Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 21: Kekesalan Ibu hamil


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Interaksi dosen dan dua mahasiswi sejak tadi di perhatikan sepasang mata begitu dalam. Perubahan wajah Chelsea tidak lepas dari pandangan El. Begitu pun dengan Aiden sejak tadi memperhatikan Chelsea.


Mata kedua pria tersebut tertuju pada satu wanita, tanpa kedua sadari apa yang mereka lihat itu sama.


"Ck, dia berbicara begitu pedas, pantas saja gak laku, gak ada yang mau sama wanita galak seperti dia," ucap Ria kesal tidak suka perkataan dosen pembimbing begitu kasar pada Chelsea.


"Sudah, tidak apa-apa, Ra. Aku juga yang salah, lebih baik kita perhatikan materi atau kembali di tegur kedua kalinya," sahut Chelsea sadar akan kesalahan nya.


"Kalau bukan karena ingin buktikan pada nenek lampir itu, aku gak bakal bekerja keras," ucap Ria masih kesal.


"Ra, ingat lagi hamil jangan banyak kesal kasihan sama baby nya. Aku baca di buku orang hamil gak boleh kesal apalagi stress itu tidak baik untuk janin di rahim mu," tegur Chelsea memberitahu apa yang baca pagi tadi saat mengetahui kehamilan Ria.


Chelsea takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada Ria, chelsea pun belajar hal apa yang membuat Ibu hamil tetap sehat dan baik-baik saja.


"Terharu deh sama aunty Chelsea perhatian banget sama ponakan nya. Kan kesal nya jadi hilang," ucap Ria tersenyum senang.


"Iya, karena gak kesal lagi fokus lah pada materi jangan bicara lagi," sahut Chelsea.


Setelah itu mereka tak lagi berbicara hal yang tidak penting tidak ada kaitannya dengan materi.


Chelsea serius mendengar itu, kali ini semua


peserta di beri kebebasan dalam bertanya dan juga berkomentar dari isi penjelasan panitia.


Ria dan Chelsea saling pandang menggeleng kepala.



Malam hari...



Waktu menunjukkan pukul 8 malam, semua peserta dan panitia perlahan mulai meninggalkan ruangan.



Chelsea harus berpisah dari Ria. Dia harus ke kamar hotel dosen pembimbing nya. Entah hal apa yang akan di bicarakan nya Chelsea tidak tau.



"Cepat kembali, aku menunggu di kamar, jika dia memarahi mu beritahu aku nanti akan ku beri pelajaran dosen gak laku itu," ucap Ria kesal, perkataan dosen tadi ternyata benar dia masih ingin berurusan dengan Chelsea.



"Hush... jangan bicara seperti itu Ra. Tidak baik apalagi kau sedang hamil, bicara lah yang baik-baik agar baby mu senang," tegur Chelsea memperingati Ria untuk menjaga bahasa dalam berbicara selama masa kehamilan nya.



"Tapi aku kesal melihat dosen itu seenaknya, Ce. Dia sangat menyebalkan," protes Ria tidak terima.

__ADS_1



"Sudah, tenanglah. Aku pergi sekarang," ucap Chelsea pamit, saat ingin beranjak El menghampiri nya.



"Chelsea," panggil El.



"Kak El. Ada apa?" tanya Chelsea menoleh pada El.



"Apa yang terjadi pada kalian tadi? kenapa dosen kalian terlihat begitu marah pada kalian, dan kenapa hanya wajah mu yang takut sedangkan Ria biasa, apa dia memarahi mu?" tanya balik El ingin tau kejadian tadi. Dia tidak suka melihat ada orang yang memarahi wanita nya kecuali dia seorang.



"Tid-"



"Kakak benar, dosen tidak laku itu memarahi Chelsea begitu kasar. Padahal kita mengobrol bersama tapi Chelsea lah yang di marah, sudah gitu di panggil pula untuk menghadap nya, entah apa yang ingin di bicarakan Nya pada Chelsea. Pasti memarahi lanjut, kalau tidak, tidak mungkin di suruh menghadap setelah selesai materi," potong Ria cepat. Wajah El seketika berubah mendengar penjelasan Ria.



Pandangan nya beralih mengarah pada Chelsea.




"Ria, hari ini Chelsea akan berada di kamar saya, apa kau tidak keberatan?" tanya El beralih pada Ria tanpa menyahuti perkataan Chelsea di depan nya.



"Tentu saya tidak keberatan, habiskan malam panjang kalian. Hibur Chelsea dia pasti membutuhkan asupan setelah menghadapi dosen tidak laku itu," jawab Ria sama sekali tidak masalah, malah mendukung.



"Terimakasih sudah mengerti, ayo kita pergi temui dosen mu," ajak El menggandeng tangan Chelsea.



"Kak, tap-"



"Aku akan menemani mu, dia tidak berhak memarahi mu, jika karena keterlambatan mu aku akan menjelaskan, dia tidak memiliki wewenang apapun di sini, ini bukan kampus kekuasaannya, ini kekuasaan kami, seharusnya kami yang menegur dan memarahi bukan nya," potong El cepat penuh penegasan.



"Iya aku mengerti, Kak. Mungkin maksudnya baik hanya mene-"

__ADS_1



"Tidak perlu menyalahkan diri sendiri Chelsea. Aku tidak mau kebaikan mu membuat mereka di luar sana seenak hati memperlakukan mu seperti ini," lagi dan lagi El memotong perkataan Chelsea.



"Bukan begitu Kak," ucap Chelsea memandang El.



Begitu pun dengan El balik memandang Chelsea. Tatapan El menegaskan pada keputusan nya harus di lakukan, sedangkan Chelsea tak bisa berkutik, tatapan El membuat nya takut.



"Kita pergi sekarang, Ria kita duluan," pamit El, lalu pergi bersama Chelsea.



Ria memandang kepergian sepasang kekasih tersebut tersenyum. El dan Chelsea sama-sama beruntung bisa memiliki satu sama lain.



Sepertinya sudah saatnya dia membantu Aiden agar sadar dan mengikhlaskan Chelsea bahagia bersama El. Dia bisa melihat cinta Chelsea pada El begitu besar.



"Aku berdoa hubungan kalian tidak ada masalah. Kalian pasangan serasi," batin Ria penuh harap.



"Sayang," panggil El menoleh ke samping.


"Iya, Kak," sahut Chelsea.


"Jangan lagi menundukkan kepala mu apapun bentuk ketakutan yang datang, tapi hadapi dengan menegakkan kepala tetap lurus ke depan. Aku tidak suka melihat itu, jadi jangan melakukan lagi," ucap El menasehati Chelsea.


"Aku akan berusaha, Kak," sahut Chelsea tidak semudah itu bisa melakukan seperti yang di katakan El. Dia tidak terbiasa.


"Harus berusaha, aku bersamamu," ucap El menghentikan langkah nya dan Chelsea pun ikut terhenti, karena tangannya di genggam El.


"Ada apa, Kak? kita belum tiba?" tanya Chelsea bingung El mendadak berhenti.


"Hmmm, kita memang belum tiba, aku hanya ingin bicara sesuatu padamu," jawab El menyudutkan Chelsea hingga tubuh nya terhimpit ke tembok.


"Kak ini tempat umum, bagaimana kalau ada yang melihat?" gugup Chelsea, El semakin mendekat.


"Sayang, sedikit saja aku ingin menyadarkan seseorang agar tau posisinya dimana, kau hanya milik ku dan tidak akan pernah menjadi milik siapapun," ucap El memberi kode dari ekor mata ke samping.


Sepanjang perjalanan El mengajak Chelsea bicara, perasaan nya mendadak tidak enak seperti ada seseorang mengikuti nya, dia melirik sedikit dan ternyata benar, ada orang yang mengikuti nya dan itu adalah Aiden.


El bingung mau apalagi pria itu, tidak puas kah masalah yang di buat di masa lalu dan sekarang ingin melakukan di masa sekarang, sungguh pria tidak tau malu.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2