Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 13: Mau sama mau


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Chelsea diam, menyukai usapan lembut yang di berikan El pada pipi nya. Pria itu begitu berbeda sekarang, hati nya terasa hangat berada di dekat El, entah El akan merasa hal yang sama dia tak tau.


"Kenapa?" tanya El.


"Tidak, saya senang saja Kakak berubah, terimakasih," senyum Chelsea jujur.


"Kau gadis yang baik, saya benar-benar menyesal, senyum tulus mu seperti tamparan atas tindakan saya yang lalu," monolog El sedih. Setiap teringat yang di perbuat hatinya sakit.


"Istirahat seperti ini saya akan mengusap rambut mu," ucap El, menarik Chelsea untuk bersandar di dada bidang nya.


"Iya," Chelsea tidak menolak, dia menerima semua perlakukan El begitu nyaman untuk nya saat ini.


"Bagaimana kuliah mu selama ini, apa lancar?" tanya El tanya basa basi.


"Lancar Kak, saya menyukai suasana kampus dan Ria selalu bersama saya, dia sudah seperti bodyguard memarahi Kak Dariel yang mendekati saya," jawab Chelsea cerita mendongak menatap El.


"Kenapa? apa Dariel itu pria jahat hingga Ria memarahi nya?" penasaran El. Kedua saling pandang.


"Tidak, Kak Dariel pria baik, Ria tidak menyukai nya karena dia playboy," jawab Chelsea.


El mendengar itu mencubit gemas hidung Chelsea.


"Auwh, sakit Kak, kenapa di cubit," cemberut Chelsea meringis kesakitan.


"Yang di lakukan Ria benar, jauhi pria bernama Dariel, jangan berdekatan dengan nya. Saya tidak mau kau di apain," ucap El.


"Saya tidak pernah mendekati nya Kak. Tapi dia nya luan," sahut Chelsea memonyongkan bibir ke depan. El melihat itu gemas tersenyum mencubitnya.


"Kak El," panggil Chelsea sebal. Menyembunyikan wajahnya di dada bidang El.


"Kenapa?" tanya El seolah tidak tau.


Chelsea membenamkan tidak mau mengangkat, El tersenyum membiarkan gadis kecil itu dengan yang di inginkan.


"Kok diam? bicara saja atau mau di kelitik?" ancam El.

__ADS_1


"Tidak, Kak. Ampun... hahhaha... geli, kak... " El menggelitik perut Chelsea. Kedua bermain di atas ranjang. Posisi tubuh mereka saat ini El menindih Chelsea.


Baju Chelsea sedikit ke atas terbuka memperlihatkan perut rata nya.


"Tidak, ini pelajaran untuk mu," El tidak berhenti. Chelsea meneteskan air mata saking geli tak kuat dengan perbuatan El.


"Kakak geli, ampun... janji tidak lagi... " mohon Chelsea, tindakan kedua membuat ranjang berantakan tidak beraturan.


Aksi kecil yang di lakukan, wajah mereka begitu dekat, tapi tidak menyadari itu tetap melakukan.


Dorongan dari mana Chelsea menyambar bibir El saat kedua makin dekat. Sontak El menghentikan aksinya menatap tak percaya Chelsea memulai duluan.


Tapi tak di pungkiri dia memang menyukai manis bibir Chelsea, seperti orang nya.


Permainan menggelitik kini berubah menjadi ciuman. El mengambil alih ciuman Chelsea, dia memimpin. Chelsea tak menolak, dia perlahan melakukan yang sama seperti El lakukan padanya, meski terasa kaku karena ini pertama dia mencoba.


El tersenyum, dia bisa merasakan itu.


"Ikuti saya, saya akan mengajarimu ciuman," ucap El, kembali membungkam bibir Chelsea.


Ciuman mereka begitu lembut, kedua sama-sama hanyut dalam permainan mereka. Chelsea pertama melakukan karena keinginan nya begitu menikmati. Sedikit demi sedikit dia sudah bisa membalas ciuman El.


"Iya," sahut Chelsea malu mengakui menikmati permainan mereka sekarang.


"Jangan lakukan ini dengan pria lain, lakukan dengan ku saja, mengerti?" serius El memperingati dan Chelsea mengangguk mengerti.


Melihat itu, El tersenyum kembali membungkam bibir Chelsea, kali ini dia menggerakkan tangan mencari pengait br* dan membuka melepaskan.


"Hentikan saya jika semua sudah berlebihan," ucap El.


"Hmmm," Chelsea berdeham. Tubuh nya seperti terkena sengatan listrik, sentuhan El begitu memabukkan nya.


Bibir El menghi*** lapar leher nya, gunung kembar di mainkan dengan kuat. Suara erangan terus keluar. Chelsea tidak bisa menahan, El begitu pandai membangkitkan semua yang ada di tubuh nya.


"Ahhh... ahhh... Kak..." desaah Chelsea nikmat.


Wajah puas Chelsea, El tersenyum semakin semangat melakukan. Jika Chelsea tidak ingin dia akan menghentikan, tapi tidak. Semua atas dasar mau sama mau menginginkan.


"Jangan Kak, saya tidak bisa melakukan itu," ucap Chelsea suara nya terdengar lemah, El menggempur habis tubuh nya. Tangan El bahkan sudah berhasil masuk ke benda segitiga di bawah, Chelsea cepat menghentikan, saat merasa sesuatu ingin masuk.

__ADS_1


"Apa kau takut hamil?" tanya El entah pertanyaan bodoh seperti apa keluar begitu saja dari mulut nya.


"Itu salah satunya, tapi benarnya. Saya hanya ingin memberikan ini pada suami saya Kak saat sudah menikah," jawab Chelsea jelas.


"Baiklah saya hargai keputusan mu itu," ucap El tidak memaksa, dia bisa mengerti hal itu.


"Terimakasih," senyum Chelsea, El tidak memaksa.


"Tidak perlu terimakasih, saya yang seharusnya terimakasih karena kau sudah mengizinkan saya melakukan ini lagi, meski tidak sampai titik puncak, tidak masalah terpenting bisa saya rasakan," ucap El.


"Kak tahun ini saya baru 18 tahun apakah tidak masalah sudah melakukan hal intim seperti ini?" tanya Chelsea takut.


"Apa kau takut? kita tidak melakukan sesuatu yang besar, jadi tidak perlu ada yang di takutkan. Saya mau semua yang kita lakukan ini sama-sama kita nikmat," sahut El, membelai pipi Chelsea dan mengecup bibir singkat.


"Kak, apa kita akan sering melakukan ini?"


"Kalau kau mau tiap hari, kita bisa melakukan ini."


"Tidak Kak, saya rasa itu tidak perlu."


"Terserah kau saja, setelah kompetisi berakhir, saya akan mengajak mu ke klub saya."


"Untuk apa Kak? apa itu perlu?" tanya Chelsea bingung El ingin mengajak nya.


"Kau adalah sahabat dari pacar sahabat saya, jadi kau pantas tau, Ria sering ke klub saya bertemu Bay, entah kenapa mereka menjadikan klub saya tempat pacaran mereka," jawab El menggeleng kepala mengingat kelakuan dua sejoli mabuk cinta.


"Jadi seperti itu, apa mereka juga melakukan seperti yang kita lakukan?" penasaran Chelsea baru tahu mengenai ini, karena Ria tidak pernah menceritakan apapun.


"Ya, saya sering mendengar mereka bercinta, dan mungkin mereka lebih dari apa yang kita lakukan," jawab El.


"Lebih?" Chelsea menyebut ulang perkataan El.


"Iya, dan itu ada kemungkinan Ria bisa hamil, mereka melakukan tanpa pengaman. Kau harus mengerti Bay bukan lagi anak muda dia menginginkan hubungan serius, menikahi Ria adalah keinginan nya, jadi biarkan mereka bersatu," jelas El. Dia mengetahui semua Bay menceritakan keinginan nya memiliki keluarga kecil.


Chelsea mendengar itu menelan kasar saliva. Dia tidak bisa berbicara apa-apa mendengar semua itu. Jika Ria benar hamil berarti Ria akan menikah dan Ria akan tinggal di luar asrama.


"Apa yang kau pikirkan?" El melihat Chelsea diam seperti sedang berpikir mengelus pipi nya.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2