Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 33: Menemukan keberadaan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Setelah kejadian hari itu El marah besar pada Fiona dan juga dirinya yang tidak bisa mengerti perasaan Chelsea.


Dia sudah menyerahkan orang-orang nya untuk mencari Chelsea. Tapi belum menemukan.


Dia minggu kepergian Chelsea, El semakin tidak terurus. Dia sudah mendatangi kampus mencari tahu mengenai Chelsea, namun pihak kampus tidak mengetahui apapun. Karena Chelsea hanya datang meminta surat cuti setelah itu, tidak lagi kembali.


El juga mencari Chelsea di rumah kedua orang tuanya, tapi tidak juga menemukan. Kedatangan nya saat itu membuat mereka kaget mendadak mencari Chelsea, namun setelah menceritakan semua yang terjadi mereka tak bisa berbicara apapun lagi. Pengakuan El benar-benar membuat mereka syok.


Tapi mereka sadar tindakan Chelsea pasti karena merasa kesepian, mereka terlalu sibuk dengan kerjaan, hingga tidak memiliki waktu bersama Chelsea.


"Dimana, kau sayang? kenapa pergi meninggalkan ku? kenapa tidak bertanya lebih dulu padaku? kenapa kau lebih percaya pada teman mu yang gila itu? aku berjanji setelah menemukanmu. Aku tidak akan membiarkan pergi lagi, aku tidak akan membiarkan mu salah paham, kita akan menyelesaikan semua bersama tanpa mendengar omongan orang luar," janji El penuh tekad.


Ponsel seketika berdering, El segera mengangkat panggilan tersebut.


πŸ“ž:"Katakan apa sudah menemukan nya?" tanya El tanpa menyapa langsung bicara pada inti. Orang yang menelponnya adalah orang kepercayaan yang di perintahkan mencari Chelsea.


πŸ“ž:"Lapor Tuan. Kami sudah menemukan jejak Nyonya Chelsea. Saat ini berada di kota xier," jawab orang di sebrang memberitahu hasil pencarian mereka.


πŸ“ž:"Kerja bagus tetap awasi sampai saya tiba," El memperingati orang-orang nya. Dia tidak mau Chelsea pergi lagi.


Hari ini dia akan menjemput Chelsea. Dia tidak akan membiarkan wanita nya itu pergi lagi. Dua minggu terasa dua tahun. El benar-benar merasa kehilangan, hancur tanpa ada Chelsea di sisiNya.

__ADS_1


"Tunggu aku sayang. Aku akan menjemput mu hari ini. Setelah itu tidak akan ada jarak di antara kita. Aku akan mengurungkan mu," ucap El memandang ponsel nya tidak sabar segera menuju tempat Chelsea berada sekarang.


Selama perjalanan menuju kota Xier memakan waktu lumayan lama, sekitar 7 jam, perjalanannya pun tidak bisa menggunakan pesawat, selain kendaraan darat.


Di sisi lain.....


Chelsea baru selesai makan di warung, dia tinggal di kosan yang ukurannya kecil pas untuk di tempati. Uang tabungan nya pun masih bisa menghidupi nya selama berada di sini.


Pengeluaran Chelsea tak besar, karena dia memang tak suka banyak makan, makan sehari dua kali pagi dan malam. Selain itu dia akan menghabiskan waktunya dengan membaca buku pelajaran.


Chelsea pergi bukan menghindari El. Dia hanya ingin mencari suasana baru melupakan semua dan membiarkan El lebih leluasa dekat dengan cinta nya. Dia hanya tidak mau kehadiran nya di dekat El membuat mereka tidak nyaman.


Selama berada di kota Xier, ternyata tidak membuat semua tenang. Keadaan tetap sama seperti asrama kampus, masih ada yang tidak suka padanya, bahkan sejak kedatangannya terus mencari masalah, tapi semua itu tidak pernah Chelsea tanggapi.


Dia seolah tuli tidak mendengar cacian dan hinaan mereka padanya. Chelsea tidak suka dengan pertengkaran, hingga dia lebih memilih diam dan mengalah, meski semua tidak dia lakukan.


Hinaan yang terucap dari mulut wanita tersebut sudah tiap hari di dengar. Meski seperti itu Chelsea tak pernah berniat melakukan apapun. Dia malas menjelaskan apapun, karena nyatanya semua itu tidak lah benar jadi biarkan saja.


"Ck, lihat dia seperti biasa tidak tau harus berbicara apa untuk membela diri, bahkan menatap kita saja tidak berani, karena dia sadar betapa hina dirinya. Dan mungkin menatap dirinya juga tidak berani," hina nya lagi puas merendahkan Chelsea.


Kedatangan Chelsea di sini membuat nya tersaingi, pria yang di sukai sejak lama terang-terangan mengatakan perasaan nya pada Chelsea.


"Saya permisi," sopan Chelsea seperti biasa langsung masuk tanpa mempedulikan hinaan wanita tersebut padanya.


Sebenarnya sakit? tidak terima di kata begitu buruk yang tidak pernah di lakukan, tapi apa daya nya? Chelsea hanya bisa tersenyum setiap mendapat hinaan.

__ADS_1


Orang yang tidak mengenal chelsea mungkin akan mengiranya perempuan bodoh selalu menanggapi hinaan orang-orang dengan senyuman.


"Hei sialan! saya belum selesai bicara padamu," marah wanita tersebut tidak terima Chelsea tak pernah membalas hinaan nya, meski pernah di tampar, Chelsea tak membalas.


Sampai saat ini dia tidak henti memancing amarah Chelsea. Dia yakin semua kesabaran yang di lihat itu hanyalah sandiwara. Chelsea tidak sebaik yang di lihat.


"Sudah biarkan dia masuk, nanti kalau keluar baru kita beri pelajaran biar tidak melakukan hal ini. Bila perlu buat dia menyesal sudah memilih kos ini untuk di tinggal," ucap teman wanita tersebut menenangkan. Dia sama hal dengan teman nya tak suka pada Chelsea. Karena Chelsea bagi mereka adalah wanita penggoda. Sejak kedatangannya para pria lebih memandang Chelsea dari pada mereka lagi.


"Kau benar. Kita akan membuat nya kapok dan pasti seru kalau dia berada di rumah sakit," senyum licik wanita tersenyum dengan ide cemerlang nya untuk membuat Chelsea jera.


"Boleh juga itu. Aku tidak sabar menanti ketidakberdayaan nya," tawa teman nya bahagia.


"Sudah. Hentikan tawa mu itu. Kita kerjakan rencana kita sekarang. Aku ingin hari ini juga semua terlaksana kan," ucap nya menghentikan tawa teman nya untuk menahan, selagi semua masih belum di lakukan.


Kepuasan mereka akan benar bisa di nikmati, jika musuh mereka sudah tumbang.


Diam nya Chelsea tindak menanggapi mereka, sangat membuat mereka kesal tidak suka, karena menganggap Chelsea tidak takut pada mereka, meski omongan selalu beda dari pikiran. Tapi itu lah kenyataan hingga mereka begitu gencar menghina Chelsea.


"Aman semua akan berjalan dengan lancar. Aku akan melakukan tugas ku dan kau melakukan tugas mu."


"Jangan mengkhawatirkan tugas ku. Tiga preman sudah ku siapkan, mereka akan memuaskan nya hingga ******* nikmat tidak bisa menghentikan permainan ranjang. Aku yakin setelah ini dia akan berterimakasih pada kita sudah memberi pelayanan luar biasa," ucap nya tidak sabar melihat pertunjukan yang mereka buat.


"Tentu, bukan hanya ucapan terimakasih tapi juga permohonan maaf, dia tidak akan bersikap sombong pada kita lagi."


"Ya, minta maaf. Itulah kata yang ingin ku dengarkan, tapi harus bersamaan dengan mencium kaki ku baru menyenangkan," ucap nya sudah membayangkan apa yang di lakukan Chelsea.

__ADS_1


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2