menyerah melainkan semangat ingin masuk.


"Pelan-pelan, Kak," Chelsea tak tau harus berkata apa lagi. Baru mulai saja sudah terasa sakit, bagaimana kalau di pertengahan? dia tidak bisa berpikir lebih jauh lagi sekarang.

__ADS_1


Chelsea benar-benar pasrah untuk kedua kalinya, karena pertama dia katakan pasrah, palsu.


"Iya sayang, aku mulai lagi sekarang," El kembali melakukan dengan pelan, Chelsea meremas kuat lengan El, gigi nya di rapatkan menahan rasa sakit yang luar biasa.


Chelsea tak tau kalau nikmat yang di katakan Ria akan sesakit ini. Mana ada yang nikmat ini kebalikan. Air mata jatuh menetes merasa sakit terobosan pusaka El.


Semakin Chelsea tahan, rasa sakit semakin terasa kuat saat merasa sesuatu yang besar berhasil sepenuhnya masuk.


"Ahk... sakit, Kak... " ringis Chelsea menangis. Runtuh sudah pertahanan nya, suaranya yang di tahan sejak tadi kini terdengar jelas.


"Tenang sayang, sekarang tidak lagi sakit, kita sudah berhasil aku akan mendiamkan sebentar agar kau bisa rileks, sebelum merasa kenikmatan sesungguhnya," ucap El tersenyum puas berhasil masuk.


Wajar Chelsea merasa sakit, ini pertama untuk nya, apalagi usia yang masih sangat muda.


"Kak, apa setiap melakukan akan sakit seperti ini?" tanya Chelsea takut, pertama kali melakukan sudah sakit bagaimana kalau kedepan nya terus seperti ini. Bisa mati mendadak yang ada.


"Tidak sayang, sakit ini hanya pertama kedepan nya tidak lagi, jangan khawatir," jawab El menyakinkan Chelsea yang terlihat takut.


"Apa benar seperti itu? Kakak sedang tidak berbohong padaku, kan?"


"Tidak, aku berkata jujur. Kita akan mencoba nya lagi besok pagi biar kau percaya yang ku katakan benar," ucap El.


Chelsea diam mencari kebohongan di mata El, tapi dia tidak melihat kebohongan apapun, yang terlihat hanyalah kejujuran.


Setelah di diam kan lima menit. El menatap wajah cantik Chelsea, saat ini dia akan mulai menggerakkan.


"Aku mulai sekarang," ucap El dan Chelsea mengangguk mengerti.


El menggoyangkan pinggul naik turun dengan tempo cepat.


"Ahhhh.... Kak.... ahhhh.... " desaah Chelsea merasa aneh sensasi yang belum pernah dia rasakan.


"Bagaimana sayang, kau menikmati? ini sangat nikmat," ucap El menikmati penyatuan mereka.


"Yang di katakan Ria benar, ini sangat nikmat, aku belum pernah merasakan hal segila ini sebelum nya," batin Chelsea mengakui semua yang di katakan Ria benar adanya.


"Sayang kita akan melakukan ini sampai malam. Nikmati malam panjang kita bersama."


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2