
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Kakak tak pantas di panggil kakak, lihat lah sikap tidak begitu mencerminkan seseorang yang harus di hormati. Tapi lebih pada orang yang harus di rendahkan. Kasihkan sekali cantik-cantik bodoh dalam bertutur kata," ejek Ria tidak terima di katai wanita tersebut.
"Kau bocah sialan! mulut mu itu harus di bersihkan biar tidak kotor," marah wanita tersebut bernama Biva menampar Ria. Ria kaget dengan kecepatan tangan Biva tidak sempat menghindar hingga mengenai pipi nya.
Plak!
"Itu pelajaran untuk bocah ingusan seperti kau, jangan sampai kau ku buat menyesal sudah mengenal ku, bocah," ucap Biva.
"Kau kira saya akan diam di perlakukan seperti ini nenek sihir," balas Ria tidak terima membalas menampar Biva.
Plak!
"Jangan pikir saya adik semester akan tunduk dan diam di perlakukan seperti ini, kalau kau berpikir seperti itu kau salah. Saya akan membalas siapapun yang menyakiti saya, termaksud kau nenek lampir," ujar Ria tidak takut, tatapan nya tak kalah tajam dari Biva.
"Bocah gila, kau menampar saya!?" tidak terima Biva ingin menampar lagi, tapi tangan nya sudah di tahan Ria sebelum mengenai pipinya.
"Kau pikir saya akan membiarkan nenek lampir seperti mu menampar pipi berharga saya? No, tidak akan saya biarkan. Dan kau yang gila, bukan saya. Saya bukan bocah ingusan, mungkin kebalik itu kau," balas Ria berani.
Pertengkaran mereka mengundang banyak orang menyaksikan itu. Biva di kenal wanita angkuh, dia adalah mantan Dariel yang di jadikan mainan saat bosan di buang.
Semua wanita yang tinggal di asrama tidak ada yang berani melawan Biva, wanita itu sangat nekat dalam aksi kejahatan. Jadi untuk cari aman semua mengikuti apa yang di perintahkan Biva dari pada celaka.
Tapi setelah melihat kejadian ini mereka jadi takut pada nasib wanita yang bertengkar dengan Biva. Mereka yakin Biva tidak akan diam saja dan akan membalas lebih dari apapun, hingga Ria menyesal sudah melawan nya.
"Kau akan menyesali perbuatan mu pada saya hari ini. Ingat sekarang hidup mu tidak akan aman lagi, kau sudah mencari masalah dengan orang yang salah, bersiap lah menerima hari-hari menyenangkan mu mulai hari ini," ucap Biva menarik tangan nya yang di tahan Ria, lalu pergi dari dapur.
"Silakan lakukan nenek lampir, saya menunggu pembalasan mu itu!" teriak Ria agar di dengar Biva yang terus berjalan menjauh dari dapur.
"Dia pikir dia siapa bisa menindas ku? dasar wanita angkuh kau yang memulai luan dan aku hanya meladeni saja, tapi jika kau tidak suka, itu bukan masalah ku. Aku akan siap menunggu hari-hari menyenangkan dari mu untuk ku," monolog Ria tidak takut pada ancaman Biva.
"Dek, lebih baik kau mulai waspada dari sekarang. Hidup mu tidak akan aman lagi kalau sudah bermasalah dengan Biva," ucap salah satu wanita yang menyaksikannya pertengkaran mereka.
"Kenapa tidak aman? apa dia hantu? apa lebih dari itu yang begitu menyeramkan, hingga kalian semua takut pada nenek lampir itu," sahut Ria bingung melihat ekspresi semua begitu aneh sangat takut pada Biva.
"Ya, bisa di kata seperti itu. Saran dari kami semua mulai hari ini kau harus waspada dan siap mental," ucap nya.
__ADS_1
"Terimakasih untuk saran nya. Saya bisa hadapi satu nenek lampir itu dengan cara saya. Dan kalian dari pada memikirkan saya, lebih baik pikirkan diri sendiri, stop tunduk pada wanita seperti itu," saran Ria.
"Kami tidak bisa, kami sangat menyayangi nyawa kami jadi tak masalah seperti ini sampai lulus."
"Terserah kalian saja, saya hanya memberi saran, jika tidak mau ya tidak masalah. Itu hidup kalian, kalian sendiri yang memilih jalan nya," ucap Ria, lalu pergi menuju kulkas mengambil bahan masakan untuk di masak pasti Chelsea sudah menunggu.
Ria tidak membuang banyak waktu lagi dia memulai memasak makanan yang cepat, karena pertengkaran tadi sudah memakan banyak waktu, kasihan Chelsea di dalam kalau menunggu lebih lama lagi.
Kali ini Ria akan memasak makanan yang simpel tapi enak rasanya. Yaitu Topokki atau tteokbokki.
Bahannya tidak ribet dan semua itu ada di kulkas.
400 gram tteok (kue beras Korea)
Eomuk (otak-otak ikan Korea) secukupnya
400 ml air
3 sdm gochujang
2 sdm gochugaru
1 sdm kecap asin
1 sdm gula pasir
Langkah memasak pun muda.
Rebus tteok hingga lunak dan potong-potong eomuk sesuai selera. Campur semua bahan saus, aduk rata dan masak dengan api sedang hingga mendidih. Kecilkan api, lalu masukkan tteok dan eomuk, aduk rata dan masak beberapa saat hingga bumbu agak meresap. Angkat dan sajikan dengan taburan wijen bila suka.
20 menit, masakan nya sudah jadi. Ria menaruh di nampan dan membawa masuk ke dalam kamar.
"Masak apa Ra? kok lama banget sih," cemberut Chelsea menunggu lama hampir satu jam.
__ADS_1
"Maaf, tadi ada insiden kecil sebelum masak," jawab Ria meletakkan nampan di meja besar, berada di tengah.
"Insiden apa? apa serius?" tanya Chelsea.
"Itu kakak semester yang di takutkan semua penghuni asrama baru ku bantai. Enak saja mengatai kita, udah gitu malah nampar pula, gak terima aku di gituan ya nampar balik, dan dia lebih gak terima saat di balas mau nampar lagi, tapi gak semudah itu tangan nya ku tahan dan terjadi lah ocehan cerewet nya mengancam sana sini," cerita Ria semua yang terjadi saat tiba di dapur hingga terjadi keributan.
Chelsea mendengar itu mengerti, dia tidak bisa memberi komentar, karena dia tak suka sesuatu yang berkaitan dengan keributan apalagi kekerasan. Kehidupan di keluarga nya begitu harmonis.
"Sudah tidak perlu di ingat lagi. Ayo makan aku sudah sangat lapar, kau masak apa?" tanya Chelsea menggantikan topik beralih menatap makanan di meja, segera turun dari tempat tidur.
"Topokki, kau pasti sudah sangat lapar, jadi aku memasak yang simpel, tapi kau jangan khawatir rasanya tetap enak. Cobalah," sahut Ria menyodorkan sepiring makan untuk Chelsea.
"Terimakasih, ini pasti enak. Kau sangat pintar Ra. Jika aku tidak sibuk, aku akan belajar masak darimu," ucap Chelsea. Melihat makanan di depannya begitu mengiurkan. Dia tidak menyiakan lagi segera menyantap.
"Ya, perkataan mu itu sejak dulu selalu sama Ce, entah sudah berada kali kau mengatakan dan aku sudah kencang mendengar itu. Jadi habiskan makanan mu saja tidak perlu berbicara," sahut Ria tersenyum menggeleng kepala dengan tingkah Chelsea kekanakan.
"Hahaha... Kau bisa kencang juga ternyata dengan omongan ku, kau benar-benar ajaib Ra, kalau begitu kalau kau lapar katakan padaku, aku akan mengencangkan mu dengan perkataan ku," ucap Chelsea tertawa menggoda Ria.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ 🌼🌼\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_✨...
__ADS_1