Gadis Kecilku Yang Baik Hati

Gadis Kecilku Yang Baik Hati
Bab 35: Menginap


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Pagi hari Chelsea dan El sudah bersiap kembali. El menggandeng Chelsea dengan mesra. Kedua wanita jahat yang selalu mengusik kehidupan Chelsea selama tinggal di kosan sudah El berikan pelajaran melalui orang kepercayaan nya.


Rencana jahat mereka menginginkan Chelsea di puaskan malah sebaliknya mereka lah yang di puaskan. Dan El begitu puas dengan kerjaan orang-orang nya. Dia bahkan tidak sungkan memberi bonus pada mereka.


Dia menyukai balasan untuk dua wanita ular yang berniat jahat mengobral istri nya pada pria liar di luar sana.


Mana bisa El diam dan biarkan mendengar rencana menjijikkan mereka pada istri nya. Jika benar niat jahat mereka sampai terjadi, saat itu juga dia menemui dua wanita itu dan membunuh dengan tangan nya sendiri, tanpa rasa penyesalan.


"Sayang tiba nanti kita langsung ke rumah orang tua mu. Papa dan Mama ingin bertemu kita. Aku sudah mengabari mereka kemarin kalau aku sudah menemukan mu dan akan membawa mu pulang," ujar El menoleh Chelsea sekilas di samping kursi mengemudi.


"Iya, Kak. Apa Papa dan Mama marah? apa mereka mengatakan sesuatu pada mu, Kak? apa mereka membenci ku? apa mer-"


"Sudah, pikiran mu terlalu jauh sayang, jangan memikirkan apapun lagi. Mereka senang mengetahui kita sudah menikah dan mereka merestui kita, sekarang yang perlu kau pikirkan secepatnya beri Papa dan Mama cucu," ucap El cepat memotong perkataan Chelsea.


"Apa Papa dan Mama mengatakan itu?" tanya Chelsea pada El yang menyetir. Dia penasaran apa kedua orang tua nya sudah tidak sabar seperti El menginginkannya anak.


"Tentu sayang, mereka mengabari itu. Jadi aku berharap di sini juga ikut kerja keras seperti yang kita lakukan selama ini," El mengangkat satu tangan mengelus perut rata Chelsea.


"Kak, a-"


"Sayang aku rasa nama panggilan mu padaku harus di ubah. Aku merasa seperti bukan suami mu tapi lebih ke kakak mu di panggil kakak. Jadi mulai hari ini panggil aku dengan hubby, itu lebih enak di dengar dan romantis seperti aku memanggil mu sayang," jelas El memotong perkataan Chelsea kedua kalinya.


"Hubby?" Chelsea mengulangi perkataan El yang minta di panggil panggilan tersebut.

__ADS_1


"Iya, itu bagus. Mulai lah terbiasa," ucap El mendengar Chelsea menyebutkan dan itu terdengar indah.


"Baiklah aku akan mencoba nya," sahut Chelsea tersenyum.


"Bagus," puji El senang mengusap pucuk rambut Chelsea.


Selama perjalanan kedua tak lagi berbicara, Chelsea memilih tidur. Tubuh nya masih lelah akibat pertempuran semalam, El mengajari banyak gaya dan meminta nya langsung mempraktekkan itu. Chelsea yang kaku memulai duluan ragu tapi tetap melakukan.


El menerima semua permainan yang di pimpin Chelsea belum terbiasa melepaskan saja. Dia ingin istri kecilnya pandai dalam masalah ranjang mereka, bukan hanya pelajaran.


menurut nya pandai harus seimbang jangan salah satunya. Jadi El berusaha bekerja keras agar Chelsea pandai. Dia juga mengajarkan chelsea untuk melawan orang yang menindas nya, tentu dia mengajari Chelsea dengan sedikit ancaman, hingga chelsea menurut akan melawan siapa pun yang bersikap kurang ajar padanya.


Beberapa jam kemudian...


Mereka telah tiba di rumah orang tua chelsea tidak kecil dan tidak besar. El dengan lembut membangun Chelsea bangun.


"Sayang, bangun. Kita sudah tiba di rumah Papa, Mama," bisik El tepat di telinga Chelsea.


"Iya sayang. Masih ngantuk?" jawab dan tanya balik El lembut, mengelus pipi Chelsea.


"Masih, Bie. Tubuh ku terasa pegal," jujur Chelsea. Tidur nya masih kurang.


"Ya sudah aku gendong saja nanti lanjut tidur lagi di dalam. Hari ini kita menginap di rumah orang tua mu," ucap El lalu mengecup kening Chelsea.


"Serius Bie? kamu gak bohong, kan?" tanya Chelsea wajah nya terlihat senang mendengar El mengatakan menginap.


"Kapan aku berbohong padamu sayang? aku mencintaimu, jadi tidak mungkin aku membohongi mu," jawab El serius menatap Chelsea, wajah nya mengatakan kebenaran tak sedang berbohong.

__ADS_1


"Terimakasih Bie. Aku mencintaimu," bahagia Chelsea. Mencium bibir El dengan mesra.


"Kalau seperti ini aku akan menyenangi mu tiap hari biar mendapat ciuman mu sayang," senyum El dengan tingkah Chelsea yang mencium nya lebih dulu.


Biasanya dia akan lebih dulu mencium Chelsea, tapi sekarang berbeda Chelsea lah lebih dulu melakukan. Hal itu membuat nya senang.


"Hahaha... " tawa Chelsea mendengar El berkata seperti itu membuat nya merasa lucu.


"Kenapa sayang? apa yang kau tertawa kan?" tanya El melihat Chelsea tertawa dan itu terlihat sangat cantik.


"Tidak Bie. Aku hanya merasa aneh dengan perkataan mu. Tiap hari kau sudah menyenangkan ku lalu kenapa mengatakan seperti itu," terang Chelsea mengangkat satu tangan meraba wajah tampan suaminya.


"Aku tidak tau kenapa pertama kali melihat mu aku sudah langsung jatuh hati padamu, aku bahkan tidak bisa menolak sentuhan Bie. Aku sudah seperti terhipnotis setiap di tatap mu. Apa kau melakukan hal gaib padaku, hingga aku tak bisa menolak mu?" tanya Chelsea entah kenapa mendadak perkataan nya menjadi aneh.


"Itu karena kau begitu mencintaiku sayang. Aku memiliki wajah tampan jadi tentu kau tergila-gila padaku. Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak, aku menyentuh mu dan kau menikmati, aku menanamkan benih ke rahim mu, kau juga menyetujui. Semua itu karena kau begitu mencintaiku sayang, kita sama-sama melakukan atas dasar suka sama suka," terang El gemas pada Chelsea makin kesini istri nya benar menuruti nya untuk lebih banyak bicara padanya.


El berkata pada Chelsea untuk terbuka dan apapun yang ingin di katakan, katakan saja. Anggap dia sebagai seorang teman yang bebas berbagi cerita dan akan selalu ada mendengar cerita nya.


Dan akan menjadi suami kapanpun yang di inginkan.


"Ya. Karena aku ingin selalu berada di dekat mu Bie. Aku merasa kau pria yang di berikan Tuhan untuk ku, kau pria pertama yang berani menyentuh ku, berani melakukan sesuatu yang tak pernah aku bayangkan di kehidupan ku akan melakukan sesuatu yang besar," ungkap Chelsea mengingat kegilaan nya setelah bertemu El. Hidup nya berubah.


Chelsea merasa seperti bukan menjadi chelsea yang dulu. El kini berubah nya menjadi wanita berani meski masih dengan sikap lemah lembut yang masih melekat dalam dirinya.


"Apa kau bahagia sayang sudah melakukan bersama ku?" El membelai pipi Chelsea lembut menatap dalam kedua matanya yang menenangkan penuh cinta.


"Kenapa tidak? kau cinta pertama ku Bie. Aku tidak pernah berpikir untuk jatuh cinta lagi pada pria manapun selain mu. Jantung ku hanya berdetak kencang setiap bersama mu."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2