Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 32: Apa aku orang ketiga


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Fiona memeluk Chelsea, hati nya tersentuh mendengar ungkapan sahabatnya itu. Dia tidak menyangka Chelsea begitu kuat.


Chelsea menceritakan semua tanpa mengeluarkan air mata seperti yang biasa di lakukan perempuan di luar sana pasti sudah menangis lebay tidak terima, tapi lihat Chelsea sama sekali tidak melakukan itu.


"Sudah, tidak perlu mikir macam-macam aku baik-baik saja. Aku kesini mau bantuin kamu, mungkin ada yang perlu ku lakukan, atau apa gitu. Berikan saja padaku. Aku siap melakukan tanpa di beri upah," ucap Chelsea. Dia ingin menyibukkan diri agar tidak memikirkan semua yang terjadi hari ini.


Terus berpikir pikiran nya menjadi kacau, hati menjadi sedih. Dia tidak mau suasana hatinya seperti ini terus.


"Huft... baiklah, tapi sebelum aku memberi mu pekerjaan katakan padaku wanita yang mendekati mu itu siapa?" tanya Fiona penasaran. Sebab hari ini banyak gosip beredar di luar mantan kekasih El kembali.


Fiona takut wanita yang di maksud Chelsea itu adalah Jasmie. Jika benar, dia tidak tau harus berkata apa, apa dia harus meminta Chelsea meninggalkan El atau sebaliknya. Karena dari yang di ketahui cerita masa lalu mereka, El begitu mencintai Jasmie.


"Aku tidak tau siapa dia, tapi wanita itu begitu cantik seperti usia mereka sama. Aku tidak terlalu memperhatikan nya karena aku langsung pergi, mungkin kalau tidak salah lihat dia memiliki tahi lalat di ujung bibir atas," jawab Chelsea mengingat meski tidak jelas melihat itu.


Mendengar itu, Fiona diam membeku, dia tau sekarang siapa wanita yang di kata Chelsea. Semua semakin runyam, dia bingung harus menjelaskan bagaimana pada Chelsea tentang wanita yang bersama El. Dia takut Chelsea akan sedih. Tapi Chelsea harus tau semua, bagaimana juga ini menyangkut masa lalu El suaminya.


Diam nya Fiona membuat Chelsea bingung. Dia merasa kalau fiona aneh setelah mendengar perkataan nya.


"Ada apa Fiona? apa kau mengenal nya?" tanya Chelsea. Raut wajah Fiona seperti mengetahui sesuatu dan itu membuat Chelsea penasaran.


"Iya, Ce. Aku mengenal nya, dari ciri-ciri yang kamu katakan tadi. Seperti nya wanita itu adalah Jasmie mantan kekasih El. El sangat mencintai Jasmie dulu, tapi kalau sekarang aku tidak tau apa perasaan itu masih sama atau tidak," terang Fiona menjelaskan apa yang di ketahui.


Deg!


Jantung berdetak cepat tak karuan, Chelsea tak tau harus mengekspresikan keterkejutan mendengar semua ini. Hatinya terasa sakit, otaknya tak bisa berpikir jernih sekarang. Dia merasa sudah menjadi orang ketiga dalam percintaan El dan Jasmie.


"Aku tidak tau apa yang harus ku perbuat setelah mendengar semua. Apa aku harus berpura-pura tidak tau, atau sebaliknya? Kak, jika kehadiran ku hanya menjadi penghalang kisah cinta kalian, maaf, aku tidak tau. Aku akan merelakan mu kembali dengan cinta mu, sepertinya kalian masih saling cinta. Aku tidak ada hak melarang," batin Chelsea sedih.


"Fiona, apa kau merasa mereka saling cinta?" tanya Chelsea menatap Fiona menanti jawaban nya.

__ADS_1


"Maaf, Ce. Bukan bermaksud jelek. Tapi di dengar dari cerita mu. El tidak menolak saat di gandeng Jasmie seperti iya mereka masih saling cinta. Maaf, aku tidak berencana membuat mu sedih atau mempengaruhi mu. Tapi dulu mereka adalah pasangan serasi, El begitu bucin pada Jasmie. Perpisahan mereka juga bukan karena bukan tidak saling cinta, tapi orang ketiga," jelas Fiona. Wajah Chelsea mendengar itu tersenyum kecil, senyum paksa menutup kesedihan yang di rasakan saat ini.


"Tidak apa-apa, tidak perlu minta maaf. Kau tidak salah terimakasih sudah menceritakan semua, jika tidak aku tidak akan tau sampai sekarang," ucap Chelsea tidak menyalahkan Fiona.


"Lalu apa yang akan kau lakukan, Ce? aku tidak mau kau makan hati tiap hari, mending tinggalkan El. Dia tidak pantas mendapatkan perempuan sebaik mu, Ce," ujar Fiona.


"Aku akan merelakan Kak El. Sepertinya tidak seharusnya aku ada di antara mereka. Aku tidak mau menjadi orang jahat memisahkan kedua orang yang saling cinta. Aku sudah memutuskan untuk pergi," terang Chelsea yakin dengan keputusan nya.


Meski hati terasa sakit dengan semua ini, tapi dia tidak mau memaksa El terus bersama nya. Jika cinta El masih ada untuk Jasmie


Chelsea akan berdoa yang terbaik untuk mereka.


"Pergi? kemana Ce? kau tidak boleh melakukan ini, jikalau ingin pergi cukup kau menceraikannya," ucap Fiona tidak setuju jika Chelsea harus pergi.


"Tidak Fiona. Aku akan tetap pergi. Jangan khawatir aku baik-baik saja. Aku pergi bukan selama nya tak kembali, aku akan kembali saat Kak El telah bersama dengan cinta nya. Oh, iya... katakan salam ku untuk Kak El, terimakasih sudah mengajarkan ku banyak hal tentang cinta, maaf sudah mengecewakan nya. Chelsea yang di kenal sampai kapanpun tidak akan berubah selalu sama," Chelsea menitipkan pesan terakhir pada Fiona untuk di sampaikan pada El.


Chelsea mengambil sesuatu dari tas dan mengeluarkan benda kecil segi empat di berikan pada Fiona.


"Berikan ini pada Kak El. Mulai hari ini semua sudah berakhir, aku menunggu kabar baik mereka. Maaf sudah menjadi orang ketiga dalam cinta mereka."


Sebelum pergi dia melihat El, perasaan nya semakin yakin dengan keputusan yang di ambil. Jasmie duduk di samping El dan mereka begitu dekat meski tak lagi bergandengan.


"Kak, aku memang tidak bisa menjadi seperti yang Kakak inginkan. Pemikiran kita sampai kapan pun tidak bisa sejalan itu benar. Aku tidak mau menghalangi kebahagiaan, mu kak. Berbahagialah, aku pergi," batin Chelsea, dia berusaha tak menangis, berusaha kuat menerima semua ini.




Tiga jam berlalu....



Balapan telah berakhir dan juara pertama di menang kan oleh anggota tim El. Dan selama itu pula Chelsea belum juga kembali. El menoleh pada Ria.

__ADS_1



"Jangan bertanya padaku, Kak. Sejak tadi saya di sini, jika ingin tau di mana silakan cari jangan duduk diam," ucap Ria seolah tau apa yang di cari El.



"Apa kau sudah menghubungi Chelsea?" tanya El.



"Belum, saya akan coba menghubungi nya," Ria mengeluarkan ponsel dan menghidupkan.



Betapa terkejut Ria melihat pesan dari Chelsea. Dia beralih menatap pada El. Gelengan kepala menandakan semua tidak baik-baik saja.



"Ada apa?" tanya El tidak mengerti melihat ekspresi Ria.



"Chelsea pergi," jawab Ria. Otaknya terasa tak percaya membaca isi pesan yang di kirim chelsea untuk nya.



"Maksud mu, Chelsea pergi kemana? pulang?" bingung El malah mengira chelsea sudah balik duluan. Tapi Ria menggeleng kepala, tidak.



"Chelsea pergi meninggalkan mu, Kak. Dia ingin cerai," terang Ria menyerahkan ponsel pada El agar pria tersebut membaca.


__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...


__ADS_2