Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 39: Akhir bahagia


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


"Chelsea baik-baik saja, tapi keadaan nya sedikit lemah saat di tinggal. Muntah-muntah nya itu menguras tenaganya," jawab Ria. El mendengar itu makin cemas mendengar keadaan Chelsea melemah.


"Lalu kenapa kau mau saja di suruh keluar Ria? kau tau Chelsea tak sekuat wanita di luar sana, meski sekarang sedang hamil tingkah nya menjadi aneh, dia tetap lemah. Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada Chelsea di dalam?" tanya El perasaan nya jadi tak menentu memikirkan Chelsea yang di tinggal sendiri di kamar.


"Apa yang bisa saya lakukan Kak? Chelsea menarik saya untuk keluar," bela Ria tidak mau di salahkan, seharusnya yang di salahkan itu El bukan dirinya.


"Dan kau biarkan saja di tarik Chelsea keluar, padahal saat itu kau bisa menolak, tapi tidak kau lakukan itu," El masih saja menyalahkan Ria.


Bay mendengar perdebatan wanita yang baru menjadi istri nya dan sahabat terbaiknya adu mulut saling menyalahkan segera melerai.


"Sudah hentikan semua! sekarang kita ke kamar Chelsea saja melihat keadaannya apa-apa baik-baik atau tidak. Aku akan meminta kunci cadangan dulu kalau Chelsea tidak membuka kita bisa langsung buka sendiri," tegas Bay memberi solusi terbaik.


"Itu lebih baik, ayo kita pergi," El berjalan lebih dulu dan Ria melihat itu kesal, tapi syukur ada Bay di samping nya yang menenangkan nya.


Setiba di depan kamar Chelsea istirahat, Ria sudah mengetuk pintu beberapa kali dan memanggil nama Chelsea, tapi tidak ada sahutan dari orang yang berada di dalam.


Mereka menjadi cemas, perasaan El menjadi tak enak meminta Bay langsung saja membuka pintu dengan kunci cadangan tidak perlu menunggu lagi, sepertinya telah terjadi sesuatu pada Chelsea di dalam.


Cekrek...


Pintu berhasil di buka dan mereka langsung masuk, hal pertama yang mereka lihat adalah seorang wanita tertidur di bawah lantai.


"Chelsea!" kaget El berlari mendekati wanita yang tergeletak di lantai dengan keadaan tak sadarkan diri.


"Tenang El, sepertinya Chelsea pingsan. Gendong dia bawah ke tempat tidur saya akan menghubungi dokter kemari. Jangan khawatir Chelsea akan baik-baik saja," ucap Bay menenangkan El, segera menghubungi dokter keluarga.


"Sayang, bangunlah. Maafkan aku, aku salah sudah membentak mu. Aku janji padamu tidak akan berbicara lagi dengan Jasmie setiap dia datang mendekat aku akan langsung pergi, jadi bukalah mata mu, jangan seperti ini aku takut kehilangan mu," El menggenggam tangan Chelsea berkali-kali mencium berharap sang istri bisa sadar.


"Ck, sekarang baru begini kemarin kemana saja. Coba kalau bukan mengetahui Chelsea hamil pasti masih merespon," sinis Ria tanpa peduli.


El di matanya hari ini sangat menyebalkan. Ria tidak suka dengan sikap El tadi yang membentak chelsea depan umum, bagaimana perasaan nya saat itu pasti sakit melihat suami sendiri membela wanita lain dan tidak mengerti dengan perasaan yang di rasakan saat itu, Ria dapat merasakan jadi Chelsea saat itu sakit nya seperti tertusuk anak panah yang telak mengenai sasaran.


"Sudah jangan membuat semua jadi tegang, lihat sekarang situasi nya sudah berbeda. Lebih baik kau pergi cari makan, setelah sadar Chelsea pasti lapar," tegur Bay menoleh Ria yang terlihat kesal pada El.


"Ya, aku akan pergi jaga Chelsea," sahut Ria lalu pergi, dia tidak ingin makin kesal melihat wajah El.

__ADS_1


"Percayalah semua akan baik-baik saja, dokter sebentar lagi juga akan tiba, jadi tenang lah," ucap Bay. El mendengar itu menoleh padanya.


"Semua ini karena ku, jika aku tidak membentak Chelsea semua tidak akan seperti ini," sedih El kembali beralih menatap wajah Chelsea yang pucat.


"Jangan mengatakan begitu El. Semua ini bukan kesalahan mu, tapi takdir yang menginginkan sebaiknya sekarang yang harus kau lakukan adalah menyenangkan Chelsea, dia wanita baik, lemah lembut pasti tidak sulit membujuk nya," terang Bay bijak, dia tidak ingin El terus-terusan menyalahkan dirinya.


Beberapa menit kemudian dokter datang memeriksa Chelsea. El dan Bay hanya melihat tanpa menganggu kerjaan dokter.


Dan tak berselang lama kedatangan dokter, Ria datang dengan sekotak bubur ayam.


"Bagaimana Dok keadaan istri saya? apa dia baik-baik saja? tidak ada masalah serius yang terjadi padanya, kan?" tanya El pada dokter setelah selesai memeriksa.


"Keadaan istri Bapak baik-baik saja, mungkin karena kelelahan apalagi sedang mengandung di usia muda membuat fisik nya lemah, ada baiknya di saat seperti ini jangan membuat nya marah atau sedih, itu sangat berpengaruh pada keadaan nya dan bayi dalam kandungan nya. Saran saya apapun yang di inginkan penuhi saja," jelas Dokter mengenai keadaan Chelsea.


"Baik Dok. Terimakasih saya akan menjaga istri saya dengan baik," El sedikit merasa lega tidak ada yang serius pada Chelsea. Dia akan lebih ekstra sabar kedepannya menghadapi sikap aneh Chelsea yang sedang mengandung.


"Sama-sama ini sudah kewajiban saya, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Dokter.


Kepergian dokter semua diam tak berkata apapun, mereka masing-masing berpikir dalam benaknya, hingga Chelsea tersadar dari pingsan nya.


"Sayang, kau sudah bangun," senang El bahagia melihat Chelsea membukakan mata nya.


"Apa kau lupa ingatan? kau pingsan sejak tadi. Bagaimana keadaan mu sekarang?" jawab dan tanya balik Ria.


"Pingsan?" Chelsea mengucapkan ulang perkataan Ria dan mulai teringat apa yang terjadi sebelum dia seperti ini.


"Ya, apa kau sudah mengingat kembali?" Ria menatap Chelsea yang diam, mengangguk mengiyakan.


Mata Chelsea beralih pada El, menyadari itu El meraih tangan Chelsea dan menggenggam erat.


"Maafkan aku sayang, aku janji mulai hari ini tidak akan berbicara lagi dengan Jasmie, aku akan pergi saat dia mendekat, ku mohon jangan marah lagi, aku mencintaimu. Aku tidak bisa melihat keadaan mu seperti ini," ungkap El menatap dalam wajah Chelsea penuh cinta.


"Aku juga minta maaf padamu Bie, maaf aku tidak bisa mengendalikan diriku saat itu. Aku sendiri tidak tau ada dengan diriku," terang Chelsea tidak mengerti. Dia merasa seperti bukan dirinya sekarang.


"Itu wajar sayang, karena saat ini kau sedang hamil jadi hormon mu tidak stabil. Maafkan aku yang tidak peka terhadap mu, mulai hari ini aku janji akan lebih peka dalam hal apapun tentang mu," ucap El mendekati Chelsea dan mencium bibirnya dengan lembut.


Ciuman hangat penuh cinta, membuat mereka lupa masih ada orang di dekat sini.


"Ck, seperti inilah orang tanpa beban. Asal nyosor tidak lihat tempat," kesal Ria menyadarkan kedua orang yang berciuman.

__ADS_1


Mereka yang sadar mendengar suara Ria melepaskan ciuman.


"Kau sangat menganggu, apa tidak bisa melihat orang bahagia sebentar? Bay, bawa istri mu pergi aku ingin menjenguk anakku," usir El.


"Bie, jangan seperti itu," tegur Chelsea tidak suka suaminya berkata kasar pada Ria sahabat nya.


"Maaf sayang," mengalah El tidak mau Chelsea kembali aneh.


"Hahaha... emangnya enak, rasain tuh," ejek Ria puas melihat El tidak berkutik karena takut Chelsea berubah.


Chelsea tidak mengerti apa yang terjadi pada mereka menggeleng kepala, tersenyum.


"Aku ingin kehidupan ku seperti ini Tuhan. Terimakasih sudah memberikan ku kepercayaan secepat ini, aku akan menjaga titipan Mu dengan sangat baik. Jadilah anak yang baik untuk Mama dan Papa ya sayang," batin Chelsea berdoa.


...Tamat...


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


Hallo semua terima kasih sudah menemani author sejauh ini.


Jangan lupa mampir di cerita baru author, baru rilis. Silakan di cek.


PENGUMUMAN!


Berhubung sekarang lagi ramadhan, author akan adakan Giveaway dan pengumuman nya akan di beritahu di Instagram. @auliarisa05.


Syarat nya mudah bagi yang mau ikutan.


Cukup upload salah satu cover novel author yang kalian suka Di IG masing-masing, dan tulis sedikit cerita yang mana membuat kalian suka, pastikan sebelum upload untuk tag author.


Pengumuman pemenang akan di lakukan di malam takbiran di tanggal 20πŸ€—


Hanya ada Tiga Dia pemenang kali ini yang di pilih.


Juara 1: Mukenah



Juara 2: satu set, tas, dompet, sepatu, jam dan kacamata.

__ADS_1



__ADS_2